Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Copy Resep


__ADS_3

Tidak terasa sudah sepekan bisnis Say to Coffee berdiri. Memang Say to Coffee baru membuka satu outlet di Jakarta. Sementara Coffee Bay sendiri sudah begitu menggurita. Walau persaingan tatap muka, tetapi Elkan masih yakin bahwa Coffee Bay sudah menunjukkan eksistensi yang lama dan juga kerja keras puluhan tahun dilakukan dengan sangat baik. Banyak inovasi-inovasi baru juga yang dilakukan Coffee Bay.


Dalam sepekan ini, memang suasana hati Elkan sangat tidak stabil. Akan tetapi, dia berusaha untuk membedakan antara pekerjaan dan kehidupan rumah tangganya. Sepusing-pusingnya Elkan, ketika di rumah dia akan selalu total untuk anak dan istrinya.


"Gimana kerjaannya, Dad?" tanya Mira.


"Yah, begitu, Honey. Suami kamu udah resmi jadi Kang Kopi sekarang," kata Elkan.


Mira tersenyum, ada kalanya memang Elkan turun langsung untuk membantu pegawainya. Terutama saat banyaknya orderan. Sehingga, Elkan juga bisa meracik berbagai minuman Coffee Bay.


"Kalau yang jualan secakep kamu, banyak cewek-cewek yang beli dong, Kak," kata Mira sekarang.


Elkan kemudian tertawa. "Kamu bisa saja sih, Sayang. Padahal yah, aku mah biasa aja," balas Elkan.


"Kalau cowok kan, keluar dari rumah gak kelihatan kalau mereka udah punya istri dan anak di rumah. Kayak kamu kalau keluar dari rumah, enggak kelihatan kalau udah punya dua bocils," kata Mira.


Mendengarkan ucapan Mira, Elkan kian terkekeh geli. Walau demikian, Elkan memilih tetap menjaga hati istrinya, ketika di luar saat ditanya apakah dia sudah menikah dan memiliki anak, Elkan akan berkata sudah.

__ADS_1


"Aku selalu jujur kok, Honey. Semua pegawai Coffee Bay juga sudah tahu kalau aku ini memiliki anak dan istri. Masak istri secantik ini aku sembunyikan dan tidak mengakui keberadaannya," balas Elkan.


"Kan bisa saja, Kak. Masih kelihatan kayak anak kuliah. Kalau aku sudah kayak Mommy-Mommy sih. Apalagi sejak melahirkan sampai sekarang malahan berat badanku enggak turun," kata Mira.


Elkan menggelengkan kepalanya. "Gak gitu juga, Honey. Kamu selalu cantik kok. Lebih berisi malahan semakin cantik," kata Elkan dengan jujur.


Elkan sebenarnya tahu bahwa istrinya itu kadang merasa insecure dengan berat badannya yang tidak kunjung turun. Akan tetapi, Elkan tidak mempermasalahkan. Elkan siap menerima Mira apa adanya. Bagi Elkan, yang penting di matanya Mira akan selalu cantik.


"Doakan bisnis Coffee Bay selalu bagus yah, Honey. Sekarang bisnis minuman dan kedai kopi itu benar-benar menjamur," kata Elkan sekarang.


"Iya, Kak. Semangat yah ... Coffee Bay kan termasuk franchise kedai kopi yang lama dan pioner, semoga selalu jaya," balas Mira.


"Makasih, Honey. Jujur, ada kedai kopi baru dan dia terang-terangan men-copy resep Coffee Bay," kata Elkan sekarang.


Sesungguhnya Elkan tidak mau berbagi keresahannya ini. Akan tetapi, memang Elkan merasa sedih dan pusing karena Say to Coffee jelas-jelas memplagiat jenis minuman di Coffee Bay. Sejauh ini, Elkan belum melakukan apa pun. Elkan masih melihat dan mencermati suasana.


"Bisa tidak kita daftarkan berbagai menu kita? Dipatenkan?" tanya Mira.

__ADS_1


"Aku belum tahu, Honey. Aku masih perlu mempelajarinya lagi. Soalnya franchise seperti kita kan, satu menjual Cappuccino, dan kedai yang lain bisa menjualnya juga. Seakan semua jenis minuman yang dibeli ini sejenis," kata Elkan.


Mira tahu apa yang dimaksud oleh suaminya. Bisnis minuman memang seperti itu. Seolah banyak varian menu yang nyaris sama.


"Iya sih, Kak ... aku tahu," balas Mira.


Terlihat Mira tengah berpikir keras kemudian Elkan menggenggam tangan Mira di sana. "Sudah, jangan kepikiran. Aku akan mencari jalan keluar. Kamu cukup doakan dan dukung aku saja, Honey."


Mira kemudian menganggukkan kepalanya. Dia tahu bahwa suaminya itu selalu begitu. Hanya kadang kala mengatakan keresahannya. Akan tetapi, Mira juga tidak ragu untuk bisa membantu suaminya jika dia bisa.


"Semangat yah, Dad," kata Mira.


"Pasti, Honey. Aku juga perlu berinovasi lagi untuk Coffee Bay. Banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya ke Coffee Bay. Oleh karena itu, aku berharap sih kita selalu survive," kata Elkan.


"Iya, Kak. Terima kasih sudah memperhatikan setiap orang yang bekerja bersama kita. Semoga Allah berikan jalan, Kak," kata Mira.


Elkan tersenyum. Dia merasa lebih baik sekarang bisa sedikit berbagai dengan Mira. Hanya ini yang bisa Elkan sampaikan. Selebihnya tentang Bagas, Elkan masih menyembunyikannya, Elkan tidak ingin Mira kepikiran dengan sikap dan tindakan Bagas. Lebih baik, Elkan selalu waspada. Selain itu, apa yang bisa dia lakukan untuk Mira akan selalu Elkan lakukan.

__ADS_1


__ADS_2