
Sebenarnya Elkan dan Mira pasti juga sudah memperhitungkan risiko mandi pada dini hari. Terlebih ketika sedang musim dingin. Akan tetapi, kadang juga gejolak pasangan muda yang lebih mendominasi. Masuk angin pun harus mereka rasakan sekarang.
"Aku pesankan makan yah, Honey," kata Elkan sekarang.
"Yang hangat-hangat ada enggak sih, Kak?" tanya Mira.
"Coba yah ... atau aku belikan sebentar di depan," balas Elkan.
"Kak, tapi kamu emangnya sehat?" tanya Mira sekarang.
Sebenarnya Elkan mengalami perutnya kembung, badannya juga sedikit meriang. Namun, Elkan bisa melawannya. Sekarang, dia harus memprioritaskan Mira terlebih dahulu.
"Ya, sedikit meriang sih. Kalau aku diam aja, perut kita akan kosong, Honey," kata Elkan sekarang.
Jika dua-duanya sama-sama sakit, maka harus ada salah satu yang melawan. Harus ada yang melawan dan mengurus yang lainnya. Lagipula, Elkan hanya meriang saja. Nanti juga akan sembuh.
"Maaf ya, Kak," tanya Mira dengan merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, Honey. Aku carikan keluar dulu yah. Kan ada Chinesse food juga, mungkin ada yang hangat-hangat," balas Elkan.
Elkan mencuci mukanya terlebih dahulu. Pria itu kemudian memakai jaketnya dan pergi ke luar unitnya, mencari makan dulu untuk mereka berdua. Yang Elkan datangi hanya Chinese food yang benar-benar berada di depan unit, ada mie dan makanan seperti Dimsum yang dia beli.
Tidak begitu lama, Elkan kembali ke unitnya dengan membawa beberapa kantong plastik. Cukup untuk mengisi perut terlebih dahulu. Di unit, rupanya Mira sekarang menyeduh teh. Rasanya ingin meminum teh hangat.
__ADS_1
"Aku sudah pulang, Honey," sapa Elkan begitu dia sudah pulang.
"Aku menyeduh Teh, Kak ... enaknya yang hangat-hangat," balas Mira.
Elkan kemudian menata makanan yang dia beli di piring dan mangkuk. Kemudian Mira membawa dua cangkir teh yang benar-benar panas. Lantas, keduanya duduk berhadap-hadapan dan menikmati makanan mereka.
"Mual enggak?" tanya Elkan kepada Mira.
"Enggak, cuma tadi bersin-bersin dan kedinginan saja," balas Mira.
"Syukurlah ... soalnya Mamaku biasanya kalau masuk angin itu pake mual. Jadi, aku takut saja kalau kamu juga mual," balas Mira.
Mira menggelengkan kepalanya. "Enggak sih, cuma bersin-bersin dan badanku terasa dingin saja. Sampai siang begini, sampai belum mandi," balas Mira.
Biasanya Mira memiliki kebiasaan akan mandi begitu bangun pagi. Namun, sekarang karena sudah merasa kedinginan, Mira sampai belum mandi. Wanita itu hanya cuci muka dan menggosok giginya saja. Mungkin nanti jika sudah lebih enak badannya, barulah Mira akan mandi.
Mendengarkan apa yang disampaikan Elkan, Mira kemudian tersenyum. Walau meriang dan masuk angin, bisa-bisanya suaminya itu menggombal. Mira akhirnya tertawa.
"Walau meriang, rayuannya jalan terus yah, Hubby," balas Mira.
"Harus dong ...."
Usai itu, Elkan menyodorkan semangkuk Mie dan Pangsit dengan kuah yang dipisah untuk Mira. Semoga saja ini bisa membuat badan mereka lebih enak. Benar-benar hanya membeli makanan berkuah seadanya saja.
__ADS_1
"Dimakan dulu, Honey ... mie dan pangsit kuah. Kalau masih mau sayuran, nanti aku masakan Sup saja," kata Elkan.
"Ini sudah lebih dari cukup kok, Kak. Lagian ini jamu masuk angin kemasan tadi sudah lebih enak kok," balas Mira.
"Jadi pengalaman ya, Honey ... udah deh, sebaiknya kalau musim dingin kalau bercinta gak usah tengah malam. Takut kena masuk angin," kata Elkan dengan menyeruput mienya.
"Nanti ada yang gak tahan," sahut Mira dengan melirik suaminya.
Seketika Elkan tertawa. Pria itu terkekeh geli mendengarkan sahutan dari Mira. Namun, apa yang Mira sampaikan barusan adalah fakta. Sudah puasa semingguan lebih, dan tidak bisa menahan lagi.
"Serius, Honey ... cuma kalau kamu masuk angin begini, aku yang sedih. Maaf yah. Geli dan pasti yang tahu kisah kita ini tertawa yah," balas Elkan.
"Iya, ketawa ... udah tahu musim dingin, malahan mandi dini hari. Padahal orang yang tinggal di luar negeri saja, mereka sering kali gak mandi saat musim dingin loh, Kak," balas Mira.
"Iya, maaf deh ... aku jadi ketawa. Mau ketawa takut dosa, mau sedih, kok yah lucu," balas Elkan.
Mira kemudian mencubit tangan suaminya. Memang sebal, kesal, lucu, semuanya bercampur menjadi satu. Salah mereka sendiri. Sudah tahu musim dingin, tapi masih basah-basahan dini hari. Sekarang, barulah kena getahnya.
"Mungkin ini akan menjadi musim dingin terakhir kita di Sydney yah Kak?" tanya Mira kemudian.
"Iya, usai peralihan musim nanti, kita sudah lulus, Honey. Iklim tropis di Jakarta sudah menyambut dan menemani keseharian kita," balas Elkan.
"Kalau kangen sama Sydney gimana?" tanya Mira.
__ADS_1
"Ya, sudah, kalau punya uang, kita ke sini lagi. Ajak anak-anak kita biar mereka tahu kisah perjalanan Mommy dan Daddynya," balas Elkan.
Sekarang, mereka sama-sama tertawa. Dalam sakit dan meriang saja, ada saja yang mereka tertawakan. Memang begitulah pasangan muda, kadang ceroboh. Ada kalanya juga lebih mengikuti gejolak yang terus membara, daripada memperhitungkan kondisi yang ada di sekitarnya.