
Alhasil, benar-benar sampai dini hari Elkan dan Mira menuntaskan semuanya. Anehnya, tidak ada rasa kantuk yang menyapa. Justru, keduanya masih bugar. Bola mata keduanya pun begitu bening, dengan senyuman yang tergurat indah di wajah mereka.
"Kamu makin pinter, Honey ... kalau begini terus. Aku kalah dong," kata Elkan.
Pria itu berbaring di sisi istrinya. Dengan jujur, Elkan mengakui betapa pintarnya Mira sekarang dalam urusan untuk memuaskannya. Perkembangan Mira sangat signifikan. Setiap Mira menyentuhnya, membuainya, Elkan benar-benar terbang dan melayang.
"Jangan bicara begitu, Kak. Aku malu," balas Mira.
"Kenapa juga malu. Harusnya kamu bangga bisa memegang kendali penuh. Bisa membuat suamimu ini benar-benar tanpa daya," sahut Elkan.
"Ya, tetap aja malu, Kak."
Kedua sejoli itu sama-sama tertawa. Mira malu, walau dia senang ketika bisa memberikan kepuasan batin untuk. suaminya. Sekali lagi, Mira tidak belajar dari siapa pun. Dia hanya mengikuti kata hatinya saja, mengikuti instingnya, mengeksplorasi tubuh suaminya saja. Siapa sangka semuanya itu justru berhasil.
"Cantik, pinter kuliahnya, pinter muasin suami. Paket lengkap, Honey," balas Elkan.
"Udah, Kak ... aku malu, mandi yuk. Kita bersih-bersih dulu, takut dosa."
Mengalihkan pembicaraan, Mira memilih untuk mengajak suaminya mandi terlebih dahulu. Jam sudah menunjukkan 02.00 waktu Sydney, tapi keduanya masih menyempatkan untuk mandi. Tidak ingin berdosa, tapi menjaga dan mengamalkan bahwa ini adalah wujud ibadah dalam pernikahan.
"Rekor, Honey. Jam segini mandi bersama. Harapanku sih, kita gak masuk angin yah," kata Elkan.
"Iya, Kak. Aku juga berharapnya begitu. Mana musim dingin dan mandi dini hari. Ya ampun ...."
Memang ketika tadi tubuh terkena air hangat rasanya tidak dingin. Keramas pun rasanya hangat dan segar. Akan tetapi, begitu mandi usai dan kembali ke kamar, barulah tubuh terasa menggigil. Buru-buru Elkan membereskan sisa-sisa pakaian mereka yang berserakan. Merapikan sprei dan tempat tidur terlebih dahulu. Setelahnya dia mengajak Mira untuk bergelung di bawah selimut.
"Hiii, dingin, Kak," kata Mira, tubuhnya terasa bergetar karena benar-benar dingin.
__ADS_1
Elkan segera mengeratkan pelukannya, tak ingin istri tercintanya kedinginan. Selain itu, penghangat ruangan atau room heater juga Elkan atur sedemikian rupa supaya Mira tidak kedinginan. Elkan juga menyelimuti Mira sampai ke kakinya.
"Aku peluk, Honey. Maaf yah. Gara-gara mandi dini hari di musim dingin, bikin kamu. kedinginan," kata Elkan.
"Kalau kita gak mandi, dosanya besar, Kak," balas Mira.
"Iya, aku tahu. Ya sudah, bobok yuk ... sudah mau subuh ini," balas Elkan.
Dengan terus memeluk Mira dan mendekapnya dengan begitu erat, akhirnya Mira perlahan tertidur. Rasanya dingin itu perlahan-lahan tergantikan dengan rasa hangat. Kantuk pun menyapa. Kini, keduanya benar-benar tertidur bersama.
...🍀🍀🍀...
Keesokan Paginya ....
Lantaran tidur terlalu malam, Mira dan Elkan terbangun lebih siang. Hampir jam 10.00 waktu Sydney keduanya baru terbangun. Akan tetapi, Mira terbangun dengan bersin-bersin, bahkan satu hidungnya terasa mampet. Sementara Elkan juga merasa meriang.
Pria terbangun dan tangannya merayap-rayap mengambilkan tissue di nakas untuk Mira yang bersin-bersin. Hidungnya saja sampai memerah.
"Kak," balas Mira dengan suara yang serak.
Elkan beringsut, sekarang dia sudah duduk. Setelah itu, Elkan menyentuh kening Mira untuk memastikan apakah istrinya itu demam sekarang karena semalam Mira kedinginan.
"Kamu agak demam, Honey."
Seketika, Elkan merasa panik. Tidak biasanya Mira sakit seperti ini. Istrinya itu termasuk memiliki daya tahan tubuh yang baik dan tidak mudah terkena flu.
"Agak dingin aku," keluh Mira sekarang.
__ADS_1
"Sarapan dan minum obat yah," tawar Elkan.
Akan tetapi, Mira menggelengkan kepalanya. Dia tidak lapar dan enggan untuk sarapan. Menurutnya yang enak hanya berbaring saja di ranjang, terlebih hari ini surya pun seolah belum menyapa.
"Kamu sakit, Honey. Maaf yah, pasti gara-gara semalam," balas Elkan dengan perasaan menyesal.
"Masuk angin mungkin, Kak ...."
Elkan segera turun dari ranjang. Pria itu segera mencari rempah-rempah yang biasanya dibeli Mira. Kemudian dia menemukan Jahe dan Serei. Elkan pun segera membakar jahe itu, kemudian menggepuknya, dan menyeduhnya dengan air mendidih. Serei pun dia geprek terlebih dahulu. Kemudian Elkan tambahkan gula dan lemon.
Minuman aromatik kaya rempah yang baik untuk tubuh ketika flu. Lantas, Elkan meminta Mira untuk duduk terlebih dahulu.
"Minum dulu, Honey," katanya.
Menurut, Mira pun duduk dengan bersandar di head board ranjangnya. Sementara Elkan yang memegangi gelas dan membantu Mira untuk minum.
"Kamu juga minum aja, Kak," kata Mira.
Akhirnya Elkan mengambil gelas yang lain dan meminum itu. Meriang pun mulai mereda, juga Elkan bisa bersendawa membuat perutnya terasa lebih enak.
"Maaf yah. Gak lagi deh, bercinta di tengah malam. Bikin kamu masuk angin," kata Elkan.
"Gak apa-apa, Kak ... mungkin karena musim dingin juga," balas Mira.
"Bercintanya gak masalah, mandinya dini hari yang bikin masalah. Ditambah baru musim dingin," kata Elkan dengan menyesal.
"Tidak apa-apa. Nanti aku sarapan dan minum Tolak ang*in sembuh kok."
__ADS_1
Sekarang Elkan juga belajar, kalau saat musim dingin lebih baik tidak mengambil risiko terlalu besar. Sebab, dia kasihan dengan Mira yang sampai masuk angin karena dia. Yang dia mau istrinya bisa tetap sehat, kalau pun ada yang sakit, biarlah Elkan saja yang sakit, bukan istrinya.