
Untuk Mira dan Elkan, ini adalah sungguh-sungguh peraduan malam yang sangat indah. Sudah lama keduanya sama-sama menahan. Namun, ketika rasa itu datang dan bergejolak begitu saja yang ada Mira dan Elkan benar-benar berpadu dalam indahnya harmoni.
Elkan ingat tidak akan mandi terlalu malam, karena teringat bagaimana keduanya dulu masuk angin waktu di Sydney. Sekarang, lebih baik Elkan segera membawa istrinya ke kamar mandi. Walau Mira sebenarnya masih terengah-engah, tapi Elkan tidak mau istrinya itu masuk angin karena mandi terlalu malam. Apalagi, ketika Mira sekarang sedang berbadan dua. Kesehatannya harus benar-benar dijaga.
Elkan bahkan memandikan istrinya itu di bawah shower dengan air hangat. Sementara Mira menerima saja setiap perlakuan manis dari suaminya itu. Setelah hamil, dan diperlakukan dengan manis seperti ini justru membuat Mira sangat menyukainya.
Setengah jam berlalu, sekarang keduanya sudah berada di atas ranjang dan bergelung di balik selimut tebal di ranjang mereka. Elkan tersenyum, lantas pria itu mendekat dan mengecup kening Mira.
"Tumben banget kamu tadi, Honey. Sering-sering pengennya boleh kok," kata Elkan.
"Malu, Kak. Sebelumnya, mana pernah aku meminta. Gejolak hormonalnya benar-benar besar kali yah, Kak?" tanya Mira.
"Aku baca memang ketika kehamilan peningkatan hormon estrogen selama kehamilan akan membuat aliran darah di sekitar organ in-tim semakin kuat. Kondisi ini membuat organ intim menjadi lebih sensitif sehingga gairah untuk bercinta pun meningkat."
Elkan menjawab demikian karena itu adalah hal yang wajar bagi wanita yang tengah hamil. Justru memasuki trimester kedua itu gairah bercinta ibu hamil akan meningkat karena perut pun belum terlalu besar. Sementara, untuk trimester ketiga nanti dengan perut yang sudah semakin besar, biasanya gairah itu akan kembali menurun. Elkan sudah mempelajari semuanya. Oleh karena itu, dia memaklumi kondisi istrinya yang sekarang memang sedang mengandung itu.
"Makanya, kalau pengen yah bilang saja. Aku juga seneng kok. Kapan lagi coba seorang suami bisa nyenengin dan membahagiakan istrinya sendiri," balas Elkan.
"Heheheh, tapi aku malu banget, Kak. Dorongan dari mana tadi sampai aku bisa minta begitu," balas Mira.
"Gak apa-apa. Kalau kamu lebih bergairah gitu, aku malahan semakin menggebu, Honey. Yang penting kita melakukan semuanya pelan-pelan, supaya tidak menyakiti Twins. Tadi terlalu kencang enggak? Perut kamu sakit enggak?" tanya Elkan sekarang.
Mira sekarang menggelengkan kepalanya perlahan. Dia memang tidak merasakan apa pun. Justru sekarang rasa mengantuk itu datang dengan sendirinya.
"Enggak, sekarang malahan sudah mengantuk, Kak. Terbangnya terlalu tinggi sih tadi," balas Mira.
Lagi-lagi Elkan terkekeh geli. Bagaimana bisa istrinya itu berbicara demikian. Namun, Elkan juga mengakui dalam hati bahwa dia pun terbang terlalu tinggi tadi. Sangat enak, jari-jarinya seakan menyentuh gumpalan awan putih di angkasa.
Sekarang Elkan beringsut, pria itu melabuhkan beberapa kecupan di perut istrinya yang kian membuncit.
__ADS_1
Cup. Cup. Cup.
"Twins kesayangannya Daddy, jangan pusing yah tadi. Daddy harap kalian sehat-sehat di dalam rahimnya Mommy. Betah di dalam sini dulu yah, Twins. Nanti kalau sudah waktunya tiba, kita akan bertemu. Mommy dan Daddy akan menyambut kalian dengan penuh cinta."
Mira tersenyum mendengar suara suaminya yang tengah berbicara kepada baby twins nya itu. Akan tetapi, yang dikatakan benar adanya. Buah hatinya hadir karena cinta yang mereka miliki berdua. Kekuatan cinta yang menyatukan keduanya, hingga bakal janin terbukti, ditanam di dalam rahim, dan terus berkembang setiap minggunya.
