
Setelah dua minggu menunggu dan menjalani semuanya dengan bersabar serta penuh syukur, sekarang Elkan dan Mira kembali ke Rumah Sakit. Sebelum berangkat, Mira sudah menghubungi Mama Marsha dan Mama Sara, memohon doa supaya pemeriksaan kali ini akan berjalan dengan lancar. Kedua orang tua pun memberikan doa terbaik dan meminta Mira untuk mengabari mereka ketika sudah pulang dari Rumah Sakit nanti.
"Berangkat sekarang?" tanya Elkan.
"Iya, Kak ... sudah mendaftar semalam kok aku. Semoga saja nanti mengantrinya gak terlalu lama," balas Mira.
"Ya, kalau mengantri ya sudah ... kan ada aku. Bawa buku atau apa, Honey. Untuk mengisi waktu," saran dari Elkan.
"Bawa handphone aja, Kak. Mau scroll media sosial aja kok," balas Mira.
"Mommy milenial mah gitu ... disuruh bawa buku atau apa, malahan cukup bawa handphone. Istriku ... istriku."
Elkan mengatakan itu dengan tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun, kenyataannya orang tua milenial memang begitu. Cukup membawa gadget di tangan dan mengisi waktu dengan berselancar dengan handphonenya. Sama seperti Mira. Namun, Elkan juga tidak marah. Justru memahami, sekarang memang waktunya serba gadget, yang penting sih dilakukan dengan baik dan tetap bertanggung jawab.
Akhirnya, Elkan pun melajukan mobilnya kala itu dengan lebih berhati-hati. Sebab, dia sudah memikirkan bahwa membawa istrinya yang kemungkinan besar hamil. Sebab, masa menstruasi Mira sendiri juga tidak datang. Itu artinya memang transfer embrio itu berhasil. Namun, Elkan tetap menunggu hasil dan penjelasan dari Dokter Indri saja.
Setelah tiba di rumah sakit, Elkan dan Mira seperti biasa menunggu di ruang tunggu di poli kandungan. Agaknya, Rumah Sakit menjadi tempat yang akan sering mereka datangi. Jika, nanti berhasil dan positif, pasti setiap bulan akan selalu mendatangi Rumah Sakit ini.
Menunggu hampir dua puluh menit, nama Mira dipanggil oleh perawat.
"Mom Miranda Lastika," panggil perawat.
Mira pun diperiksa tekanan darah dan menimbang berat badan terlebih dahulu. Setelah itu, Mira dan Elkan memasuki ruangan Dokter Indri. Tampak Dokter Indri yang berdiri dan menyapanya.
"Halo, bertemu lagi," kata Dokter Indri.
"Halo, Dokter ... jadi sering bertemu yah, Dokter," balas Mira.
__ADS_1
"Iya, bagaimana dalam dua minggu ini ada yang berubah atau tidak?" tanya Dokter Indri.
"Mungkin saya yang tidak peka yah, Dok ... cuma lebih mengantuk saja," jawab Mira.
"Iya, lebih sering mengantuk, Dokter," imbuh Elkan.
"Oh, mungkin ada gejala kehamilan. Mungkin memang belum peka," balas Dokter Indri.
Usai itu, Dokter Indri mempersilakan Mira untuk naik ke atas Dokter. Lalu, gell USG diberikan di perut Mira, Dokter Indri pun bersiap dengan transducer di tangannya.
"Bismillah, kita lihat bersama yah ...."
Transducer mulai mengenai permukaan kulit perut Mira, dan gambarnya bisa dilihat melalui monitor. Lalu, Dokter Indri tersenyum menatap gambal yang ditangkap oleh sonografi yang bisa dilihat juga melalui monitor itu.
"Dua pekan kan, transfer embrionya dulu?"
"Alhamdulillah ... berhasil. Selamat yah, Nak Mira dan Suami. Bayi tabung memang program untuk melakukan kehamilan dengan inseminasi di luar. Namun, sejatinya mukjizat itu hanya dari Allah. Nah, terlihat di sini ada dua kantong janin yah. Jadi, kedua embrio sama-sama aktif. Alhamdulillah."
Dokter Indri begitu senang. Passion sebagai Dokter dan sering membantu pasangan mendapatkan keturunan melalui bayi tabung, membuat Dokter Indri terharu. Program itu memang diusahakan manusia, tapi semua mukjizat sejatinya hanya dari Allah semata.
