Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Ngedate Halal


__ADS_3

Mira tersenyum ketika Elkan mengungkapkan lagi perasaan sayangnya. Bahkan yang lebih terkesan memorable karena Elkan masih ingat bahwa Mira ketika masih kecil suka dengan kembang api. Untuk memori ketika mereka masih sama-sama kecil saja Elkan ingat.


"Kamu dulu yang mengajakku main kembang api," balas Mira.


"Kamu masih ingat?" tanya Elkan.


Tampak Mira menganggukkan kepalanya. "Iya, aku masih mengingat. Sewaktu kita berdua masih kecil dulu," balas Mira.


Entah rasanya begitu sangat bahagia, ketika dua orang sama-sama mengenang masa kecil mereka. Memori yang sudah terjadi dulu, jadi efek manisnya masih terasa sampai sekarang. Memang begitulah kenangan. Walau sudah begitu lama, tapi Elkan dan Mira masih sama-sama mengingatnya.


Di tempat itu juga, Elkan seperti memasang LCD dan juga ada sofa yang sengaja dia persiapkan. Dia ingin mengajak Mira untuk nonton bersama.


"Nonton film mau, Ra?" tanyanya.


"Hmm, iya boleh Kak," balas Mira.


Ada sebuah film yang Elkan putar waktu itu. Genre romantis remaja, sesuai usia mereka. Elkan juga menyukai film dengan tema superhero, tetapi rasanya momennya tidak tepat jika harus mengajak Mira melihat Superhero yang dia suka. Duduk bersama, di satu sofa. Beratapkan langit malam, dengan beberapa bintang yang mungkin saja menampakkan dirinya, diiringi dengan angin semilir seolah memberikan sapaan yang hangat.


"Suka filmnya enggak?" tanya Elkan.


"Iya, suka ... oh, iya, Mama dan Papa tidak ada ya Kak?" tanya Mira.


"Ada kok ... Mama dan Papa di dalam, aku sudah reservasi bagian rooftop. Kencan di rumah kan tidak masalah. Tidak perlu jauh-jauh juga kan?"


Mira tersenyum perlahan, dia menganggukkan kepalanya secara sama, dengan masih memegangi boneka dari Elkan. Sangat aneh, debaran cinta SMA itu terasa sangat mendebar. Bahkan ada rasa salah tingkah. Padahal mereka adalah teman sejak kecil, tapi tetap saja debarannya sangat asing di dada Mira.

__ADS_1


"Mungkin nanti di Australia, kalau pulang kuliah, kita bisa nonton film bersama, Ra," ucap Elkan.


"Boleh juga ... drama korea suka enggak Kak?" tanya Mira.


"Kamu suka drama Korea?" tanya Elkan.


"Suka sih, Kak ... lihat Opa-Opa," balas Mira.


Elkan tampak menganggukkan kepalanya. "Rupanya kamu suka drakor juga yah. Oke boleh, saling menikmati yang kita suka gantian kan tidak masalah," balas Elkan.


"Makasih Kak," balas Mira.


"Kok kamu hobi banget bilang terima kasih sih, Ra?" tanya Elkan lagi.


Gadis itu kembali menganggukkan kepalanya. "Iya, Mama dan Papa selalu mengajari itu. Untuk apa yang orang lain lakukan atau berikan kepadamu, selalu ucapkan terima kasih. Aku selalu mengingat ucapan Mama dan Papa," balas Mira.


"Kak, usai film ini, anterin aku pulang yah? Sudah malam soalnya," ucap Mira.


"Iya, pasti aku anterin. Jalan kaki aja yah," balas Elkan.


Tentu Elkan ingin jalan kaki, supaya bisa mengulur waktu dan bisa lebih lama bersama dengan Mira. Tepat ketika, film usai Elkan segera mengantar Mira untuk pulang.


Rupanya Elkan mengajak Mira jalan kaki, karena pemuda ingin ingin menggandeng tangan Mira. Ya, Elkan sekarang sedang menautkan tangan dan jari-jemarinya ke tangan Mira, permukaan tangan Mira begitu lembut, Elkan tersenyum ketika Mira tidak keberatan ketika dia menggandeng tangannya.


"Ngedate halal, Ra," ucap Elkan.

__ADS_1


Bagaimana tidak halal, keduanya sebenarnya sudah menikah. Hanya menjalani hubungan sesuai dengan usia mereka saja, menuruti apa kata hatinya. Tidak berlebihan ketika menyingkapi satu hubungan.


"Iya, Kak ... kalau kamu manggilnya Kakak gini, kesannya kayak Kakak dan Adik enggak sih?" tanya Elkan sembari keduanya menyusuri jalanan di kompleks itu.


"Ya, enggak ... Mama aja dulu manggilnya Papa juga 'Mas', setelah kami anak-anaknya makin dewasa, Mama manggilnya jadi Papa," balas Mira.


"Ya sudah, gak apa-apa."


Sepanjang jalan mereka telusuri bersama, hingga Elkan sudah sampai di rumah Mira. "Aku anterin masuk ke dalam yah, sekalian mulangin kamu ke Mama dan Papa," ucap Elkan.


Gadis itu tersenyum. Elkan begitu sopan dan bahkan dia tahu bagaimana memulangkan seorang gadis dengan benar, tidak mengantarnya begitu saja sampai di depan rumah. Pantas saja Mama dan Papanya langsung memberi lampu hijau untuk menikahkan dia dengan Elkan, karena karakter Elkan memang baik dan sopan.


***


Dear Pembaca Setia,


Halo semuanya ....


Cerita ini masih akan berlanjut. Sebelumnya, aku minta maaf jika alurnya dinilai lama. Namun, jika dibaca dan disingkapi ada nilai-nilai di tiap Babnya. Semangat belajar, kesopanan dengan orang tua dan mertua, dan aspek lainnya. Maaf, aku memang kurang bisa membuat cerita dengan alur yang cepat dan langsung menghantam habis.


Dukung selalu yah ...


Semoga bisa melihat cerita ini dari romansa anak muda dan memberi pelajaran hidup, mengambil nilai yang baik di dalamnya. Bukan sekadar nikah SMA yang sembunyi-sembunyi dan mengejar hasrat.


With Love,

__ADS_1


Kirana^^


__ADS_2