
Waktu terus berjalan, tidak terasa sekarang waktu sudah bergulir dua bulan. Mira sudah terlebih dahulu menyelesaikan semua ujian skripsi hingga skripsi. Sementara, esok barulah Elkan yang akan maju untuk ujian skripsi.
"Ujian kamu besok loh, Kak ... gak belajar dulu?" tanya Mira.
"Ya, mau belajar. Cuman kayaknya aku butuh ketenangan, Honey. Peluk dulu dong ...."
Lagi-lagi Elkan memberikan jawaban yang absurd. Alih-alih belajar dan menguasai materi, Elkan justru butuh ketenangan dan menginginkan pelukan dari istrinya. Ada kalanya kalau seperti ini suaminya itu begitu manja.
Namun, karena minta memberikan pelukan untuk Elkan pun juga tidak masalah untuk Mira. Dia segera membuka tangannya, sementara sang suami segera masuk dalam pelukan Mira. Wajahnya kini menceruk di area dada Mira. Sementara tangan Mira mengusapi perlahan helai demi helai rambut suaminya itu.
"Kamu kalau begini kok manja sih, Kak," kata Mira.
"Kadang-kadang manja kan gak apa-apa, Honey. Gantian aja manjanya. Yang aku miliki di sini kan cuma kamu," balas Elkan.
Pria muda itu kian memeluk erat Mira, wajahnya bergerak perlahan di dada Mira. Sementara, Mira tersenyum benar adanya mereka berdua seperti itu. Manjanya ganti-gantian. Memahami bahwa di Sydney mereka tidak memiliki siapa pun, hanya hidup berdua. Mira sendiri jika sedang manja, juga bisa seharian hanya nempelin Elkan saja.
"Ya sudah, boleh manja kok. Penting manjanya cuma sama aku saja," balas Mira.
"Sejak tinggal di Sydney, manjanya juga cuma sama kamu, Honey. Sampai aku tua, kadang manja boleh?" tanya Elkan tiba-tiba.
"Gak malu sama anaknya?" tanya Mira.
"Ngapain malu, biarin aja. Penting kan tahu tempatnya. Aku nanti bisa dikira hot daddy kali yah, masih muda, anakku udah besar-besar," kata Elkan tiba-tiba.
"Mungkin aja. Handsome Daddy juga boleh, biar Kakak bahagia," sahut Mira.
__ADS_1
"Bercanda, Honey. Kalau lancar kan usiaku 24 tahun udah punya anak. Ya ampun, masih begitu muda. Temenku masih hura-hura, aku udah gendong baby," kata Elkan sembari membayangkan.
"Akibat nikah muda, Kak," balas Mira.
"Ada benarnya sih, tapi gak apa-apa. Seneng kalau bisa ngomong dan meluk kamu kaya gini. Cukup ini saja, aku pasti besok bisa menghadapi ujiannya. Hanya persiapan menjawab dengan Bahasa Inggris sih," jawab Elkan.
"Percaya diri saja, Kak. Jangan gugup. Kalau gugup bayangin aku aja," balas Mira dengan mengedip-edipkan matanya.
Melihat lucunya Mira, Elkan justru tertawa. Istrinya itu begitu pandai menghiburnya. Di hadapan Elkan, justru Mira menggemaskan.
"Lucu banget sih, kedip-kedip genit," balas Elkan.
"Biar kamu enggak gugup," balas Mira.
"Kalau nanti aku bayangin kamu yang enggak-enggak bahaya, Honey," jawab Elkan dengan tiba-tiba.
"Ya, kamu itu yang membahayakan aku," balas Elkan.
Mira terkekeh saja mendengar suaminya. Biarkanlah suaminya itu. Yang pasti, Mira berharap suaminya bisa menjawab sidang skripsi besok dengan baik. Usai banyak santai dengan Elkan, Mira menyiapkan kemeja. Jika di Indonesia ujian skripsi harus mengenakan kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam, di luar negeri pakaian tidak diatur. Yang penting rapi saja.
Namun, Elkan sudah meminta Mira menyiapkan kemeja batik untuknya. Dia ingin mengenakan batik saat sidang besok. Sehingga, sekarang Mira menyiapkan pakaian untuk suaminya.
...🍀🍀🍀...
Keesokan Harinya ....
__ADS_1
Hari sidang ujian skripsi untuk Elkan tiba. Pria itu sudah rapi mengenakan Batik berwarna biru dan celana hitam. Begitu rapi Elkan Agastya. Jika biasanya tampil casual, sekarang Elkan lebih rapi.
"Honey, aku berangkat dulu yah. Doakan aku bisa melewati hari ini dengan baik," pamit Elkan.
"Iya, Kak ... Hati-hati dan jangan gugup yah. Aku akan mendukungmu dalam doa," balas Mira.
Elkan memeluk istrinya itu sesaat. Mira sudah berhasil menyelesaikan kuliahnya, sekarang giliran Elkan menyusul. Setelahnya, Elkan berangkat ke kampus. Pria itu memilih untuk berjalan kaki seorang diri.
Elkan tidak mengharapkan banyak hal, asalkan bisa lulus saja sudah cukup untuknya. Namun, jika bisa mendapatkan nilai yang bagus anggap saja sebagai bonus. Menunggu untuk pengujian, dan sekarang giliran Elkan. Dia berusaha tenang dan tidak gugup supaya bisa menjawab setiap pertanyaan dari dosen penguji.
Hampir dua jam berlalu, dan Elkan sudah menyelesaikan ujiannya. Pria itu keluar ruangan dengan perasaan lega. Usai sudah perjuangan 3,5 tahun di negeri kangguru. Elkan pun melangkahkan kembali kakinya untuk pulang ke unit.
Akan tetapi, baru beberapa meter Elkan melangkahkan kakinya, sudah ada Mira yang menyongsongnya. Wanita itu membawa hadiah dan boneka teddy bear untuk Elkan.
"Aku yakin hari ini kamu bisa melewati semuanya. Selamat untuk kelulusannya, Hubby."
Elkan seketika tersenyum. Dia tidak menyangka bahwa Mira akan menyiapkan kejutan seperti ini. Tentu saja Elkan merasa sangat senang. Dia segera memeluk Mira, tak peduli di mana sekarang mereka berada.
"Thank's Honey ... berkat doa dan dukungan penuh dari kamu. Makasih banyak, kapan kamu menyiapkan semua ini coba?" tanya Elkan.
Sebab, setahunya Mira tidak pergi kemana-mana. Selain itu, tidak ada hal-hal mencurigakan saat di rumah. Akan tetapi, Mira bisa hadir dan memberikan kejutan untuknya.
"Selalu bisa dong," balas Mira.
"Makasih banyak yah ... lega, tinggal menunggu lulus," jawab Elkan sekarang.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan semuanya yang perlu mereka lakukan adalah menunggu kelulusan wisuda banyak. Semoga saja semuanya bisa mereka jalani bersama.