Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Ajakan Impulsif


__ADS_3

Mira terdiam, ketika suaminya seolah memberikan akses begitu lebar, tapi Mira masih malu. Hampir satu tahun menikah dengan Elkan, rasanya tetap saja membuatnya malu. Terlebih kadang Mira juga tidak menyangka bahwa ketika usianya baru belasan, justru mahkotanya sudah harus dia lepas dan itu tentu untuk suaminya dan dalam pernikahan.


"Jadi enggak? Pipi, bibir, atau mana saja boleh," kata Elkan dengan sedikit senyuman di sudut bibirnya.


Ya Tuhan, mungkin bagi Elkan itu candaan, tapi untuk Mira yang memang sudah mengenal Elkan, dia tahu bahwa ketika begitu suaminya tidak pernah main-main. Mira tahu bahwa itu hanya sekadar cara Elkan saja untuk mendapatkan apa yang dia mau.


"Mau mandi bareng?" ajak Mira dengan tiba-tiba.


Wanita muda itu menyatakan ajakan kepada suaminya tanpa berani menatap wajah Elkan. Terlalu malu dengan Elkan. Tentu itu pun terdengar seperti ajakan yang Impulsif. Bahkan seingat Mira, baru kali ini dia mengajak suaminya seperti ini. Tidak mudah bagi Mira untuk memulai. Terlebih, wanita memang biasanya menunggu waktu saja. Mengikuti apa yang dimau oleh suami.


"Oke, boleh," balas Elkan.


Tanpa menunggu terlalu lama, Elkan beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju ke dalam kamar mandi. Dia mengisi bath up dengan air hangat dan memberikan bath bomb terlebih dahulu. Membiarkan busa melimpah mengisi seluruh bath up itu.


Setelahnya, Elkan memilih menggosok gigi terlebih dahulu, mencuci mukanya. Tanpa menunggu Mira, dia sudah memasuki bath up terlebih dahulu. Barulah selang beberapa menit, Mira menyusul ke dalam kamar mandi.


Wanita itu juga menggosok gigi terlebih dahulu dan mencuci wajahnya dengan facial foam. Walau sangat gugup, Mira berusaha untuk tenang. Dia yang sudah memulai ajakan Impulsif itu. Jadi, sekarang Mira berusaha menyesuaikan diri.


Elkan membawa arah pandangannya menatap Mira. Mengamati setiap tindakan Mira satu per satu. Kedua netra itu bak bidikan lensa kamera yang siap untuk mengabadikan moment istrinya. Elkan tersenyum melihat Mira yang dengan memunggungi dirinya, mulai melepas satu per satu busananya.


Elkan tahu, Mira malu sampai tak berani menghadap ke arahnya. Namun, melihat Live show seperti ini juga menjadi apa yang pria inginkan. Dia menghargai bagaimana Mira berani mencoba sesuatu yang baru.


"Honey," panggil Elkan ketika Mira sudah benar-benar dalam kepolosan mutlak di sana.


Perlahan Mira mengubah arah berdirinya, menunjukkan lekuk demi lekuk feminitasnya kepada Elkan. Sambutan berupa senyuman merekah pun Elkan berikan untuk sang istri tercinta. Dalam memorinya, baru kali ini Mira melakukan semua ini di hadapannya.


"You are so beautiful," kata Elkan.


Mira membalas dengan senyuman. Usai itu, dia memasuki bath up dengan pelan-pelan, mengambil tempat di hadapan Elkan. Dengan punggung berada di bath up dan wajahnya berhadap-hadapan dengan suaminya.


Lagi-lagi Elkan tersenyum."Sering-sering ajakin mandi berdua, Honey. Aku tidak menolak," balas Elkan.

__ADS_1


"Gak bisa sering-sering. Ada periode satu minggu gak bisa disentuh," balas Mira.


"Iya, aku tahu itu. Jadi, ini cara kamu nakalin suami? Aku gak nolak loh, malahan seneng."


Elkan mengaku dengan jujur. Mungkin dengan usia yang masih muda juga. Gejolak di dalam dirinya juga sering membara.


"Mau, aku gosokin punggung kamu, Kak?" tawar Mira sekarang.


Lagi-lagi Elkan tersenyum. Dalam hatinya, terus saja Mira menawarkan berbagai ajakan Impulsif. Toh, dia justru suka. Sangat jarang bagi istrinya itu menawarkan hal begituan.


"Boleh, Honey," balas Elkan.


Maka pria itu segera berbalik. Sementara Mira mulai menggosok punggung suaminya dengan shower puff yang ada. Dari tengkuk, hingga ke pinggang, dia gosok perlahan. Tak hanya itu, Mira berikan pijatan di bahu dan punggung suaminya.


Ah, begitu bahagianya Elkan. Dia senang ketika Mira berinisiatif seperti ini. Bukan nakal, tapi itu adalah cara menyentuh dan menabur godaan secara elegan menurut Elkan. Ketika tangan Mira memberikan pijatan, Elkan memejamkan matanya. Rupanya memang Mira jago juga memberikan pijatan.


Beberapa saat kegiatan itu Mira ulangi. Hingga Mira berani mendekat. Dia membawa kepalanya bersandar di punggung Elkan yang tegap dan kokoh. Tangannya masih berada di sisi kiri dan kanan pinggang suaminya.


"Offcourse, I know. You Have a lot of love for me," balas Elkan.


