Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Short Trip University


__ADS_3

Selang sepekan berlalu, sekarang Elkan dan Mira mengunjungi kampus mereka. Sekadar untuk melihat lokasi dan seperti apa University of Sydney yang akan menjadi tempat kuliah Elkan dan Mira nanti. University of Sydney sendiri adalah fakultas tertua di Australia. Kampus utamanya berada di Oxbridge.


"Jalan-Jalan sore ke kampus," ucap Elkan perlahan. Pria itu berjalan sembari menggandeng tangan Mira. Tidak akan melepaskan genggaman tangan Mira.


"Iya, Kak ... biar tahu kampusnya seperti apa. Bersih banget ya Kak. Terus bangunannya kayak kerajaan gitu gak sih?"


"Ciri khas bangunan zaman dulu, Honey. Kan bangunan itu ada gayanya sendiri. Dipengaruhi oleh budaya kala itu seperti apa," jelas Elkan.


Mira pun merespons dengan menganggukkan kepalanya. "Iya, Kak ... aku pernah baca karya arsitektur itu mengusung konsep dan gaya sendiri. Ada gaya Scandivanian, Modern, Rustic, dan sebagainya," balas Mira.


"Kamu tahu tentang arsitektur. Kenapa enggak berpikiran menjadi arsitek saja, Honey? Nanti bisa kerja di Agastya Properti tuh. Biasanya perusahaan Papa, kerja sama dengan Jaya Corps. Katanya Papa, Jaya Corps punya kumpulan arsitek muda yang keren dan berbakat," cerita Elkan lagi.


Mira mendengarkan cerita dari Elkan, tapi setidaknya dia tahu dari Papanya bahwa memang sebagai perusahaan rekonstruksi besar, tapi untuk arsitek, Agastya Properti selalu menggunakan dari Jaya Corps. Menurut Elkan, jika mau menjadi arsitek di Agastya properti pasti akan memiliki properti strategis. Sayangnya, Kakaknya, Evan justru mengambil kuliah bisnis dan manajemen di Oxford University. Sementara, Elkan juga mengambil jurusan yang sama dengan Evan.


"Andai ada passion ke Teknik Arsitektur ya Kak ... bisa kerja ke perusahaan Papa," balas Mira.


"Iya, apalagi menantunya, pasti diterima lah," balas Elkan dengan tersenyum.

__ADS_1


Di area Oxbridge menjulang bangunan kuno yang indah, dengan lapangan hijau yang membentang luas. Langit biru di kota Sydney, seolah menjadikan pemandangan kian indah.


"Mirip university di Eropa, model bangunannya, Honey. Kan bagaimana pun, dibawa para imigran kulit putih ke Benua baru," jelas Elkan lagi.


Tentu sedikit banyak Mira tahu dengan sejarah ini. Namun, dia senang saja mendengarkan Elkan menceritakan banyak hal kepadanya. Juga mereka semakin mengenal bagian di kampus itu.


"Ada dari mahasiswa dari Indonesia enggak ya Kak?" tanya Mira kemudian.


"Mungkin aja, Honey. Bahkan dari negara lain juga ada kok," jawab Elkan.


Kemudian tempat yang Elkan dan Mira datangi sekarang tentu bagian bisnis dan manajemen, gedung yang nantinya akan sering mereka gunakan untuk kuliah. Melihat juga sisi cafetaria yang ada di kampus. Rupanya ada beberapa mahasiswa juga yang berjalan-jalan di sekitaran kampus.


Ketika Mira dan Elkan sedang berjalan-jalan bersama, rupanya ada suara yang memanggil Elkan. Refleks, Elkan dan Mira pun menghentikan langkah kaki mereka. Keduanya tampak mengedarkan pandangannya dan mencari arah suara yang memanggil Elkan.


Hingga akhirnya dari sisi kanan Elkan ada sosok yang sudah Elkan kenal. Ya, dia adalah Rosaline. Teman Elkan dari Singapura, ketika masih berada di Junior College. Selain itu, Mira juga pernah bertemu dengan Rosaline ketika pesta ulang tahun Jerome.


"Rosaline?" tanya Elkan. Jujur, dia bingung kenapa Rosaline bisa berada di University of Sydney.

__ADS_1


"Aku kuliah di sini. Tidak menyangka, kita bertemu lagi," balas Rosaline.


Mira memilih tenang. Walau demikian, sangat terasa genggaman tangan Elkan di tangannya semakin kuat. Namun, Mira berusaha tidak cemburu dan sebagainya.


"Jodoh memang tak ke mana. We can meet again," balas Rosaline.


Sekarang, tidak ada senyuman sama sekali di wajah Elkan. Pria itu kemudian memberikan pernyataan yang harus diketahui oleh Rosaline.


"I am so sorry, Rosaline. I was married with Mira," balas Elkan.


Ya, dengan jujur Elkan mengakui pernikahannya dengan Mira. Toh, juga wanita yang selama ini Elkan cintai juga hanya Mira. Rosaline, maupun orang lain pun harus tahu bagaimana hubungannya dengan Mira. Elkan dan Mira tidak hanya sekadar pacaran, tapi keduanya sudah menikah.


"Are you kidding?" tanya Rosaline. Ya, dia mengira Elkan bercanda.


Bagi Rosaline sangat tidak mungkin pemuda yang masih belia seperti Elkan memilih untuk menikah. Rasanya itu hanya candaan semata. Selama in juga Elkan adalah siswa yang pintar dan berpikiran maju ke depan, tak akan merusak masa depan hanya dengan menikah muda.


"I am so serious," balas Elkan dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Namun, Rosaline menggelengkan kepalanya. Dia sangat tidak percaya bahwa Elkan memberitahukan sudah menikah. Gadis itu merasa patah hati seketika. Ketika dia sedang short trip di kampus. Rupanya dia justru bertemu Elkan, dan juga dia mendengar kabar yang mematahkan hatinya yaitu mengenai pernikahan Elkan.


__ADS_2