
Tidak terasa satu bulan sudah berlalu dan kehidupan rumah tangga Mira dan Elkan berjalan dengan baik adanya. Sekarang Aryan dan Aaliya juga sudah berusia tiga bulan. Kedua bayi kembar itu terlihat begitu menggemaskan dengan pipi-pipinya yang semakin chubby.
"Gak terasa Aryan dan Aaliya udah tiga bulan, Honey," kata Elkan kepada istrinya itu.
"Iya, Kak. Tiga bulan lagi, mereka akan MPASI. Luar biasa rasanya," balas Mira.
Elkan kemudian menganggukkan kepalanya. Memang tiga bulan rasanya begitu cepat. Bahkan Aryan dan Aaliya juga tumbuh begitu pesat juga.
"Kamu udah selesai palang merah terpanjang belum, Honey?" tanya Elkan sekarang.
Maklum, dalam tiga bulan terakhir Elkan memang belum sama sekali meminta haknya. Memilih sabar, sama seperti yang dia katakan sebelumnya. Walau Mira pernah menawarkan, tapi Elkan memilih sabar.
"Sudah sejak dulu kok, Kak. Waktu itu hanya sebulan," balas Mira.
Elkan menganggukkan kepalanya, jika dihitung-hitung berarti memang sudah melewati waktu dua bulan. Mungkin sudah menjadi waktu yang aman untuk kembali berhubungan.
"Kakak mau?" tanya Mira.
Elkan malahan menggelengkan kepalanya. "Konsultasi ke Dokter dan sekalian merencanakan menjaga jarak kehamilan, Honey. Takut nanti terjadi lagi. Padahal kalau Caesar kan jedanya minimal tiga tahun. Takut kalau tiba-tiba jadi. Ada kasus seperti itu soalnya," balas Elkan.
Mira menyambut baik ide dan saran dari suaminya itu. Memang dirinya belum mendapatkan masa haid lagi dalam dua bulan terakhir, katanya ketika masih meng-ASI-hi itu bisa menjadi KB Alamiah. Akan tetapi, yang dikatakan Elkan ada benarnya yaitu untuk menjaga jarak kehamilan karena sebelumnya Mira melahirkan secara Caesar.
"Boleh aja, Kak. Kapan kamu mau antar aku ke Dokter?" tanya Mira sekarang.
"Besok enggak apa-apa, Honey. Lebih cepat, lebih baik."
Mira tersenyum sendiri jadinya. Walau begitu, Mira tetap menyambut baik niat suaminya. Daripada terjadi hal-hal di luar prediksi, lebih baik menjaganya.
__ADS_1
"Ya sudah, besok aku akan titipkan Aryan dan Aaliya ke Mama dan Papa, Kak. Besok pagi, aku juga mendaftar ke Dokter. Tanya-tanya dan konsultasi dulu aja kan?"
"Iya, memang konsultasi aja. Kalau memang mau kontrasepsi harus nunggu masa Palang merah lagi, Next kita datang lagi."
Sebagai pasangan muda milenial memang keduanya harus lebih aktif dengan informasi. Bertanya langsung ke ahlinya tidak menjadi masalah. Itu justru lebih baik untuk Elkan dan Mira.
...🍀🍀🍀...
Keesokan Harinya ....
Mira dan Elkan benar-benar menitipkan Aryan dan Aaliya kepada Oma Marsha dan Opa Abraham. Kali ini keduanya hendak ke Rumah Sakit terlebih dahulu, sehingga lebih baik menitipkan anak-anak kepada Oma dan Opanya. Jarak rumah mereka juga tidak terlalu jauh, sehingga bisa dengan mudah menitipkan anak.
Sekarang mereka menuju ke Rumah Sakit berdua. Memang sekadar untuk konsultasi terlebih dahulu saja.
"Semoga nanti antrinya tidak begitu lama yah, Kak," kata Mira.
Mira kemudian menganggukkan kepalanya. "Terakhir keluar berdua kan sebulan yang lalu, waktu Kakak ngajak aku ke Mall. Baru menitipkan Aryan dan Aaliya ke Mama kan hari ini," balas Mira.
"Iya, aku ingat kok. Tenang saja. Lagipula, abis dari Rumah Sakit, kita juga pulang," balas Elkan.
