
Sydney, kota terbesar di Australia, sekaligus ibu kota negara bagian New South Wales adalah kota yang akan menjadi tempat bermukim untuk Mira dan Elkan kurang lebih selama empat tahun. Bagi Mira, yang sebelumnya tidak pernah keluar dari Indonesia dan sekarang menginjakkan kakinya di Sydney, tentu saja The Harbour City itu menjadi tempat yang asing. Untung saja, di negeri Kangguru ini dia tidak sendirian, melainkan dia akan tinggal bersama Elkan, suaminya.
Ketika pagi tiba di bandara, sekarang mereka menuju Seasons Apartment di Sydney yang berjarak sekitaran lima menit saja dari Sydney of University. Apartemen yang akan Elkan dan Mira tempati memang hanya apartemen berukuran studio dengan satu kamar.
Sebenarnya, Papa Belva menawarkan apartemen yang lebih besar, tapi Elkan menolak karena harga properti di Sydney begitu mahal. Sayang, jika hanya ditempati selama empat tahun saja. Toh, usai itu Elkan dan Mira akan segera kembali ke Indonesia.
"Ini akan menjadi tempat kita, Ra," ucap Elkan dengan membuka apartemen dengan tipe studio itu. Hanya ada satu kamar, dapur kecil, dan juga kamar mandi dalam. Pemandangan yang terlihat dari jendela kaca di apartemennya memang bukan Darlings Harbour yang terkenal dengan Opera House-nya, melainkan hanya gedung-gedung dan juga birunya langit Australia.
"Memang kecil ... tapi cukup dan cocok untuk pasangan muda seperti kita. Daripada ruangan yang besar dan lebar, apartemen dengan konsep apartemen lebih cocok, menghemat waktu dan tenaga untuk bersih-bersih juga," ucap Elkan.
Mira menganggukkan kepalanya. Asalkan tempatnya nyaman saja, dia tidak masalah. Selain itu yang penting bersih juga sudah cukup.
"Di sini ada air dingin dan air panas juga, karena di Australia ada musim dingin. Jadi, jangan khawatir. Nanti kita tambah beli room heater ketika musim dingin tiba," jelas Elkan.
"Iya Kak, makasih banyak yah ... baru sebentar saja, aku sebenarnya sudah kangen rumah. Namun, aku harus semangat kan? Harus mengejar impianku. Terlebih, beasiswa ini aku dapatkan dan memang aku menginginkannya," ucap Mira.
__ADS_1
Elkan menganggukkan kepalanya. "Benar, semangat. Kamu jangan sedih, kan ada aku. Ya sudah, mandi sana. Istirahat dulu, nanti siang kita keluar makan. Mau mandi bersama?" tanya Elkan dengan spontans.
"Enggak, mandi sendiri," balas Mira dengan buru-buru mengambil pakaian ganti dari kopernya dan bergegas ke kamar mandi.
Elkan hanya tertawa sendiri sembari menyugar rambutnya. Rasanya lucu, dan gemas menjadi satu. Elkan jika sudah begini, tidak sabar untuk benar-benar meminta haknya kepada Mira.
Setengah jam berlalu, keduanya sudah sama-sama mandi. Elkan pun mengajak Mira berbaring di tempat tidurnya.
"Istirahat dulu saja, Ra ... aku masih ngantuk. Nanti siang kita keluar cari makan siang yah," ucap Elkan.
Mira menganggukkan kepalanya. Dia berbaring di sisi Elkan, hendak mengambil posisinya dengan Elkan yaitu tidur dengan saling menggenggam tangan. Namun, ternyata Mira salah, karena sekarang Elkan menelisipkan tangannya, dan membawa kepala Mira untuk bersandar di antara lengan dan dekat dengan dadanya.
"Hmm, apa?" tanya Elkan.
"Ini?"
__ADS_1
Mira terkesiap sungguh. Sebab, dalam seminggu terakhir, mereka tidur hanya dengan saling menggenggam tangan saja. Tidak pernah berdekatan seperti ini. Paling juga Elkan yang curi-curi untuk mengecup bibirnya. Terlihat jelas, Elkan yang benar-benar menjaga dirinya. Pun, menahan supaya keinginannya untuk bisa menikmati malam pertama bisa dilakukan di Sydney.
"Iya, sekarang kan kita tinggal berdua saja, Ra ... aku dan kamu. Kalau di rumah, jujur aku sungkan dengan Mama dan Papa. Walau satu kamar. Aku sungkan," jawab Elkan.
Pemuda itu tampak meneguk salivanya mana kala kian mempererat dekapannya di tubuh Mira, membuat Mira kian merapat erat dengan dirinya. Bahkan dada Mira sampai mengenai dirinya.
"Kamu ingat kan? Di Australia nanti, aku tidak akan segan-segan. Jadi, kamu harus selalu bersiap," ucap Elkan lagi.
Seketika Mira menjadi membeku di tempatnya. Dia kembali teringat dengan ucapan Elkan tersebut, di malam ketika usai resepsi. Apakah mungkin sekarang, Elkan akan mengambil haknya itu. Gugup? Tentu saja gugup. Terlebih Mira adalah gadis polos yang suka belajar, yang dia tonton hanya drama korea yang paling banter hanya ciuman bibir saja, tidak pernah ada adegan dewasa. Sehingga, dia seolah membeku di dalam dekapan Elkan.
"Kamu capek banget enggak, Ra?" tanya Elkan sekarang.
"Tidak begitu kok," balas Mira dengan begitu lirih.
"Mira, kalau sekarang?"
__ADS_1
Apa yang dimaksud Elkan dengan kata sekarang? Di Sydney sekarang baru akan jam 08.00 waktu Sydney. Masih pagi. Mungkinkah akan menjadi pagi yang menggelora untuk keduanya?
Lanjut atau besok Bestie? :D