Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Vaksinasi Twins A


__ADS_3

Sekarang adalah waktunya untuk memvaksinasi Baby Aryan dan Aaliya. Kali ini Elkan yang memilih untuk mengantar istri dan kedua anaknya sendiri. Walau Papa Belva menawarkan untuk mengantar, tapi Elkan merasa sudah bisa. Selain itu, Elkan tak ingin kehilangan kesempatan berharga seperti ini.


"Yakin, bisa nganterin, Dad?" tanya Mira.


"Bisa, Mom Mira ... tenang saja."


Akhirnya Mira dan Elkan turun dengan menggendong bayinya satu per satu. Selain itu, ada tempat duduk khusus untuk bayi infant yang dipasang di kursi belakang. Sehingga sekarang masing-masing bayinya berada di car seat satu per satu. Mira pun turut duduk di belakang.


"Lah, semuanya duduk di belakang. Daddy kayak jadi Driver dong ini?"


Mendengar ucapan suaminya, Mira tertawa dan menganggukkan kepalanya. "Sekarang harus begini dulu, Dad. Kita pergi berempat aja bawaannya banyak. Dua tas untuk perlengkapannya Aryan dan Aaliya. Nanti kalau tambah anak, kayaknya harus ganti mobil Alphard kayak punya Opa Belva deh," balas Mira dengan bercanda.


Elkan sekarang justru tertawa. Namun, apa yang disampaikan istrinya ada benarnya. Beberapa tahun lagi kalau menambah momongan memang baiknya membeli mobil yang muat untuk banyak penumpang. Seperti Mobil milik Papa Belva.


"Boleh, aku akan kerja keras dulu. Nanti kalau tambah momongan baru up grade deh mobilnya," balas Elkan.


Dengan hati-hati Elkan kemudian mengemudikan mobilnya menuju Apotek Bunda Aksara. Di sana dia ingin mendatangi tempat praktik Dokter Bisma, seorang Dokter Spesialis Anak. Sudah pernah Elkan dan Mira diskusikan sebelumnya bahwa untuk imunisasi ingin ke Kliniknya Dokter Bisma, yang juga teman baik orang tuanya.


"Ke Apotek Bunda Aksara kan, Honey?" tanya Elkan.


"Iya, benar. Ke tempat praktiknya Dokter Bisma. Yang praktik nanti siapa belum tahu loh, Dad. Bisa saja Om Bisma, tapi bisa juga putranya. Aku dengar dari Mama Sara kan putranya Dokter Bisma menjadi Dokter Spesialis Anak juga. Apa benar yah profesi orang tua menurun ke anak? Papa Belva CEO, Kak Ev juga ke depannya jadi CEO. Terus, Om Bisma itu Dokter Spesialis Anak, putranya juga Dokter Spesialis Anak," kata Mira.


"Lah, Papaku CEO, aku sendiri serabutan, Honey. Ngurusin data bisa, jadi Kang Kopi pun mau. Gimana coba?"


Jawaban Elkan yang nyeleneh lagi-lagi membuat Mira tertawa. Sebenarnya memang Elkan dipersiapkan saja untuk mewarisi Coffee Bay. Hanya saja Elkan sering turun ke lapangan dan bekerja langsung. Selain itu, Elkan juga dimintai tolong mengerjakan bagian data di Agastya Properti.

__ADS_1


"Yang penting kamu bekerja kok, Kak. Yang penting dari kerja kerasmu bisa menafkahi kami bertiga," balas Mira.


"Kalau itu pasti. Untuk kalian bertiga, aku akan melakukan yang terbaik," balas Elkan.


Setelahnya Elkan mengikuti rute yang dipandu oleh peta digital di handphonenya menuju ke Apotek Bunda Aksara. Begitu tiba di sana, Baby Aryan dan Aaliya juga ditempatkan di stroller khusus untuk bayi kembar. Sehingga cukup membawa satu stroller karena muat untuk dua bayi, tidak harus membawa dua stroller. Elkan yang mendorongnya masuk ke dalam, Mira kemudian segera mendaftarkan bayinya untuk vaksinasi. Khusus hari ini dilayani Dokter Bisma dan putranya sekaligus.


Menunggu lebih dari setengah jam untung saja Baby Aryan dan Aaliya tidak menangis. Keduanya masih begitu tenang berada di stroller hingga akhirnya nama keduanya dipanggil untuk masuk menemui Dokter Bisma dan putranya.


