
Malam harinya, seluruh keluarga sudah pulang. Di rumah, tinggal Elkan, Mira, dan dua bayinya. Elkan sesungguhnya ingin membantu Mira, tapi dengan keadaannya sekarang Elkan belum bisa membantu istrinya. Hal itu membuat Elkan menjadi resah. Hasrat hati ingin turut membantu, tapi Elkan hanya bisa mengamati istrinya yang melakukan semuanya seorang diri.
"Honey, apa yang bisa kubantu?" tanya Elkan.
Sekarang Baby Aryan sedang pup dan menangis. Seolah momennya tidak tepat. Elkan pun berinisiatif untuk bisa membantu Mira.
"Daddy istirahat saja, aku bisa kok," balas Mira.
Sejak siang tadi Elkan ingin bisa membantu istrinya. Akan tetapi, Mira selalu meminta Elkan untuk istirahat. Padahal Elkan juga ingin dilibatkan.
"Aku yang ambilin diapersnya yah," kata Elkan sekarang.
Akhirnya, Elkan memilih berdiri dan mengambilkan diapers untuk memgganti Aryan yang usai pup. Kemudian Elkan juga berinisiatif untuk membuang diapers yang kotor. Apa yang bisa Elkan lakukan akan Elkan lakukan. Daripada hanya diam dan juga resah seorang diri. Hasrat hati ingin melakukan banyak hal, tapi istrinya memintanya beristirahat.
Usai Aryan sudah bersih, Mira kemudian bertanya kepada suaminya. "Nitip Aryan sebentar yah Kak? Aku cuci tangan dulu," kata Mira.
"Iya, tenang saja," balas Elkan.
Kalau Elkan sendiri sedang tidak sakit, dia akan bisa diajak bekerja sama dan mengasuh dua bayinya bersama-sama. Namun, karena Elkan sedang masa pemulihan Mira sendiri menjadi ragu untuk meminta bantuan suaminya. Akan tetapi, sekarang Mira mau meminta tolong kepada suaminya sendiri.
__ADS_1
Akhirnya Mira segera mencuci tangannya dan menguncir rambutnya dulu. Setelah itu dia kembali menuju ke kamar dan melihat Elkan yang menjaga Aryan. Kemudian Mira mendekati anak dan suaminya itu.
"Sudah, Dad ... makasih," kata Mira.
"Sama-sama, Honey. Libatkan aku juga, Honey. Aku bingung kalau tidak bisa membantu banyak," aku Elkan.
Salah satu keinginan Elkan pulang juga ingin membantu istrinya dan juga mengasuh anak-anak. Namun, agaknya Mira tidak mau supaya Elkan bisa sembuh dan pulih terlebih dahulu. Walau masih sakit dan pastinya dalam keterbatasan, Elkan akan dengan senang hati membantu istrinya.
"Kamu kan baru sakit, Dad ... gak apa-apa kalau aku sendiri dulu. Nanti kalau Daddy sepenuhnya sudah pulih kan bisa bantuin aku lagi," balas Mira.
Sebagai istri, Mira sendiri juga tak mau memaksakan suaminya untuk bisa membantunya. Bisa melihat Elkan di rumah saja sudah membuat Mira lebih tenang dan lebih baik. Sebab, sehari semalam berpisah dari Elkan saja membuat Mira sangat sedih dan menangis untuk beberapa saat lamanya.
Setelah kedua bayinya tertidur, barulah Mira duduk mendekati suaminya. Elkan menatap istrinya itu, dan mengambil tissue menyeka bulir keringat di kening istrinya.
"Capek pasti ya, Honey?"
"Tidak capek, kan melakukan semuanya untuk buah hati sendiri. Tidak apa-apa. Lelah pun hati menjadi sangat bahagia," jawab Mira.
"Aku sedih, Honey. Aku ingin bisa membantu kamu, menjaga dan mengasuh anak-anak kita. Seorang suami kalau gak dilibatkan juga sedih loh, Honey," balas Elkan.
__ADS_1
"Pikirku kan bisa Daddy sembuh dulu. Sungguh, melihat Daddy di rumah aja aku sudah senang. Aku menjadi tidak cemas. Kemarin aku cemas dan nangis karena kepikiran. Kan kalau udah sembuh pasti juga dibantu-bantuin," balas Mira.
"Aku sudah lebih baik setelah pulang ke rumah," aku Elkan.
"Wajah kamu masih lebam, Kak," balas Mira.
Faktanya memang wajah Elkan masih lebam. Mira ingin suaminya hingga benar-benar pulih terlebih dahulu. Kalau memang sudah pulih pastilah Mira menjadi lebih tenang.
Elkan membuka kedua tangannya, mengisyaratkan istrinya untuk masuk ke dalam pelukannya. Mira pun mengangguk perlahan dan kemudian masuk ke dalam pelukan Elkan. Mira memejamkan matanya mana kala wajahnya bersandar di dada suaminya itu.
"Aku pengen melakukan banyak hal untuk kamu dan anak-anak kita. Walau aku sakit, selagi bisa, pasti aku akan melakukannya. Jadi, libatkan aku, Sayang. Aku tidak keberatan sama sekali," balas Elkan.
"Padahal aku pengennya kamu pulih dulu. Sehat dulu. Mana mungkin aku tega menyuruh-nyuruh suamiku yang baru saja pulang dari Rumah Sakit," balas Mira.
Elkan mengusapi puncak kepala istrinya itu, kemudian Elkan mengecupnya perlahan. "Kamu begitu mencintaiku? Tapi, suamimu ini juga ingin kamu karyakan. Kamu berdayakan," balas Elkan.
"Baiklah, besok bantuin ngasuh Twins yah, Dad. Atau minimal ambilin diapers aja," balas Mira.
Elkan menganggukkan kepalanya. "Lebih dari mengambil diapers juga bisa kok. Jangan jadikan sakitku ini sebagai kelemahanku. Justru, aku akan lebih sehat dan lebih pulih bersama keluargaku," kata Elkan.
__ADS_1
Elkan sepenuhnya tahu niat baik suaminya. Akan tetapi, dia juga mengharapkan Mira melibatkan dia, Mira mendayagunakan dia. Walau masih sakit, tapi untuk istri dan anak-anak pastilah Elkan akan berusaha melakukannya.