Mira mengangguk perlahan. Ya, dia memiliki banyak cinta di dalam hatinya untuk Elkan. Cinta yang meyakinkan dirinya sendiri untuk berani berada di negeri asing, ketika sakit, tidak perlu memberitahu orang tua, karena dia tahu cukup ada Elkan, semua akan baik-baik saja.


Mira dengan begitu Impulsif tiba-tiba mengecup punggung Elkan. Satu kecupan dia jatuhkan di punggung Elkan, disusul dengan beberapa kecupan setelah. Kecupan itu menyulut Elkan, tapi Elkan juga tahu istrinya tengah berusaha mengatakan perasaannya. Atmosfer seperti ini yang harus selalu dipertahankan.


Dengan hati-hati, Elkan membuat Mira lebih mendekat dan merapat ke arahnya. Membawa kedua tangan Mira untuk melingkari tubuhnya yang basah.


"Dan ... aku juga akan memiliki banyak cinta untukmu," balas Elkan.


"Aku tahu itu," balas Mira.


Elkan menoleh kebelakang, menarik wajah Mira dan dia mencium bibir Mira dengan posisi Mira masih berada di belakangnya. Dengan keterbatasan gerak dan Mira yang lebih kecil darinya, tapi justru itu memberikan kesan begitu intim. Sangat berbeda.

__ADS_1


Sejenak menarik wajahnya, Elkan memberikan instruksi kecil kepada Mira. "Mau berada di pangkuanku, Honey? Aku meminta," pinta Elkan.


Mira menganggukkan kepalanya, dia perlahan-lahan beralih dan sekarang duduk di pangkuan Elkan. Saling berhadap-hadapan dengan suaminya. Dengan kedua tangan yang bertengger di bahu suaminya.


Tangan Elkan bergerak merapikan anakan rambut Mira dan dia mendekat. "Give me a kiss," pintanya.


Dengan malu-malu, Mira memberikan ciuman di pipi Elkan. Lantas berlanjut ke bibirnya. Hanya sekadar kecupan. Akan tetapi, percayalah ketika sistem Sensorik yang seolah berada di ujung bibir itu berhasil menghantarkan sensor hingga ke otak, yang terjadi satu kecupan saja tidak akan pernah cukup.


Terlebih ketika, Elkan mengambil alih kendali dan memberikan hisapan di lipatan bawah bibir Mira. Mengulumnya dengan lembut, dan juga memberikan usapan dengan lidahnya. Yang ada bibir itu sudah saling bertaut dengan tangan Mira yang bergerak gelisah dan memulai memberikan remasan di rambut Elkan.


Sekarang yang ada di dalam pikiran Mira, dia ingin menunjukan rasa cintanya yang besar untuk Elkan. Dia ingin menunjukkan bahwa perasaan yang dia miliki itu sangat besar, sebesar cinta yang selalu ada di hatinya untuk suaminya itu.


Dalam kesan basah dari air dalam bath up, dan sensasi licin dan sabun. Justru membuat keduanya kian erat dan rapat. Sangat rapat hingga kedua dada menempel satu sama lain. Hingga beberapa busa dan air dalam bath up tumpah hingga ke lantai.


Dipadukan dengan tangan Elkan yang mengusap punggung, meremas bahu, bahkan memberikan remasan di dada Mira. Ya, dia mempermainkan bulatan indah favoritnya itu dengan kedua tangannya secara langsung. Memilin puncaknya, memijatnya dalam gerakan memutar, dan mencubiti puncaknya. Di pangkuan Elkan, Mira sudah terengah-engah. Dia yang memulai, tapi selanjutnya, Elkan yang mengambil langkah demi langkah.


Terlebih gesekan dengan jari yang Elkan berikan di bibir cawan surgawi milik Mira benar-benar membuat Mira memekik, bergerak kacau, dan sesekali menggigit bahu Elkan.


Sampai pada batas, Elkan sedikit mengangkat Mira. Menyatukan diri dengan Mira. Tidak langsung bergerak. Elkan ingin menikmati momen penyatuan itu. Kesan erat dan hangat seketika melingkupinya. Ada cengkeraman dan pijatan yang membuat pusakanya nyaman bersarang di dalam sana.


"Oh, hangat sekali, Honey," kata Elkan dengan memejamkan matanya.


Bahkan sekarang Elkan menengadahkan wajahnya, tanpa gerakan saja kesannya sungguh sudah luar biasa. Dia makin menggila mana kala Mira dengan sengaja bergerak memutar pinggul saja di pangkuannya. Oh, Elkan benar-benar terbang.


"Luar biasa, Honey. It's so amazing."


Lagi Elkan berucap, dan Mira membiarkan suaminya. Dia bergerak mengikuti nalurinya saja. Biarkan Elkan menikmati semuanya.


Lama bergerak, Mira juga tersulut api. Tubuhnya meremang dengan sendirinya. Terlebih ada kombinasi sempurna dari ciuman Elkan dan remasan di bulatan indahnya semua itu membuat Mira melenguh berkali-kali.


Sampai pada batas ada desakan keluar dari tubuh keduanya. Mira dan Elkan sama-sama tumpah dalam kesan hangat yang saling melingkupi satu sama lain. Kedutan, bercampuran tumpahan hangat yang membuat keduanya memejamkan mata, merapatkan diri dalam rengkuhan yang kuat.

__ADS_1


Semua itu adalah indah. Tindakan dan ajak Impulsif yang berhasil mendulang nikmat tak terkira.


__ADS_2