Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Sorenya Parent Milenial


__ADS_3

Setelah seharian bekerja dan merasa rindu berat dengan Baby Aryan dan Aaliya. Sore harinya, sebelum pulang ke rumah, Elkan memilih untuk mampir ke toko buah terlebih dahulu. Dia membeli pisang dan apel merah yang kaya asam folat supaya Mira mendapatkan asupan asam folat yang bagus selama menyusui. Selain itu, Elkan juga membelikan Susu Almond yang bisa menjadi ASI booster untuk Busui.


Sore harinya, mendengar pintu gerbang terbuka dan suara mobil, Mira memilih turun dari kamarnya dengan menggendong Aryan dan Aaliya bersama-sama. Tentu yang hendak Mira lakukan adalah menyambut suaminya itu.


"Daddy pulang," kata Elkan.


"Sore, Daddy," sapa Mira dengan tersenyum cerah dengan menggendong dua baby nya.


"Udah pada mandi?" tanya Elkan.


"Udah dong ... tadi dimandiin Oma-Omanya, jadi aku bisa sekalian mandi," balas Mira dengan tersenyum.


Kemudian Elkan mengangkat sedikit setiap makanan yang dia beli untuk Mira. Ingin menunjukkan bahwa dia membeli buah tangan untuk istrinya itu.


"Aku beliin buah dan Susu almond untuk kamu, Honey," katanya.


"Wah, makasih banget, Daddy El," balas Mira.

__ADS_1


Usai mengatakan itu, Elkan berpamitan dengan istrinya dulu. "Daddy mandi dulu sebentar yah. Nanti kalau Daddy udah mandi, main sama Daddy," kata Elkan.


Elkan memang sudah dikasih tahu Papa Belva dan Papa Bram jika usai dari luar rumah sebaiknya mandi dulu. Banyak kotoran yang menempel di tubuh. Entah itu kuman atau virus yang tak terlihat. Oleh karena itu, Elkan memilih untuk mandi terlebih dahulu. Mira dan Twins A pun mengikuti naik ke kamarnya dan menunggu Elkan yang mandi.


Selang lima belas menit, Elkan sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar. Daddy muda itu hanya mengenakan kaos dan celana pendek saja, kemudian mendekat ke istrinya terlebih dahulu. Memberikan pelukan kepada istrinya.


"Seharian ngapain aja Mom Mira?" tanya Elkan.


"Ya, biasa aja, Kak ... ditambah ngasuh Twins aja. Tadi Oma-Omanya juga ke sini kok, Kak," cerita Mira.


"Peluk Daddynya Twins dulu. Kangen," kata Elkan.


Tampak Mira mendekap tubuh suaminya, mendekatkan ke dada suaminya itu. Untuk sesaat Mira memejamkan matanya. Kangen juga dengan suaminya. Hari pertama kembali ditinggal bekerja rasanya memang sangat rindu. Namun baru semenit keduanya saling berpelukan, sudah ada Baby Aaliya yang menangis. Praktis, Mira dan Elkan pun saling mengurai pelukannya.


"Putrinya Daddy gak mau Daddy dan Mommy pelukan yah," kata Elkan dengan terkekeh geli.


Elkan pun segera menundukkan tubuhnya dan menggendong Aaliya yang menangis. Dia sedikit mengangkat tubuh putrinya itu, mendekatkan si baby ke dadanya dengan satu tangan mengusapi punggung Baby Aaliya.

__ADS_1


"Kenapa Sayangnya Daddy? Mau cerita apa sama Daddy?" tanya Elkan.


"Merajuk itu, Dad ... biasa anak cewek," kata Mira.


Elkan pun tertawa. Dia kecup perlahan kening putrinya itu. Aroma minyak telon dan parfum bayi seakan menyapa indera penciuman Elkan, dan juga lembutnya kulit bayi itu terasa begitu halus.


"Iya yah ... putrinya Daddy merajuk yah. Tahu enggak, Aaliya. Hidupnya Daddy itu lengkap. Punya Queen, Prince, dan Princess. Aaliya ini Princess-nya Daddy yah," kata Elkan.


Baru sebentar Aaliya diam, sekarang giliran Aryan yang menangis. Lucunya, tangisan Aryan yang lebih kencang membuat Aaliya pun ikut menangis. Hingga sekarang Mira menggendong putranya.


"Kalian ini kompakan yah? Nangisnya kayak sahut-sahutan. Lucu banget sih," kata Mira.


"Katanya sih baby memang begitu, Mom ... refleksnya kan mengikuti apa yang terjadi dan terdengar di sekitarnya," kata Elkan.


"Wiss, Daddy El keren loh. Banyak pengetahuannya sekarang," sahut Mira.


"Kan kita parents milenial, Honey. Semua juga ada di ujung jari. Tinggal mau belajar apa enggak," balas Elkan.

__ADS_1


Memang begitulah adanya orang tua milenial seperti Elkan dan Mira. Bisa mendapatkan banyak informasi parenting dengan ujung jarinya. Bisa belajar banyak dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.


__ADS_2