Begitu sudah tiba di Rumah Sakit, mereka masih menunggu. Sekaligus Mira teringat lagi bagaimana dulu setiap bulannya ke Rumah Sakit dan memeriksakan kondisi janinnya. Hamil dengan jalan bayi tabung, hingga akhirnya bersalin, dan kini janinnya sudah tumbuh menjadi anak-anak yang menggemaskan. Cukup lama keduanya menunggu, hingga nama Mira dipanggil oleh seorang perawat di sana.
"Silakan, Mom Miranda," kata Perawat itu.
Mira dan Elkan pun memasuki ruang konsultasi dengan Dokter Indri. Rasanya selalu menyenangkan bertemu lagi dengan Dokter yang sudah sepuh itu. Keramah-tamahan sang Dokter membuat Mira rindu.
"Wah, pasangan muda ke sini lagi. Ada yang perlu Oma Dokter bantu?" tanyanya.
__ADS_1
"Hanya sekadar konsultasi, Dokter."
Dokter Indri menganggukkan kepalanya, siap mendengarkan konsultasi dari pasangan muda yaitu Elkan dan Mira. "Boleh, silakan. Konsultasi langsung dengan Oma Dokter juga lebih baik," katanya.
"Begini Dokter, sebenarnya Mira sudah selesai masa nifas sejak dua bulan yang lalu, tapi belum kembali mendapatkan haid. Kalau untuk memasang kontrasepsi sebaiknya bagaimana?" tanya Mira.
"Sebenarnya waktu Mira memberikan ASI eksklusif ini disebut KB alami. Mengapa demikian? Ketika seorang ibu memberikan ASI terjadi peningkatan hormon prolaktin yang bisa mencegah terjadinya ovulasi. Cara mencegah kehamilan dengan menyusui dapat efektif hanya kalau bunda menyusui secara eksklusif. Jeda waktu menyusui lebih dari 4 jam dalam 24 jam sehari hanya boleh satu kali terjadi."
"Bagaimana kalau sudah KB alami dan memberikan ASI eksklusif dan tahu-tahu bisa hamil, Dokter?" tanya Mira lagi.
Sekarang Dokter Indri yang tersenyum. Memang meningkatnya hormon prolaktin bisa mencegah terjadinya Ovulasi, tetapi memang banyak kasus terjadi ketika ibu yang masih memberikan ASI justru hamil lagi.
"Ada syaratnya, Mira. Pertama, ibu yang menyusui belum mendapatkan haid sejak melahirkan. Kedua, bayi berusia 0-6 bulan. Ketiga, memberikan ASI secara eksklusif. Sejak nifas, Mira sudah haid lagi?" tanya Dokter Indri.
"Belum haid lagi, Dokter. Cuman, kami ingin mengatur jarak kelahirannya juga. Apalagi kemarin kan persalinannya caesar. Sebelumnya Dokter berkata kalau setidaknya memiliki jarak tiga tahun," balas Mira.
"Sekarang tidak apa-apa kalau berhubungan suami istri. Kalau Mira dan suami memang ingin mengatur jarak kehamilan, Dokter sarankan selesai masa haid, Mira bisa ke sini dan juga memasang kontrasepsi. Benar, memang sebaiknya bersalin lagi setelah tiga tahun. Kalau kurang dari tiga tahun, saya agaknya harus membuka jahitan sebelumnya."
Elkan mendesis merasa ngeri manakala Dokter Indri mengatakan membuka jahitan lagi. Itu yang Elkan tidak inginkan. Dia tidak ingin istrinya mengalami rasa sakit berlebih. Lebih baik dijaga dan mengatur jarak persalinan selanjutnya.
"Mira dan suami masih ingin baby lagi tidak? Masih ada dua embrio yang belum ditransfer," kata Dokter Indri sekarang.
"Pengen, Dokter ..., tapi tidak sekarang. Aryan dan Aaliya biar lebih besar dulu," jawab Mira.
"Benar, saya juga setuju begitu. Ada yang perlu ditanyakan lagi tidak?" tanya Dokter Indri.
Mira dan Elkan menggelengkan kepalanya. Sudah sangat jelas mendengarkan penjelasan dari Dokter Indri yang begitu detail. Yang pasti yang harus Mira lakukan adalah begitu selesai haid, dia akan kembali ke Dokter Indri untuk memasang kontrasepsi. Dengan begitu, Mira bisa fokus membesarkan Aryan dan Aaliya terlebih dahulu. Menjaga jarak persalinan itu lebih baik, karena bagaimanapun tubuh dan mental seorang ibu juga harus lebih siap untuk memiliki buah hati lagi.
__ADS_1