
Tak afdol rasanya ketika menemui seseorang dan tidak mengajaknya makan. Oleh karena itu, Elkan mengajak Jerome untuk makan bersama. Di kafe itu juga, Elkan menaktir makan Jerome. Sajian pasta khas Italia yang dipilih Jerome.
"Makan Pasta aja yah ... bosen sama steak, pizza, dan lain-lain," kata Jerome.
Akhirnya, Elkan dan Mira menuruti saja apa yang Jerome mau. Untuk Elkan dan Mira sendiri, makan apa pun tidak menjadi masalah. Yang penting adalah perut terisi.
"Menikah muda enak, El?" tanya Jerome sekarang.
"Enak, malahan enak banget. Justru, dari pernikahan di usia muda bisa sama-sama melihat karakter kita dan pasangan seperti apa. Kalau ada masalah juga bisa diselesaikan bersama. Justru kita didewasakan," aku Elkan.
Jerome merespons dengan menganggukkan kepalanya. Sedikit banyak Jerome pun mendapatkan gambaran mengenai menikah di usia muda. Entahlah, Jerome memang tidak memiliki target menikah. Namun, setelah melihat Elkan menikah dan Kak Evan sudah menikah, rasanya berlama-lama menjomblo juga tidak ada guna.
"Begitu yah. Cuma kan harus cinta dulu. Gak mungkin kan menikah dulu baru cinta?" tanya Jerome.
"Mungkin kok, itu Mama dan Papa menikah dulu baru perlahan-lahan tumbuh rasa cinta," balas Elkan.
__ADS_1
Untuk masa lalu orang tuanya memang Elkan juga tahu. Bagaimana dulu Papa Belva menikah untuk mendapatkan keturunan. Siapa sangka, di tengah jalan cinta bisa tumbuh dengan sendirinya. Ada kalanya memang jalan cinta seseorang demikian, cinta bisa tumbuh usai pernikahan.
"Oh, begitu yah. Berarti ada juga yah kalau cinta bisa tumbuh usai pernikahan?" tanya Jerome.
"Bisa. Coba saja, kamu nikah dulu nanti sapa tahu bakalan jatuh cinta," balas Elkan.
Jerome tersenyum, dia melirik Mira sesaat, kemudian barulah menjawab. "Kalau ceweknya seperti Mira, kayaknya aku mau," balas Jerome.
"Wah, atmosfernya jadi gak enak ini," balas Elkan.
Jerome tertawa, dia kemudian menepuki bahu sepupunya itu. "Bercanda, El ... gini-gini gue tahu dan sepenuhnya mengerti. Apalagi melihat Mira bahagia pastinya kamu sangat bisa membahagiakan dia."
Elkan masih menganggap serius. Baginya kalau terkait Mira, dia tidak mau bercanda. Semua itu karena cintanya yang sangat besar untuk Mira. Cinta yang ingin melindungi Mira dan memastikan Mira selalu bahagia di sampingnya.
"Sorry, El."
__ADS_1
Jerome menjadi tidak enak sekarang. Hanya sebatas bercanda saja, Elkan bisa-bisa menjadi bad mood. Kemudian Mira yang sejak tadi diam, membawa tangannya untuk menyentuh punggung tangan suaminya.
"I'll always stand with you," kata Mira.
Elkan akhirnya menganggukkan kepalanya. Sekarang, dia menjadi lebih baik. Ucapan Mira saja sudah berhasil memperbaiki mood Elkan yang buruk tadi.
"Sorry ya, El. Aku cuma bercanda kok," kata Jerome sekarang.
Akhirnya Elkan menganggukkan kepalanya. "Iya, percaya saja, Jer. Tuhan akan mempertemukan kamu dengan sosok wanita yang baik. Bahkan bisa saja melebihi Mira."
"Setuju Kak Jerome ... untuk hambanya, pasti Allah akan sediakan pendamping yang sepadan," sahut Mira.
Jerome menganggukkan kepalanya. Di dalam hatinya dia juga mengamini semoga saja Allah akan berikan pendamping yang sepadan untuknya. Pendamping yang bisa melengkapinya.
"Semangat Kak Jerome," kata Mira.
__ADS_1
"Iya, Ra. Thanks yah," balas Elkan.
Diberi semangat oleh Mira membuat Jerome lebih semangat. Sebenarnya sejak ditolak Mira dulu sampai sekarang Jerome masih sendiri. Sukar baginya membuka hati. Semoga saja nanti dia akan mendapatkan kekasih yang baik untuknya.