"Ini adalah rahimnya, dan ini adalah dua kantong embrio yang tumbuh. Belum terlihat plasentanya. Nanti di bulan kemudian kita akan tunggu dan lihat lagi untuk kedua embrio ini memiliki satu atau dua plasenta. Jadi, kali ini adalah kehamilan kembar ... selamat!"
Seketika Mira menangis di sana. Rasanya tidak percaya. Menanti cukup lama dan akhirnya mendengar ada dua kantong embrio di dalam rahimnya. Dua embrio yang ditanam benar-benar tumbuh dan aktif. Sontak saja Mira menanti.
"Selamat yah ... resmi hamil. Positif!"
"Alhamdulillah," balas Mira dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
"Alhamdulillah," kata Elkan. Ya, Elkan yang juga mendengarkan pun menitikkan air matanya. Pria itu mengusap wajahnya perlahan. Buah dari penantian yang memang manis. Keduanya tumbuh dengan aktif. Ini baru awal semoga, dua kantung embrio itu akan bertumbuh dengan sempurna setiap bulannya.
"Sekali lagi selamat yah. Usia kehamilan ini sudah enam minggu. Ini hanya perkiraan. Namun, biasanya tidak akan terlalu jauh. Sudah mulai mual belum?" tanya Dokter Indri.
"Kayaknya saya belum mual-mual, Dokter ..., tapi kalau memang diresepkan tidak apa-apa. Untuk berjaga-jaga," balas Mira.
Dokter Indri mengakhiri pemeriksaan dengan USG, dan mengeprintkan beberapa hasil tangkapan layar dengan USG itu. Setelah itu, Dokter Indri meresepkan vitamin untuk Mira dan pereda mual hanya sekadar untuk berjaga-jaga.
"Adakah yang mau ditanyakan?" tanya Dokter Indri.
Mira menganggukkan kepalanya. Setelah itu, dia bertanya kepada Dokter Indri. "Maaf, Dokter ... saya mau bertanya. Perihal hubungan suami istri, sampai kapan tidak boleh dilakukan?" Dengan lugunya, Mira menanyakan itu.
"Sekarang sudah boleh. Selama janin kamu kuat, tidak apa-apa Cuma, ada cuma nih ... pertama tidak boleh terlalu sering, kedua tidak boleh menekan perut, dan tiga tidak boleh mengeksplorasi bagian dada yah ... ingat sekarang di dalam rahim kamu ada dua kantung janin," jelas Dokter Indri.
Cara Dokter Indri menjelaskan pun dengan detail dan pelan-pelan, ini adalah bagian yang Mira suka. Sekaligus Mira belajar hal yang baru ketika mengunjungi seorang Obgyn. Tentu Mira akan mengingat dan melakukan apa yang sudah dijelaskan oleh Dokter Indri.
Mereka yang ada di sana pun tersenyum kecil. "Makasih banyak penjelasannya, Dokter. Maaf, kami sendiri masih sangat awam," balas Mira.
"Tidak apa-apa. Memang kalau bertanya itu sebaiknya sih kepada ahlinya, Nak ... seorang Dokter itu kan ahli, jadi tidak akan memberikan advice yang salah," balas Dokter Indri.
"Benar, Dokter. Terima kasih banyak. Jadi untuk pemeriksaan lagi kapan yah, Dok?" tanya Mira.
"Setelah ini, pemeriksaan rutin setiap bulan yah. Sembari saya tambahkan penguat kandungan terlebih dahulu yah. Supaya janinnya lebih kuat. Kalau ada pertanyaan bisa langsung kirim pesan ke saya yah. Selamat menikmati kehamilan trimester pertama ini. Nanti mungkin bisa mual, muntah, merasakan gejolak hormonal. Jangan terlalu sedih. Dinikmati yah, mengandung pun adalah berkah dan nikmat yang Allah berikan juga sangat luar biasa," kata Dokter Indri.
"Baik, Dokter. Terima kasih banyak."
Inilah yang Mira lakukan yaitu untuk bertanya kepada ahlinya. Daripada salah kaprah dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai pasangan muda, tentu banyak yang Mira dan Elkan tidak tahu, sehingga sekalian periksa, juga sekaligus konsultasi. Namun, yang pasti hati keduanya meluap dengan kebahagiaan. Dua kantung embrio sudah bersemi dalam rahimnya. Mira dinyatakan positif hamil. Ini adalah kebahagiaan yang Mira dan Elkan rasakan dan syukuri.
__ADS_1