Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Pagi-Pagi Orang Tua Baru


__ADS_3

Keesokan paginya, Mira bangun dengan Elkan yang sudah bangun terlebih dahulu. Elkan memang memilih mengambil cuti terlebih dahulu. Akan tetapi, Elkan bersedia jika memang ada pekerjaan urgen, dia akan mau mengerjakannya dari rumah.


Beberapa hari ini, Elkan ketika bangun akan segera mencuci pakaian bayi anaknya dulu di mesin cuci. Terlebih baby newborn memang lebih banyak pup dan muntah ASI. Sehingga, sekarang Elkan memiliki kebiasaan baru begitu bangun tidur langsung mencuci pakaian bayi kembarnya.


Semua itu Elkan lakukan juga karena Mira masih pemulihan pasca operasi Caesar. Toh, kerjaan yang mudah. Hanya memasukkan ke dalam mesin cuci saja dan kemudian memencet tombol di mesin cuci. Nanti kalau sudah selesai, hanya tinggal menjemur.


"Mau dibuatin sarapan apa, Honey?" tanya Elkan kepada istrinya.


"Nanti aku buatkan aja, Kak. Masak malahan kamu yang repot banget sejak punya baby," balas Mira.


"Ya enggak apa-apa. Kamu juga hectic dengan dua bayi kecil kita. Santai saja, Honey," balas Elkan.


Menurut Elkan sendiri juga istrinya begitu hectic. Pagi hari menjemur dua baby nya, bergantian memandikan, dan setelahnya memberikan ASI. Itu adalah rutinitas pagi yang hectic. Sehingga, Elkan pun berusaha sebisa mungkin untuk membantu kerjaan rumah sebisanya.


"Kita mandiin Twins A dulu yuk, Kak," ajak Mira kepada suaminya.


"Boleh. Aku siapkan air hangat dulu."


Elkan pun segera masuk ke dalam mandi dan menyiapkan untuk mandi Baby A dulu. Mira memandikan kedua baby nya secara bergantian. Bahkan sekarang Mira juga banyak berbicara untuk mengajak babynya sounding. Membiasakan untuk komunikasi dengan babynya sejak kecil.

__ADS_1


Selang beberapa menit, Twins A sudah mandi, dan begitu harum karena mengenakan minyak telon dan parfum khusus bayi yang lembut. Usai itu, Mira bersiap memberikan ASI untuk Aryan dan Aaliya.


"Ng-ASI lagi, Honey?" tanya Elkan.


"Iya, palingan abis ini Twins udah pada bobok," balas Mira.


"Mommy Mira pinter banget. Kamu cekatan juga, Honey. Luar biasa," puji Elkan.


"Luar biasa apanya Kak? Aku kadang masih takut-takut kok, Kak," jawab Mira dengan jujur.


Ada kalanya memang Mira takut bagaimana memegang bayinya nanti. Akan tetapi, Mira menguatkan dirinya sendiri bahwa dia pasti bisa melakukan. Menjadi seorang Ibu juga adalah proses belajar, karena itu Mira berusaha dengan hati-hati.


"Hari ketujuh, Kak. Lusa. Yah, sudah enakan sih badanku. Cuma bawaan masa nifas kali yah," kata Mira sekarang.


"Ya mungkin saja, Honey. Nanti kontrol saja. Twins A mau imunisasi di mana nanti? Di rumah sakit atau di mana?" tanya Elkan.


"Yang temannya Mama Sara yang suaminya Dokter itu di mana Kak? Katanya memiliki klinik sendiri kan? Ke sana saja yuk," ajak Mira.


Pertanyaan Mira itu merujuk kepada teman Mama Sara dan Papa Belva yang dulu datang kala Mira menggelar acara tujuh bulanan. Kala itu ada pasangan Tante Kanaya dan Om Bisma yang datang. Mira masih ingat bahwa Om Bisma adalah seorang Dokter Spesialis Anak. Selain itu, yang melakukan visitasi Twins A di Rumah Sakit pasca dilahirkannya juga adalah Om Bisma. Sehingga, memang Mira berencana ke kliniknya Om Bisma saja.

__ADS_1


"Oh, Om Bisma yah?" tanya Elkan.


"Iya, kan yang visitasi Twins A juga Om Bisma kok, Kak. Ke sana aja yuk?"


"Boleh, aku cari alamat kliniknya dulu," balas Elkan.


Sebisa mungkin Elkan akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga kecilnya. Mendampingi Mira dan turut memiliki peran untuk mengasuh Twins A.


***


Dear Pembaca Setia,


Lantaran banyak pembaca yang meminta cerita ini tidak keburu tamat. Oleh karena itu, saya lanjutkan cerita ini yah. Jangan bosen yah untuk membaca kisah rumah tangga pasangan Milenial ElMira. Namun, tolong selalu like dan komentar biar Authornya selalu semangat.


Dukung di cerita terbaru Staycation With Boss juga yah. 🥰


Salam Sayang,


Kirana😍

__ADS_1


__ADS_2