
Rupanya jika ada orang yang terbakar api saat itu tentu adalah Sonya. Ya, dia merasa begitu kesal melihat Mira turun dari mobil Elkan. Sonya menilai, Mira dengan penampilannya yang culun sama sekali tidak cocok dengan Elkan yang begitu tampan. Yang ada, di mata Sonya, keberadaan Mira yang culun dan lugu itu justru merusak pemandangan kala bersama dengan Elkan.
"Ra, mending mulai sekarang loe gak usah deket-deket Elkan deh. Terutama bisa enggak loe pindah tempat duduk. Loe itu culun banget tahu, Ra ... gak pantes sama Elkan yang tampannya seperti Pangeran," ucap Sonya begitu dia memasuki kelas dan berbicara secara langsung kepada Mira di sana.
"Sayangnya, Elkan tidak masalah sama sekali tuh," balas Mira.
Ya, menurutnya dengan tampilannya yang lugu dan polos dengan mengenakan kacamata dan juga tanpa polesan make up, Elkan tidak mempermasalahkannya. Justru Mira ingat usai akad keduanya, Elkan pernah berkata bahwa dirinya tidak usah judes-judes, nanti cantiknya hilang. Berarti dengan tampilan ala kadarnya saja, Elkan menilai Mira itu cantik.
"Untuk cowok setampan pangeran, yang cocok buat Elkan hanya gue, Ra," balas Sonya.
Mira menghela nafas kasar dan kemudian memilih duduk di tempat duduknya. Enggan untuk meladeni Sonya. Tepat seperti tebakannya sebelumnya bahwa reaksi beberapa temannya akan seperti ini. Namun, biarkanlah saja. Toh, sebenarnya ada ikatan yang lebih kuat antara dirinya dan Elkan.
"Awas ya, Ra ... jangan deket-deket Elkan lagi. Terlebih sampai satu mobil dengannya," ucap Sonya yang kemudian duduk di tempatnya dan kemudian Sonya menaruh tasnya hingga berbunyi keras dan membuat Mira sampai kaget.
"Harusnya loe sadar diri dengan siapa diri loe, Ra ... kalau bukan karena prestasi loe. Sudah pasti tidak ada orang yang mau temenan sama loe," ucap Sonya lagi dengan menaruh buku dengan membantingnya di meja.
Ya Tuhan, rasanya jantung Mira nyaris copot. Pagi-pagi sudah diwarnai dengan berbagai ancaman dan juga kemarahan Sonya. Apakah salahnya jika Mira memilih berpenampilan culun dan juga menyembunyikan kecantikannya. Toh, dulu sebelum Elkan datang, Mira berpenampilan biasa dan tanpa mengenakan kacamata. Harusnya Sonya juga tahu bagaimana cantiknya Mira tanpa mengenakan kacamata. Akan tetapi, sekarang Sonya justru membullynya dan menganggap bahwa dirinya sama sekali tidak cocok untuk Elkan.
__ADS_1
Elkan yang baru saja masuk ke dalam kelas, melihat wajah Sonya yang begitu masam. Sementara dia melihat Mira yang memilih menundukkan wajahnya dan juga fokus dengan buku yang sekarang dia buka.
"Belum bel kan?" tanya Elkan kepada Mira.
"Belum," balas Mira dengan singkat dan sekenanya saja.
Dari jawaban dan juga wajah Mira yang tampak menatap dirinya. Elkan sadar bahwa telah terjadi sesuatu dengan Mira dan juga Sonya. Namun, Elkan tidak akan menanyainya sekarang. Dia akan menanyainya nanti.
Hingga, akhirnya jam pelajaran pertama di mulai. Di mata pelajaran Matematika ini, mulai diberikan pelajaran mengenai Trigonometri. Mendengar Trigonometri, otak Mira seketika konek dengan Sin, Cos, dan Tan atau Tangen yang tadi dia obrolkan dengan Elkan ketika berada di dalam mobil dalam perjalanan ke sekolah.
"Mira, kenapa?" tanya Bu Rahayu kala itu karena Mira terlihat tidak fokus.
"Oh, tidak apa-apa, Bu," balas Mira dengan menghela nafas.
"Tidak biasanya kamu melamun saat pelajaran Matematika," sahut Bu Rahayu.
Mira memilih menundukkan kepalanya. Malu, karena memang sebelumnya Mira tidak pernah sampai melamun seperti ini di setiap mata pelajaran. Hingga akhirnya Bu Rahayu memberikan soal kepada Mira.
__ADS_1
"Sekarang jawab penyelesaian soal ini, (sin x)^2 + (cos x)^2. Berapa jawabannya?"
Mendengar soal yang diberikan oleh Bu Rahayu, otak Mira juga langsung terkoneksi dengan Elkan. Bukankah itu adalah soal yang tadi pagi diucapkan oleh Elkan juga.
"Jawabannya satu, Bu," jawab Mira dengan yakin.
Bu Rahayu akhirnya tersenyum, "Walau melamun masih bisa menjawab soal yah. Coba sekarang berapa penyelesaian dari soal berikut. Nilai x di antara 0° dan 360° yang memenuhi persamaan √3 cos x + sin x = √2 adalah?"
Untuk soal kali ini Mira diminta untuk maju ke depan kelas dan menyelesaikan jawabannya di papan tulis. Di sana tertulis jawaban akhir x1 = 75° + k . 360°.
Melihat jawaban dari Mira, Bu Rahayu menganggukkan kepalanya. "Baiklah ... walau melamun, tapi masih bisa menjawab dengan benar. Nah, anak-anak perhatikan langkah yang digunakan Mira untuk mencari nilai x1 ini yah."
Mira dipersilakan untuk duduk, dan Elkan menyodorkan buku tulisnya kepada Mira, dengan tulisan tangannya yang tertera di sana.
"Kamu kenapa melamun?"
Mira membaca tulisan itu kemudian menggelengkan kepalanya perlahan. Gadis itu kemudian mengambil penanya, dan menuliskan jawabannya. "Tidak apa-apa," tulisnya.
__ADS_1
Kemudian Mira menyodorkan buku itu kepada Elkan. Melihat tulisan tangan Mira di sana, rasanya Elkan masih tidak percaya. Biasanya Mira tidak pernah melamun, terutama di jam pelajaran Matematik, tetapi sekarang Mira justru melamun. Untung saja, Mira masih bisa menyelesaikan soal yang diberikan oleh Bu Rahayu. Jika tidak, sudah pasti Mira akan mendapatkan nasihat panjang lebar dari Bu Rahayu dan juga ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya.