Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Tasyakuran Tujuh Bulanan


__ADS_3

Di usia kehamilan tujuh bulan ini, keluarga Agastya dan keluarga Narawangsa sepakat mengadakan tasyakuran tujuh bulanan untuk Mira. Sebenarnya waktu empat bulan dulu, sudah diadakan tasyakuran. Sekarang, akan diadakan lagi sebagai bentuk syukur dan juga doa bersama menjelang persalinan nanti.


Acara tasyakuran ini akan dilakukan di kediaman Agastya. Memang request dari Mama Sara dan Papa Belva supaya rumah Elkan dan Mira tetap bersih, sehingga kala semua acara selesai, Elkan dan Mira bisa pulang ke rumah dan langsung istirahat.


Oleh karena itu, sejak pagi kediaman keluarga Agastya sudah sibuk. Ada dekorasi yang dipasang, kursi-kursi yang ditata, dan juga pemasangan sound. Bukan sekadar tasyakuran, hari ini juga menjadi stand gratis Coffee Bay untuk warga sekitar.


Sementara Mira dan Elkan cukup mengikuti saja apa yang disuruh Mama dan Papanya. Mereka pasangan muda yang tidak terlalu ribet. Intinya, menurut dan juga mengiyakan apa yang orang tua sudah pikirkan bersama.


"Mira, nanti ganti baju dulu yah ... dan sedikit make up, kayak waktu tasyakuran empat bulanan dulu," kata Mama Sara.


"Iya, Ma ... nanti seperti biasa, make up nya dari Mama Marsha aja, Ma," balas Mira.


"Adat Jawa kali ini, Ra. Jadi memang memakai kebaya. Jangan risau, bagian perut ini memakai karet yang elastis kok. Aman untuk Bumil. Nanti juga duduk saja kamu, tidak harus duduk melantai di bawah, perut kamu kan besar banget," kata Mama Sara lagi.


"Siap, Ma ... apa pun itu, Mira ikut saja," balasnya.


Mama Sara kemudian tertawa. "Mama senang punya dua menantu yang sama-sama manut, gak banyak protes," balasnya.


Kurang lebih dua jam sebelum acara dimulai, Mira sudah diminta masuk ke dalam kamar Elkan, di sana dia berganti baju kebaya khusus untuk Ibu hamil, di mana bagian dalam kebaya dibuat bukan memakai resleting, tapi dengan karet.


"Mama selalu suka bisa merias wajah putri Mama sendiri. Sekarang merias untuk Mira yang hamil tujuh bulan," kata Mama Marsha.


"Seperti biasa yah, tidak usah terlalu bold. Flawless saja," pinta Mira.


"Siap, Ra ... Mama selalu tahu selera make up kamu. Sudah siap menjadi Ibu kan?" tanya Mama Marsha.

__ADS_1


"Insyaallah, Ma ... walau masih banyak belajar juga nanti. Diajarin yah, Ma," balas Mira.


"Iya, nanti Mama ajarin pelan-pelan. Kamu juga memiliki mama mertua yang sangat baik, kami akan mengajari kamu bersama-sama," balas Mama Marsha.


"Kok adat Jawa kenapa Ma?" tanya Mira.


"Kan Mama dan Papa dari Jawa, Ra. Dari Semarang ... melakukan tradisi saja. Dulu Mama juga melakukannya dan harus siraman juga," cerita Mama Marsha.


Sekarang Mira tahu kenapa memakai adat Jawa, ternyata untuk alasan itu. Setelah dirias untuk wajah dan rambut yang disanggul sudah selesai, Mira berganti dengan kebaya yang juga dibantu oleh Mamanya. Lantaran dengan kebaya, bagian perutnya terlihat begitu besar dan bulat.


"Cantiknya anak Mama," kata Mama Marsha.


"Cantik dong, seperti Mamanya," balas Mira.


Khusus untuk Mira, memang dia didudukan di kursi saja. Sebab, kehamilannya terhitung begitu besar dengan baby twins yang berada di dalam rahimnya. Setelah itu, pemuka agama pun memulai pengajian dan melantunkan doa untuk Mira dan bayinya.


“Ya Allah Sang Pemberi Berkah, berkahi kami dalam umur, rizqi, agama, dunia, dan anak. Ya Allah Sang Penjaga, jaga anakku selama dia berada di perut ibunya, beri kesehatan pada dia dan ibunya. Engkau Sang Pemberi Kesehatan. Tiada kesehatan kecuali dari-Mu, tiada yang bisa mentakdirkan sakit dan bahaya. Ya Allah, bentuklah janin yang ada di perut ibunya dengan rupa yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan rasul-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, merdukan suaranya untuk membaca Al-Qur’an yang mulia dan hadits, dengan berkah derajat sang penghulu para utusan.”


"Aamiin," jawab seluruh yang hadir dalam kajian malam itu.


Acara yang baik ini juga dihadiri oleh para anak yatim piatu. Sekaligus menjadi kesempatan bagi Papa Belva dan Papa Abraham untuk menyantuni anak-anak yatim piatu. Setelah acara kajian selesai, masih ada rekan-rekan bisnis Papa Belva dan Papa Bram yang datang.


Salah satunya yang datang ada mitra bisnis Agastya Properti yaitu pemilik Jaya Corp yang dimiliki oleh Tante Kanaya dan Om Bisma. Keduanya hadir dan mengucapkan selamat untuk keluarga Agastya.


"Selamat yah ... sebentar lagi akan ramai rumahnya dengan tangisan cucu," kata Tante Kanaya kepada Mama Sara dan Papa Belva.

__ADS_1


"Benar sekali ... akhirnya menyusul kebahagiaan Bu Kanaya dan Pak Bisma yah," balas Papa Belva.


"Selamat malam Bu Kanaya dan Pak Bisma," sapa Andin yang sekarang turut memberi salam kepada keduanya.


"Selamat malam juga. Ini juga menantunya Pak Belva kan?" tanya Tante Kanaya.


"Iya, saya juga mahasiswanya Bu Arsyilla, menantunya Bu Kanaya," balas Andin.


Wah, Tante Kanaya dan Om Bisma tidak menyangka ternyata keluarga Agastya memiliki menantu yang masih menjadi mahasiswi menantunya yang memang berprofesi sebagai Dosen yaitu Arsyilla.


"Mengambil Teknik Arsitektur yah berarti?" tanya Om Bisma.


"Benar Pak ... Bu Arsyilla juga Dosen Pembimbing saya," kata Andin.


"Luar biasa ... dunia ini begitu sempit yah. Kita bisa berkumpul, saling kenal, dan saling terhubung," kata Tante Kanaya lagi.


Setelah itu, Tante Kanaya dan Om Bisma mendatangi Mira dan Elkan, tentunya untuk memberikan selamat. "Selamat yah ... Tante dan Om doakan nanti kelahirannya sehat dan selamat ibu dan bayinya yah. Kembar yah?" tanya Tante Kanaya.


"Iya, Tante ... kembar fraternal, cowok dan cewek," balas Mira.


"Luar biasa. Sekarang kembar cowok dan cewek disebutnya kembar emas karena sudah jarang kan. Sehat-sehat yah Bumilnya. Suaminya harus siaga juga loh," pesan Tante Kanaya.


Elkan pun menganggukkan kepalanya. "Iya, siap Tante ... selalu siaga untuk istri tercinta."


Sungguh, ini adalah hari yang baik. Banyak doa yang diberikan dari setiap orang yang datang. Mira dan Elkan pun merasa bahagia karena begitu banyaknya orang yang datang dan mendoakan mereka.

__ADS_1


__ADS_2