"Baby Aryan dan Aaliya," panggil Dokter Bisma.


"Halo, Opa Dokter ... setelah visitasi dulu pasca dilahirkan, sekarang Twins ke kliniknya Opa," balas Mira.


"Tentu, Opa ingat. Kita timbang berat badannya dulu yah." Usai itu, Dokter Bisma memberikan perintah kepada putranya di sana. "Rangga, tolong timbang berat badan Aryan dan Aaliya yah, sekaligus cek suhu badannya."


Dokter muda bernama Rangga itu melakukan perintah Ayahnya. Menimbang dan mengukur suhu badan Aryan dan Aaliya satu per satu. Kemudian, Dokter Bisma menanyakan vaksinasi apa untuk Twins A.


"Baik, imunisasi ini nanti untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Diberikan sebanyak tiga kali, jadi nanti akan diulang sesuai jadwal. Kayak cucuku, manggilnya Opa Dokter," kata Dokter Bisma.


Mendengar Dokter Bisma, Mira dan Elkan sama-sama tersenyum. Sementara Dokter muda bernama Rangga itu terlihat pendiam dan tidak banyak berbicara.


"Aryan dan Aaliya jadi kayak cucunya yah, Om Bisma?" tanya Elkan.


"Benar, El. Kalian juga seumuran anak-anaknya Om Bisma. Kalian bahkan lebih muda dibandingkan Rangga. Sudah kenal belum? Dia anak bungsunya Om ... namanya Airlangga," kata Dokter Bisma dengan maksud mengenalkan putranya itu.


"Salam Kenal, Dokter Airlangga," balas Elkan dan Mira.

__ADS_1


"Salam kenal juga. Panggil saya, Rangga aja," jawabnya.


"Misal kalau Twins imunisasi di sini dan dengan Om Dokter Rangga tidak apa-apa yah. Sama kok. Justru Om Rangga lebih muda," balas Dokter Bisma.


"Baik Opa Dokter," balas Mira.


"Ada efek samping dari imunisasi DPT enggak, Opa Dokter?" tanya Elkan sekarang.


"Ada. Nanti bisa sedikit bengkak di area bekas suntikan dan demam ringan. Saya resepkan penurun panas saja untuk berjaga-jaga yah," kata Dokter Bisma.


Barulah sekarang Dokter Bisma menyuntik Aryan dan Aaliya secara bergantian. Memang keduanya menangis bersamaan. Namun, Aryan hanya menangis sebentar saja, sedangkan Aaliya menangis lebih lama.


"Maaf yah, dibuat nangis sama Opa. Biar kalian berdua sehat-sehat. Nanti kalau demam jangan diselimuti dan lain-lain, justru berikan pakaian yang bisa menyerap keringat dan kainnya dingin," pesan Dokter Bisma.


"Baik, Opa. Semoga saja Aryan dan Aaliya sehat-sehat," balas Mira.


Setelah itu, keduanya berpamitan. Lain waktu untuk imunisasi Aryan dan Aaliya pastilah mereka akan kembali lagi. Walau mungkin saja nanti tidak dipegang langsung oleh Dokter Bisma tidak apa-apa.


"Mau diberi ASI dulu enggak, Mom?" tanya Elkan begitu mereka sudah di dalam mobil.


"Iya, aku tadi pumping kok untuk mereka berdua. Bisa minum, dan aku gak perlu buka-buka kemeja," jawab Mira.


Akhirnya Elkan memilih menghentikan mobilnya dulu saja. Membiarkan Aryan dan Aaliya meminum ASIP. Sebab, Elkan takut jika melewati jalan berlubang atau polisi tidur justru berisiko untuk kedua bayinya yang tengah meminum susu.


"Semoga gak demam yah, Dad. Agak deg-degan," kata Mira.

__ADS_1


"Iya, nanti Daddy yang ronda malam deh. Mommy kalau bobok boleh, kan selama ini Mom Mira yang udah jagain dan ngasuh Twins. Gantian," kata Elkan.


Mendengarkan apa yang dikatakan suaminya, Mira tersenyum saja. Walau begitu di dalam hati merasa senang karena bisa bekerja sama sebagai orang tua untuk mengasuh kedua bayinya tanpa bantuan Babbysittter.


__ADS_2