
Keesokan harinya, Mira dan Elkan mendapatkan undangan dari Jerome untuk menghadiri pesta ulang tahunnya di salah satu restoran mewah di Jakarta. Jerome mengundang Mira karena memang baginya Mira adalah sosok yang istimewa. Gadis pertama yang dia cintai adalah Mira.
Sehingga malam ini, Mira dan Elkan pun bersiap untuk menghadiri pesta itu. Elkan begitu tampan dengan mengenakan setelan jas yang dikombinasikan dengan kemeja putih. Pemuda itu tampil casual karena tidak mengenakan dasi. Sementara Mira mengenakan dress panjang dengan motif floral. Gadis cantik itu tidak membutuhkan banyak riasan. Justru Mira tampil cantik dengan make up minimalis dan rambut panjangnya sepunggung yang dibiarkan terurai.
"Gak usah cantik-cantik, Ra," balas Elkan yang merasa sebenarnya Mira terlalu cantik.
Memang tidak mengenakan riasan tebal atau dress terbuka. Akan tetapi, Mira terlihat begitu cantik. Menurut Elkan, tidak usah terlalu cantik. Selain itu ada rasa cemburu juga di hati Elkan, walau itu tak terucap.
"Aku biasa banget loh ini, Kak," balas Mira.
Elkan sedikit melirik sekilas kepada Mira. Memang tidak ada yang salah dengan penampilan Mira. Namun, bagaimana lagi jika Mira itu memukau dalam kesederhanaan. Standar kecantikan bagi Elkan justru bukan mereka yang tampil dengan pulasan make-up. Cantik alamiah tanpa banyak make up yang menor justru memukau di mata Elkan.
"Ya, penampilan kamu biasa sih, Ra. Namun, cantiknya luar biasa," balas Elkan.
Blush!
Seketika wajah Mira memerah di sana. Elkan sedang memujinya sekarang? Mira hanya bisa menundukkan wajahnya, dengan harapan Elkan tidak melihat semburat merah di pipinya.
Hingga akhirnya mereka sudah tiba di tempat pesta, dan ada Jerome yang menyambut keduanya. Jerome yang tak kalah tampan malam itu tampak tersenyum lebar melihat kedatangan Mira.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun Kak Jerome," ucap Mira yang memberikan selamat kepada Jerome.
"Makasih, Ra," balas Jerome.
"Selamat ulang tahun, Jer," ucap Elkan yang juga memberikan ucapan selamat.
"Thanks, El ... makasih yah sudah datang," balas Jerome.
Setelah itu, Jerome mempersilakan mereka untuk masuk. Ada beberapa teman Jerome bahkan ada kawan mahasiswanya yang datang dari Jepang. Jerome pun mengenalkan beberapa kawannya juga kepada Mira dan Elkan.
"Kenalin sahabatku dari Jepang, Kenta dan Tomo," ucap Jerome.
Rupanya di sana datang seorang gadis cantik dengan kulitnya yang kuning langsat dan matanya sipit. Gadis itu tersenyum dan berjalan ke arah Elkan.
"How are you, El?" sapa gadis itu.
"Rosaline?" balas Elkan dengan merasa tak percaya melihat Rosaline di pesta ulang tahun itu.
Jerome tersenyum di sana. "Surprise buat kamu, El. Gimana seneng kan didatangi fans berat kamu dari Singapura?"
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan oleh Jerome, Mira menatap Elkan dalam diam. Sebenarnya siapa Rosaline? benarkah dia adalah fansnya Elkan yang sengaja datang dari Singapura?
"Aku sampai datang ke Jakarta untuk bertemu kamu, Elkan," ucap Rosaline yang begitu senang bisa bertemu Elkan.
Elkan terdiam, dia menatap Mira yang tidak bereaksi apa pun. Mira menunjukkan sikap yang biasa saja. Layaknya pesta anak muda, ada dance floor di mana semua orang bisa menari, menghentakkan kakinya mengikuti alunan musik.
"Dance, Ra?" ajak Jerome yang sudah mengulurkan tangannya kepada Mira.
Akan tetapi, Mira dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Sorry, aku gak bisa, Kak Jer," balasnya.
Begitu juga dengan Rosaline yang menawarkan kepada Elkan untuk turun ke lantai dansa. "Elkan, dance with me?"
"Sorry, Line ... i can't," balas Elkan.
Rosaline tampak menghela nafas. Dia datang jauh-jauh dari Singapura untuk menemui Elkan. Kebetulan Rosaline juga mengenal Jerome, sehingga kali ini Rosaline bisa datang ke Jakarta dan sekaligus bisa bertemu Elkan.
"Apa kita perlu pulang cepat, Ra?" ajak Elkan kepada Mira di sana.
"Iya, Kak ... aku tidak nyaman di keramaian kayak gini," balas Mira.
__ADS_1
Menurut Elkan sebelum semuanya menjadi runyam. Lebih baik mengajak Mira segera pulang. Selain itu, Elkan bisa memberikan penjelasan kepada Mira tentang siapa Rosaline.