
Malam harinya, lantaran perkuliahan juga belum banyak tugas sehingga Mira sekarang sedang bersantai dengan menonton drama Korea secara streaming. Itu juga karena apartemen yang ditempati Mira memiliki fasilitas Wifi Unlimited, sehingga mereka tak perlu bingung-bingung dengan akses internet dan kuota.
Sedangkan sekarang Elkan tengah serius mengerjakan tugas dari Papanya. Memang sudah beberapa minggu ini, Elkan mulai bekerja untuk Papanya. Dengan cara itulah, Elkan mendapatkan gaji untuk bisa memenuhi nafkah batin yang dia berikan kepada Mira. Walau Mira menolak dan mengatakan beasiswa yang dia dapatkan sudah termasuk dengan biaya hidup yang diberikan per tiga bulan. Akan tetapi, Elkan juga bersikeras untuk memberikan nafkah secara finansial kepada Mira. Walau pendapatannya juga naik turun.
Hingga akhirnya menjelang jam 20.00 waktu Sydney, Elkan barulah menyelesaikan pekerjaannya dan mulai menyusul istrinya yang sejak tadi serius dengan televisi yang menyiarkan drama Korea. Elkan juga tahu bahwa Mira menyukai Drama Korea, sehingga sekarang Elkan turut bergabung juga dengan istrinya. Walau tidak tahu, setidaknya Elkan mau menyesuaikan diri dengan apa yang disukai oleh istrinya.
"Lihat apa, Honey?" tanya Elkan sembari mengambil duduk di belakang istrinya.
Ya, dia sengaja untuk duduk di belakang Mira. Di sofa itu, Elkan sedikit melangkah, membuka kakinya dan kemudian duduk menempatkan diri di belakang Mira. Tidak perlu meminta izin, Elkan sudah mendekap Mira. Tangannya melingkari pinggang Mira yang ramping dan dagunya bertengger di puncak bahu Mira.
"Kak, bikin kaget deh," balas Mira dengan sedikit menoleh ke belakang.
"Sengaja bikin kamu kaget. Lihat apa, serius banget, Honey?"
Elkan bukan hanya sekadar bertanya, tetapi juga merapikan rambut Mira, membawa rambut panjang istrinya ke satu sisi, kemudian dia mendaratkan bibirnya di pipi mulus istrinya.
Cup! Cup!
"Kakak, ihh ... cium-cium," ucap Mira dengan sedikit menoleh ke belakang.
"Kalau sama kamu, pengennya cium. Gak bisa kalau diem aja," balas Elkan.
Seolah memang secara naluriah berkata begitu. Elkan ketika melihat Mira sekarang, berbeda dengan dulu. Sekarang, dia begitu suka memeluk Mira dengan tiba-tiba dan juga mencium Mira walau hanya sebatas di pipi. Walau bercinta tidak setiap hari, tapi romantisme dari perbuatan afektif selalu Elkan lakukan dan berikan setiap hari.
"Ujung-ujungnya modus," balas Mira.
__ADS_1
Elkan memilih untuk tersenyum. Pria muda itu mengeratkan dekapannya. Melakukan apa yang dia mau. Mulai dari mencium pipi Mira, atau mengecup bahu. Percayalah, kecupan dan ciuman yang diberikan oleh Elkan membuat Mira merasa meremang. Bahkan dia sekarang menggigit bibirnya sendiri. Terlebih ada de-sahan kala Elkan dengan sengaja menggigit kupingnya.
"Hh, Kak Elkan ...."
Sementara Elkan justru tersenyum. Caranya menggoda Mira sekarang memang berbeda. Tidak serta-merta mencium bibirnya, tapi menyentuh di titik-titik sensitivitas yang sudah dia pelajari. Rupanya benar. Suara Mira membuktikan semuanya itu.
Kini tak ada lagi yang Elkan tunggu, dia ingin melanjutkan yang lain. Namun, Mira masih menikmati drama Korea lebih pada scene ini pemeran utamanya tengah melakukan ciuman. Seketika, Mira merasa hatinya berdesir, mana kala bibir Elkan sudah menjatuhkan kecupan demi kecupan di lehernya.
"Fokus nonton aja," ucap Elkan.
Namun, mana mungkin bisa menonton, jika godaan terbesar datang dari Elkan. Hingga beberapa kali, Mira menghela nafas. Ya Tuhan, dia sudah terombang-ambing sekarang. Terlebih, bibir Elkan yang kian memberikan kecupan basah di lehernya.
"Kak El ...."
Ketika dua bibir bertemu, menemukan muaranya. Sudah bisa dipastikan bahwa menghasilkan suara decakan yang syahdu. Adegan selanjutnya di televisi itu tak lagi dihiraukan Mira. Dia sudah hanyut dalam perjalanan dari hulu ke hilir bersama Elkan. Dia menerima secara penuh. Membiarkan Elkan melakukan apa yang dia mau.
"Honey," suara Elkan pun terdengar dalam, lirih, dan sedikit berat.
Elkan berusaha untuk memperdalam ciumannya dalam posisinya yang masih duduk di belakang Mira. Tangannya juga refleks bergerak dan menyentuh bulatan indah milik Mira. Menekannya perlahan, dan meremasnya. Sudah tidak bisa di tahan lagi, akhirnya tangan Elkan menyusup. Telapak tangannya kini bisa merasakan lembutnya kulit Mira. Merasakan sendiri sensasi kenyal di tangannya, sementara suara Mira yang melenguh pun dibiarkan Elkan. Napas Mira yang terengah-engah justru kian memicu Elkan.
Hingga akhirnya Elkan menarik resleting di balik punggung Mira. Membuat blouse yang dikenakan Mira terbuka, dan akhirnya Elkan kian menjatuhkan kecupan demi kecupan di punggung Mira. Pria itu benar-benar melakukan eksplorasi yang membuat Mira kian kalang kabut. Bahkan tangan Elkan dengan lincah melepaskan blouse itu membuat Mira top-les karena memang pengait di sana juga dilepas oleh Elkan.
Bisa melakukan sesuatu gila seperti ini membuat Elkan kadang seperti mimpi. Gadis impiannya dulu yang dia cintai dengan sepenuh hati. Memegangnya tidak pernah, tapi sekarang dia bisa melihat, merasakan, dan menyusuri jengkal demi jengkal, inci demi inci lapisan epidermis kulit Mira. Sangat lembut dan harum. Seakan membuat Elkan selalu suka, dan selalu candu untuk melakukan yang lebih.
Elkan kemudian menarik satu kakinya. Kini, pria itu sudah berada di depan Mira. Dia melihat Mira yang kian cantik di katanya itu, dengan kedua tangan yang menyilang di dada. Bertumpu dengan lututnya, Elkan mendekat, melepaskan silangan tangan Mira. Dia ingin memuja istrinya itu. Walau memang Mira sendiri masih malu-malu, tapi Elkan juga tidak masalah dan keberatan.
__ADS_1
"Boleh?" tanya Elkan perlahan.
Hingga akhirnya ada anggukan samar dari Mira. Disertai dengan silangan tangannya yang terlepas dari dada, dan mempertunjukkan bulatan indah yang sangat ranum. Oh, itu adalah pemandangan yang indah. Elkan tersenyum tipis, dia akhirnya mendekat dan mendaratkan ciuman dan hisapan di bulatan indah laksana buah persik milik Mira. Menggodanya dengan lidahnya, menggigitnya dengan gigi-giginya. Mempermainkan puncaknya dengan usapan dan gigitan, bak menariknya lama, dan melepaskannya kembali. Mira yang sudah terbakar meremas helai demi helai rambut Elkan. Wanita muda itu memejamkan matanya kian rapat, sesekali dia memberanikan diri melihat apa yang Elkan lakukan kepadanya. Oh, suasana di dalam kamar itu seketika dengan panas. Suara-suara erotis pun tak bisa dibendung lagi.
"Kak ...."
Mira kian terbakar. Itu semua karena godaan dari bibir dan tangan Elkan secara bersamaan.
"Ya, Honey ... enjoy this moment," balas Elkan dengan menggigit bulatan indah itu hingga Mira mendesis.
Tak menunggu lama, Elkan melepas sendiri kaos yang dia kenakan tampil shirtless di hadapan Mira. Hingga dia melepas seluruh busana di tubuh keduanya. Seutas benang pun tak ada yang tersisa. Dia ingin Mira yang mengambil kendali. Hingga dia bisa merasakan lembutnya tangan Mira yang menggerakkan pusakanya hingga sudah tegang dan keras. Elkan kian terbakar ketika pusakanya bersarang di dalam rongga mulut Mira yang hangat. Pria itu tak mengira Mira bisa dan mau melakukan sesuatu seperti yang dia instruksikan.
Bergantian, Elkan membaringkan Mira di sofa. Lantas Elkan mulai mengeksplorasi titik demi titik sensitif di tubuh Mira. Memberikan sapaan yang hangat dan basah hingga membuat Mira merasakan terpaan gelombang. Mulut Mira berkali-kali memanggil nama Elkan. Itu karena seluruh pikirannya tertuju kepada Elkan.
Hingga akhirnya, Elkan mengambil posisi dan dia menyatukan dirinya. Sambutan yang erat, hangat, dan cengkeraman di bawah sana membuat Elkan menggila. Kesannya selalu sama. Beberapa kali mencobanya justru Elkan kian gila rasanya. Dia seolah menghirup bubuk candu yang membuatnya kehilangan kesadaran. Dia menghentak dalam-dalam. Membawa pusakanya sendiri untuk keluar dan masuk. Menghujam dan menusuk. Bergerak padu. Sisi-sisi Primititnya sebagai pria kian menggelora.
Pun dengan Mira yang merengkuh tubuh Elkan, kadang kala wanita itu mengcengkeram bahu Elkan, ada kalanya Mira mengangkat sedikit wajahnya dan mencium bibir Elkan. Keduanya sama-sama lepas kendali. Bermula dari menonton drama Korea yang sekarang berubah haluan menjadi aktivitas panas.
"Aku cinta kamu, Kak ... sangat," ucap Mira dengan terengah-engah. Wanita itu nyaris menangis karena dirinya meledak. Dia merasakan guncangan asmara yang akhirnya membuat Mira mengakui dia sangat mencintai Elkan.
"I Really Love U, Honey."
Elkan membalas dengan melakukan hentakan dalam dan kuat. Pria itu akhirnya meledak dan pecah. Pusakanya sudah meledak dahsyat memenuhi cawan surgawi milik Mira. Pengakuan cinta Mira meruntuhkan diri dan ambang batasnya. Hingga Elkan sekarang memejamkan matanya, wajahnya menengadah, dan menggeram. Benar-benar malam yang indah.
"Kamu pemilik hati dan hidupku. I'll give you every part of me. I love you," ucap Elkan dengan rubuh di atas tubuh Mira. Disambut dengan rengkuhan erat dari Mira.
__ADS_1