Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Kegiatan Belajar


__ADS_3

Agaknya, memang Elkan dan Mira sama-sama tidak terburu-buru untuk menapaki hubungan mereka. Memulai dari pacaran justru dirasa lebih cocok oleh keduanya. Justru, sekarang keduanya bisa merasakan jantungnya yang berdebar-debar, terasa kangen walau hanya terpisah beberapa jam, dan juga ada rasa ingin kembali bertemu. Gejolak cinta masa muda yang indah, mereka rasakan bersama.


Sekarang, sudah berjalan empat hari sejak mereka sama-sama memutuskan untuk jadian. Sekolah menjadi lebih semangat, bahkan diam-diam Elkan ingin berkompetisi dengan Mira. Sebagai pria, kenapa dia malu ketika mendapatkan nilai di bawah Mira. Untuk itu, diam-diam Elkan pun selalu belajar usai pulang sekolah.


"Ra, nanti pulang belajar barengan yuk?" ajak Elkan.


"Mau belajar apa, Kak? Kelihatannya enggak ada pelajaran deh," balasnya.


"Biasa, Bahasa Indonesia. Aku masih kurang paham deh," balasnya.


Mira kemudian tersenyum. "Boleh, di rumahku aja ya Kak," balasnya.


"Iya, nanti aku ke sana yah," balasnya.


MIra hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Walau sebenarnya malu juga, tapi jika alasannya adalah untuk belajar, rasanya tidak begitu membuatnya sungkan. Sementara, Elkan sendiri sudah berkeinginan, walau nilainya di bawah Mira, setidaknya tidak terpaut jauh.


***


Sepulang sekolah ....


Rupanya, sekolah Elkan benar-benar ke rumah Mira. Pemuda itu datang dengan tujuan untuk belajar Bahasa Indonesia. Namun, kali ini Elkan datang dengan membawakan makanan kesukaan Mira. Tidak lain dan tidak bukan adalah minuman dari Coffee Bay dan juga Toast kesukaan Mira.


"Assalam'ualaikum," sapanya begitu memasuki ruamh Mira.


"Waalaikumsalam, Kak Elkan," balas Mira.


"Buat kamu, Mira," ucapnya.

__ADS_1


Gadis itu pun tersenyum. "Makasih Kak," balasnya.


"Iya, Sama-sama," balas Elkan.


Kemudian Mira mengajak Elkan ke ruang tamu dan hendak belajar bersama di sana. "Mau minum Kak?" tanyanya.


"Enggak, kan sudah bawa minum," balas Elkan.


"Ah, iya ... sampai lupa. Mau belajar apa Kak?" tanya Mira kemudian.


"Yang Narasi dan lain-lain itu, Ra," balas Elkan,


Mulai Mira menjelaskan beberapa jenis karangan berdasarkan isinya. Ada Narasi, Deskripsi, Argumentasi, Eksposisi, dan Persuasi. Kemudian, Mira bertanya kepada Elkan.


"Yang paling Kak Elkan tidak tahu yang mana?" tanyanya.


"Fiksi atau rekaan, dan Non Fiksi atau Faktual," jawab Mira.


Elkan pun menganggukkan kepalanya. "Oh, iya itu ... biasanya peristiwanya urut kan? Termuat plot dan latar cerita," balas Elkan.


Mira kemudian menganggukkan kepalanya. "Benar, nah itu sudah tahu," balasnya.


"Kalau Eksposisi apa, Ra?" tanya Elkan lagi.


"Eksposisi itu adalah karangan yang berisi pemaparan data dan keterangan sebagai penjelas," jawab Mira.


"Kenapa kalau kamu yang jelasin, aku lebih paham ya, Ra," balasnya.

__ADS_1


Gadis itu kemudian tersenyum. "Padahal lebih detail Bu Ratna kalau menjelaskan di sekolah," balas Mira.


Elkan kemudian tersenyum, pemuda itu mengamati wajah Mira yang kala itu tidak mengenakan kacamata. Dia bisa melihat matanya yang bulat dan indah, dengan bulu mata yang begitu lentik.


"Ra, kacamata kamu itu kacamata baca kan?" tanyanya.


"Iya, memang Kak," balas Mira.


"Kamu cantik, Ra," ucapnya dengan tiba-tiba.


Tersipu malu, wajah Mira pun sekarang kembali merona-rona. "Banyak yang bilang gadis berkacamata itu culun," balasnya.


"Enggak juga, kenapa kamu memakai kacamata kalau itu hanya kacamata baca? Padahal begini saja, kamu tambah cantik banget," balas Elkan.


"Hmm, tidak apa-apa, Kak. Bukannya dulu Kak Elkan suka gadis berkacamata?" tanyanya.


"Dulu, tapi setelah Jerome muji kamu cantik saat kamu memakai kacamata mainan itu, aku jadi gak suka," balas Elkan.


Mira tersenyum di sana. "Cemburu ya Kak?" tanyanya.


"Tahu," balas Elkan dengan ketus.


Mira kemudian tersenyum. "Udah, yuk belajar lagi. Mau belajar apa Kak?" tanya Mira kemudian.


"Belajar membina kasih sama kamu, bisa enggak, Ra?"


Ya Tuhan, jawaban yang begitu absurd dari Elkan. Membuat Mira begitu malu dan tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan dari Elkan. Rasanya, pemuda itu memang hobi untuk membuat jantungnya berdebar-debar.

__ADS_1


__ADS_2