Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
After Sessions


__ADS_3

Masih dengan napas terengah-engah, Elkan dan Mira masih berada di sofa. Elkan memeluk Mira di sana. Beberapa kali dia mendaratkan kecupan di kening Mira. Namun, karena berapa di sofa, tentu tidak ada sofa yang menutupi tubuh polos mereka berdua.


"Kak Elkan," panggil Mira kepada suaminya itu dengan suara lirih.


"Hmm, iya ... kenapa, Honey?" tanya Elkan.


"Mandi, Kak ... kayaknya abis ini, aku langsung bobok deh," ucap Mira.


"Langsung ngantuk?" tanya Elkan kemudian.


"Iya, duh ... rasanya dahsyat banget," aku Mira.


Mira kali ini mengakui bahwa rasa yang sekarang menerpanya dan juga dia rasakan benar-benar dahsyat. Berbicara lirih pun, Mira masih memejamkan matanya. Itu karena sensasi dahsyat yang dia rasakan saat itu.


"Enak ya, Honey? Suka?" tanya Elkan.


"Hmm," balas Mira.


Walau usai itu, tulangnya terasa patah. Akan tetapi, rasa yang bisa dia dapatkan benar-benar membuatnya melayang. Walau tanpa sayap, dia bisa terbang dan melayang. Setelahnya, Elkan beringsut dia mengajak Mira untuk mandi bersama. Membersihkan diri dan juga supaya bisa beristirahat dengan lebih baik.


"Jadi, mau bobok?" tanya Elkan kemudian.

__ADS_1


"Kayaknya iya deh, Kak. Besok masuk jam 09.00 pagi. Kakak masih kerja yah?" tanya Mira sekarang.


"Enggak, tidur saja. Mau kekepin kamu sepanjang malam," balas Elkan.


Pria itu terkekeh perlahan. Malamnya kini sudah beda. Dulu sebagai pemuda, lebih suka begadang malam sekadar main game atau membaca komik. Sekarang, lebih memilih tidur berdua. Beristirahat malam bersama kekasih hati.


"Dulu, di rumah kamu gak pernah begadang apa Kak? Cowok kan biasanya suka begadang gitu kan?"


Elkan pun tersenyum. "Ya, kadang aja. Main games bentar dan baca komik. Biasa, Honey ... anak cowok juga begitu," balas Elkan.


"Cowok itu sampai mereka tua tetap suka dengan mainannya. Walau sudah memiliki anak, pria fine-fine aja main mobil remote dengan dalih menemani anak bermain, tapi cewek sudah tidak main barbienya," balas Mira.


"Bermain dan mengenalkan saja itu beda loh, Kak. Paling juga besok kamu yang main sampai gak kenal waktu," balas Mira.


"Lalu, nanti istrinya ngomel-ngomel gak, Honey?" Sekarang justru Elkan tertawa. Terbayang saja, jika istrinya itu ngomel-ngomel seperti ibu-ibu di drama sinetron yang kadang muncul di berbagai media sosial seperti tik-tok.


"Enggaklah, siapa juga yang mau ngomel-ngomel. Palingan juga cuma diem aja," balas Mira.


Elkan kemudian menatap Mira. "Sebenarnya kalau marah ya marah aja, Honey. Jangan diem. Kayak tadi, kamu diem itu bikin aku tersiksa. Mending kamu marah-marah atau pukul aku aja kalau kamu marah dan sebel," balas Elkan.


"Lah, nanti aku dikira KDRT," balas Mira.

__ADS_1


"Gak apa-apa. Diizinkan kan kok, Honey. Daripada kamu mendadak pergi dan diem aja. Jangan lagi yah, ya kita masih muda. Luapan emosi juga beragam. Namun, kita bisa menyelesaikan semua bukan?" tanya Elkan kemudian.


Memang ketika masih muda rasanya, luapan emosi itu lebih bergejolak. Namun, Elkan meminta kepada istrinya supaya bisa menyelesaikan semua. Lebih baik emosi itu diluapkan saja. Namun, masalah cepat selesai dan juga tidak berlarut-larut.


"Dulu waktu SMA, aku kadang kesal dengan Sonya. Sekarang, di sini aku kesal dengan Rosaline. Kenapa sih, Kak ... banyak cewek yang suka kamu?"


Ada perasaan kesal yang Mira ucapkan sekarang. Tidak hanya di SMA, tapi usai lulus SMA juga banyak cewek yang naksir suaminya. Sebagai wanita, dan sebagai istri tentu saja Mira kesal jadinya.


"Hak mereka untuk suka, yang pasti aku cuma suka dan cinta sama kamu. Dari kamu masih kecil, Honey. Kala itu aku juga berpikir kamu lebih memilih Jerome daripada aku. Ternyata aku salah. Yang terpenting kita saling menjaga satu sama lain," balas Elkan lagi.


"Benar Kak ... saling menjaga. Kira-kira Rosaline itu ambil fakultas apa ya Kak? Aku sih berharapnya dia enggak ambil kuliah bisnis dan manajemen," balas Mira.


Rasanya jika sampai Rosaline mengambil kuliah itu, setidaknya akan seperti waktu SMA dulu. Tiada hari tanpa nyinyiran Sonya. Apakah sekarang akan kembali lagi seperti dulu lagi?


"Aku juga gak tahu, Honey. Santai saja. Kalau satu fakultas ya sudah, biarin aja. Toh, waktu kuliah nanti aku bakalan duduk deket kamu terus. Nempelin kamu terus. Jangan bosen ditempelin suami sendiri," balas Elkan.


Mira kemudian tersenyum perlahan. Wanita muda itu dengan sendirinya mendekat ke arah Elkan, lebih dekat, dan tangannya melingkari pinggang suaminya. "Aku seneng kok, aku pun seneng nempelin kamu kayak gini. Kak, jangan pernah kecewakan aku yah," pinta Mira sekarang dengan membawa kepalanya mendekat ke dada Elkan, merasakan detak jantung suaminya yang berdetak begitu seirama itu.


"Iya, Honey. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan kamu. I Really Love U, Honey," balas Elkan.


Sekarang pun, Elkan sangat bersungguh-sungguh. Dia akan berusaha keras untuk tidak pernah mengecewakan Mira. Cintanya utuh dan penuh untuk Mira. Walau memang waktu akan membuktikan semuanya. Namun, Elkan akan tetap berusaha untuk mencintai Mira dan tidak akan mengecewakan kekasih hati dan juga istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2