Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Rencana Pulang ke Indonesia


__ADS_3

Usai prosesi wisuda, Elkan dan Mira serta seluruh keluarga yang hadir mengambil foto bersama di depan Sydney University. Untuk urusan foto, Papa Abraham lah jagonya. Dia lihai dalam mengabadikan momen dengan jepretan kameranya.


Namun, ada saat ketika ketiga pasangan itu ingin berfoto bersama sehingga Papa Abraham meminta bantuan dari orang-orang yang ada di sana. Papa Abraham berniat untuk mencetak foto wisuda Mira itu dalam ukuran besar. Sebab, bagaimana pun Papa Abraham sangat bangga dengan pencapaian putrinya itu.


Pulang dari University, Mira justru bergandengan tangan dengan Papanya. Elkan tak cemburu, dia tahu kalau Mira memang putri Papanya.


"Kenapa gak gandengan sama suami kamu dan justru mengapit lengan Papa?" tanya Papa Abraham.


"Kangen, Pa. Kalau sama Kak Elkan, setiap hari bisa gandengan tangan. Kalau sama Papa, setelah berapa tahun baru bisa bertemu Papa lagi," jawab Mira.


Wanita itu menjawab demikian sembari sesekali menyandarkan kepalanya di lengan Papanya itu. Walau usia hampir kepala lima, Papa Abraham justru kian matang dan makin tampan. Mira saja selalu mengidolakan Papanya itu.


"Kangen Papamu yah, Ra?" tanya Mama Marsha.


"Iya, walau kangen Mama juga sih," balas Mira.


Begitu sudah sampai di unit, mereka beberes terlebih dahulu. Mira juga langsung menghapus riasannya dan berganti dengan pakaian rumahan yang lebih nyaman. Begitu juga Elkan, yang langsung berganti pakaian.

__ADS_1


"Selamat yah kalian berdua sudah lulus. Kami semua bangga dengan pencapaian kalian berdua," kata Papa Belva.


"Makasih, Pa," balas Elkan dan Mira bersamaan.


"Kalian sudah lulus, jadi kapan kalian akan pulang ke Indonesia?" tanya Papa Bram.


Sebagai seorang pebisnis, Papa Belva juga sudah menyiapkan posisi strategis untuk Elkan. Coffee Bay yang siap akan diwariskan secara penuh untuk Elkan. Selain itu, Mira juga akan dipersiapkan untuk menghandle SaVa Beauty Care.


"Seminggu lagi, Pa. Kami perlu beres-beres dan mengirim beberapa barang ke Jakarta," balas Elkan.


Papa Belva menganggukkan kepalanya. Dia tahu bahwa untuk pindahan juga butuh waktu untuk packing dan sebagainya. Selain itu, Papa Belva juga sangat tahu bahwa unit ini akan menjadi tempat bersejarah untuk Elkan dan Mira.


Bukan bermaksud membuat Elkan dan Mira terlalu buru-buru, tapi rencana masa depan itu memang harus dipetakan. Sementara itu, Papa Abraham kemudian menyela obrolan serius itu.


"Lalu, kapan kami akan menjadi Oma dan Opa?" tanya Papa Abraham.


Lantaran sudah ditanya Papa Abraham, kemudian Elkan pun memberikan jawaban. "Mama dan Papa, berkaitan dengan keturunan. Yang ingin kami lakukan planning untuk bayi tabung. Elkan dan Mira ingin bayi kembar. Bekerja memang penting, tapi kami juga menginginkan keturunan," balas Elkan.

__ADS_1


"Kenapa bayi tabung, El?" tanya Mama Marsha.


"Ingin bayi kembar. Secara genetik, kami tidak memiliki keturunan itu. Jadi, bisa diusahakan dengan bayi kembar. Membuahkan di luar," balas Elkan.


Para orang tua mengerti alasan kenapa Elkan dan Mira menginginkan bayi tabung. Hingga akhirnya, Papa Belva bersuara.


"Boleh, El. Anak juga sangat penting dalam pernikahan. Sudah 4 tahun kalian menikah. Untuk biaya jangan bingung. Papa siap membantu," kata Papa Belva.


"Papa juga siap membantu, El. Papa senang kalau punya baby kembar tuh. Satu nitip ke Papa Belva, satunya ke Papa. Sabtu ceria dengan dua cucu," balas Papa Abraham.


Papa Abraham sudah bahagia membayangkan memiliki cucu kembar. Dia akan menjadi Opa muda yang sangat bahagia. Hari Sabtu akan dia habiskan untuk bermain dengan cucu.


"Kalau mereka agak besar, kita ajak ke Dufan yah, Besan. Kan kita masih muda," balas Papa Belva.


Dua Papa-Papa itu sangat kompak. Sama-sama merasa belum tua, masih muda. Para Opa siap untuk mengasuh cucu-cucunya dan mengajaknya ke Dufan. Membayangkan saja sudah membuat mereka bahagia.


"Kita para Oma juga siap momong cucu yah," kata Mama Marsha kepada Mama Sara.

__ADS_1


"Iya, Omanya juga masih muda," balas Mama Sara.


Mira dan Elkan bersyukur karena rencana mereka didukung penuh oleh keluarga. Kalau diakumulasi, memang pernikahan mereka sudah empat tahun. Walau masih muda sudah saatnya untuk mereka memikirkan keturunan. Jadi, memang prioritas Elkan dan Mira usai ini adalah program baby twins terlebih dahulu.


__ADS_2