Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Menuju UAN


__ADS_3

Waktu satu bulan rupanya bergulir dengan begitu cepat. Bahkan minggu depan, Elkan dan Mira. harus mempersiapkan untuk menempuh Ujian Akhir Nasional. Puncak dari seluruh perjuangan menempuh pendidikan di tingkat SMA. Oleh karena itu, Mira memang membatasi waktu ngedate atau jalan-jalan dengan Elkan. Menghabiskan waktu untuk belajar terlebih dahulu. Walau pun tetap ada komunikasi di antara keduanya.


"Hari Senin nanti kita mulai UAN, Ra," ucap Elkan yang sebenarnya tidak terlalu deg-degan.


Itu juga karena Elkan berpikir bahwa UAN adalah puncak dari semula pengulangan ketika duduk di. bangku SMA. Kalau sudah belajar dari jauh-jauh hari pastilah nanti juga akan bisa mengerjakannya.


"Iya, Kak. Aku biasanya mules sih kalau mau UAN gitu. Kayak waktu SMP dulu, pas mau UAN juga mules banget perutku," ceritanya.


Mendengar apa yang baru saja Mira sampaikan membuat Elkan tertawa. Rupanya siswi pandai sekelas Mira juga bisa stress sebelum Ujian Akhir. Elkan pikir bahwa siswi cerdas itu bisa bersikap santai.


"Udah, santai saja. Kan pasti lulus. Nilai berapa pun juga pasti lulus. Usia itu kuliah sekaligus honeymoon deh ke Sydney," balasnya.


Mendengar apa yang baru saja Elkan, si gadis hanya tersipu malu. Benarkah kuliah nanti akan dilewati dengan bulan madu seperti yang Elkan inginkan? Ada rasa malu disertai dengan debaran di dada. Kadang Mira juga sempat berpikir apakah bercinta seperti pelajaran mata biologi? Namun, kenapa membayangkan saja terasa ngeri dan nyeri.


"Kak, kalau selama kuliah ini, misalnya aku ingin menunda punya anak dulu gimana? Setidaknya fokus kuliah dulu," tanya Mira.


Tidak dipungkiri bahwa Mira memiliki cita-cita dan keinginan menuntut Ilmu setinggi mungkin. Lagipula, sekarang dirinya masih berusia 18 tahun, masih terlalu dini untuk memikirkan perihal anak. Untuk itu, dia bertanya terlebih dahulu kepada Elkan.

__ADS_1


Percakapan yang sangat aneh. Akan tetapi, memang Mira terpikir untuk menunda dulu. Fokus untuk kuliah dan mengejar mimpinya.


"Menunda momongan bukan berarti menunda itu kan, Ra?" balas Elkan.


"Hmm, iya," jawabnya dengan menundukkan wajahnya.


"Iya apanya? Apanya yang enggak ditunda?" Elkan kembali bertanya. Sikap jahil seorang Elkan kembali muncul dengan sendirinya.


"Itu Kak," balas Mira.


"Itu apa coba?"


"Pelajaran Biologi tentang fertilisasi," jawab Mira dengan memejamkan matanya dan sangat malu, hingga ekspresi Mira itu membuat Elkan tertawa. Pemuda itu saat mengemudikan mobilnya sampai tertawa terbahak-bahak.


"Ishhs, udahan Kak ... malu," balasnya dengan memukul lengan Elkan.


Jawaban Mira memang tidak gamblang, tapi itu sangat membuatnya malu. Fertilisasi sendiri adalah peleburan sel milik pria dengan sel ovum milik wanita. Namun, tidak mungkin Mira memberikan jawaban gamblang.

__ADS_1


"Oke deh ... jadi boleh nunda momongan, tapi tidak menunda proses biologis yah," balas Elkan.


"Iya," sahutnya.


Hingga sekarang sudah sampai di depan rumah Mira. Pemuda itu segera menghentikan mobilnya. "Sudah sampai ... rasanya dari sekolah ke rumah kurang jauh yah," ucap Elkan.


"Kalau sudah selesai UAN, nonton film lagi yuk, Kak," ajak Mira dengan tiba-tiba.


Wah, tentu ini adalah ajakan yang tidak akan Elkan sia-siakan. Tentu dia sangat mau jika harus menonton film dengan Mira. Mau banget malahan.


"Oke, anything for you," balas Elkan.


"Bye Kak ... hati-hati," ucap Mira dengan melambaikan tangannya.


"Bye, Ra ... sukses UANnya Senin nanti yah."


Fokus untuk menempuh UAN, dan menyelesaikan masa putih abu-abu yang hanya tinggal menghitung hari saja. Romansa pengantin SMA, akan naik level ke pengantin muda yang akan mulai mengenal pasang surutnya kehidupan berumahtangga.

__ADS_1


__ADS_2