"Rasanya gimana, Honey? Sekarang melakukannya saat kamu hamil?" tanya Elkan.
"Indah, Kak. Lebih dari indah. Aku tidak bisa mengungkapkannya," balas Mira.
Mendengar jawaban Mira, nyatanya Elkan kembali terkekeh. Apakah benar seperti itu perasaan istrinya kini? Jika benar adanya, itu seperti perasaan Elkan sekarang. Ya, itu adalah bentuk keindahan yang nyaris tak bisa dideskripsikan.
"Sama berarti. Aku juga merasakan itu kok," balas Elkan.
"Ya sudah, bobok dulu Honey. Kamu harus banyak istirahat," kata Elkan.
Dalam hati Mira sudah melakukan semuanya dan juga merasakan yang indah, tak enak rasanya jika Elkan kembali bekerja. Dia ingin menikmati peraduan malam dalam pelukan suaminya.
"Iya, malam ini enggak lembur kok. Aman. Khusus buat kamu. Apa pun yang Bumilku minta kalau aku bisa memberikannya akan aku penuhi, akan aku berikan," kata Elkan.
"Janji, kalau aku bobok ntar gak ninggalin kerja?" tanya Mira.
"Iya, janji. Toh, mana pernah juga, Honey. Suka aku kalau kamu bisa mengungkapkan apa yang kamu inginkan. Aku bahagia banget rasanya," balas Elkan.
Usai itu, Elkan berbaring lagi di sisi istrinya. Dia memeluk Mira dengan begitu erat. Tangannya mengusapi puncak kepala Mira dengan sangat lembut.
"Bobok, Honey. Aku peluk sepanjang malam ini."
Mempercayai ucapan suaminya, tidak butuh waktu lama Mira benar-benar terlelap di pelukan suaminya. Yang Mira rasakan sekarang justru tidurnya menjadi lebih lelap usai bercinta dengan suaminya. Jika bercinta bisa mempengaruhi kualitas tidur itu benar adanya. Sebab, Mira merasakannya sendiri.
__ADS_1
...🍀🍀🍀...
Pagi harinya ....
Fajar belum sepenuhnya menyingsing, tetapi Mira sudah terbangun ketika alarm di handphonenya berbunyi. Wanita itu tersenyum melihat Elkan yang berbaring di sisinya dengan satu tangan melingkari pinggangnya. Menatap Elkan tertidur menjadi pemandangan indah sendiri untuk Mira.
"Makasih, untuk semalam, Hubby. Itu sangat indah. Aku sudah mengatakannya semalam bahwa bersamamu seakan membuatku menggapai angkasa. Walau aku malu meminta, tapi kamu memberikan lebih dari apa yang aku mau. Makasih Hubby."
Mira bergumam seorang diri dalam hatinya. Setelah itu, dia menyelimuti suaminya dan turun dari ranjangnya. Pagi hari selalu dimulai Mira dengan membuat sarapan dan setelah itu mandi. Setelah semua, barulah dia akan membangunkan suaminya. Sehingga, ketika suaminya bangun dan mandi, tak berselang lama perutnya bisa diisi karena sarapan yang sudah siap.
"Kakak, bangun ... sudah pagi," kata Mira dengan mengusapi puncak kepala suaminya itu.
"Hm, bentar lima menit, Honey," sahut Elkan.
Mira akhirnya memilih memberikan perpanjangan lima menit untuk suaminya. Nanti, dia akan membangunkan suaminya lagi. Tepat lima menit, Mira membangunkan suaminya.
"Daddy, ayo bangun," kata Mira.
Elkan mengerjap, pria itu tersenyum melihat pemandangan indah seperti biasanya, istrinya sudah mandi terlebih dahulu dan begitu wangi.
"Curang, kamu udah mandi duluan," kata Elkan dengan suaranya yang serak khas orang bangun tidur.
"Kan setiap pagi, aku memang selalu mandi duluan," jawab Mira.
"Akhir pekan nanti, jangan mandi duluan. Kita mandi bersama saat aku libur nanti," pinta Elkan.
"Boleh, tapi jangan terlalu siang," balas Mira.
Elkan menganggukkan kepalanya. Senang sekali rasanya ketika apa yang dia minta kepada Mira selalu direspons dengan positif. Semoga saja nanti akhir pekan apa yang Elkan minta benar-benar akan diberikan oleh istrinya.
__ADS_1