Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Mie Instan Seleramu, Kamu Seleraku


__ADS_3

Pulang ke rumah dan mendapat kejutan karena suaminya pulang, tentu membuat Mira sangat senang. Walau sempat menangis, tapi di dalam hatinya Mira begitu berbunga-bunga. Sangat senang ketika suaminya sudah pulang.


Mandi tidak butuh waktu terlalu lama. Mira keluar dari kamarnya, dengan rambut yang belum sepenuhnya kering. Dia menuju ke dapur. Masih melihat Elkan yang tengah membuat Mie instant. Tidak berpikir panjang, Mira segera memeluk suaminya itu dari belakang. Kepalanya dia sandarkan di punggung suaminya.


"Kangen," kata Mira perlahan.


"Sama, aku juga kangen," balas Elkan.


"Gimana pernikahan Kak Ev dan Kakak ipar, Kak?" tanya Mira.


"Yah, semuanya lancar, Honey. Mengusung adat Minang. Mungkin Kak Andin ada dari keturunan Minang. Mama menangis kemarin, mungkin kalau anak sulung yang menikah lebih terharu yah," cerita Elkan.


Mira tersenyum perlahan. Masih asyik bergelayut manja kepada suaminya, hingga akhirnya dia pun berbicara.


"Gak juga, mungkin dulu kamu kan udah dapat anak gadis yang udah dikenal Mama Sara lama. Selain itu, Mama Sara dan Mama Marsha juga Bestie. Jadinya, justru seneng, persahabatan berubah menjadi keluarga. Selain itu, awal menikah kita kan masih tinggal terpisah di rumah orang tua kita sendiri-sendiri," balas Mira.


"Hm, bisa jadi juga yah. Kalau Kak Evan kan langsung mengambil tanggung jawab penuh, apalagi Kak Evan gak pernah pacaran. Lucu loh, Honey. Kemarin tuh, Kak Evan nelpon aku," cerita Elkan lagi.


"Kak Evan cerita apa Kak?" tanya Mira.


"Cerita bagaimana caranya memulai? Gokil yah," balas Elkan yang masih terkekeh geli.


Sementara, Mira juga tersenyum. Namun, itu adalah hal yang wajar. Mungkin kalau bertanya ke Papanya merasa malu. Lagipula, adiknya sudah menikah terlebih dahulu sehingga Evan memilih untuk bertanya kepada adiknya saja.


"Wajar itu, Kak. Kan kamu yang nikah lebih dulu. Jadi, setidaknya kamu sudah pengalaman, sudah pro," balas Mira.


Tidak hanya menjawab, Mira juga mencubit pinggang suaminya. Cubitan kecil yang membuat Elkan mengaduh karenanya.

__ADS_1


"Aduh, jangan Honey. Duh, abis puasa seminggu kamu cubit sedikit saja ba ... ha ... ya."


Sekarang keduanya sama-sama tertawa, tapi Mira senang sekali bisa kembali memeluk suaminya seperti ini. Dalam sepekan rasanya begitu rindu. Oleh karena itu, sekarang bisa kembali bercerita, bercanda, dan memeluk suaminya rasanya sangat senang.


"Ya sudah, makan dulu yuk," ajak Elkan kepada istrinya itu.


"Hm, iya ... kiss dulu, Kak. Kangen," pinta Mira.


Saking kangennya sampai Mira meminta kiss kepada suaminya terlebih dahulu. Hal yang tidak pernah dia minta sebelumnya. Biasanya, wanita muda itu terlalu malu. Namun, sekarang karena suaminya sudah di rumah, sudah kembali pulang, Mira meminta kiss dengan tersenyum kepada sang suami.


Apakah Elkan menolak? Tentu saja tidak. Justru ini adalah kejutan untuk Elkan, pria itu mengubah posisinya. Berhadap-hadapan sekarang dengan Mira. Lantas Elkan mengecup kening Mira. Dia biarkan bibirnya bertengger di kening Mira untuk beberapa saat lamanya. Lantas bibirnya mengecup kedua pipi Mira bergantian, dari pipi kanan ke pipi Mira.


Sementara Mira yang berdiri di hadapannya masih tersenyum malu, tapi sebenarnya suka ketika Elkan menciumnya. Lantas, Elkan tentu tidak akan melewatkan bibir Mira yang merekah laksana kelopak bunga. Pria itu kian menundukkan wajahnya, kedua tangannya menangkup wajah Mira. Sekarang, bibir Elkan benar-benar menyapa bibir Mira. Mengecupnya dengan hati-hati. Bukan hanya sekadar mengecup, dalam usapan nan samar Elkan melu-mat bibir istrinya itu.


Gayung pun bersambut, Mira juga menerima Elkan. Merasakan kecupan itu, merasakan usapan dalam setiap lu-matan yang dilakukan suaminya. Dua bibir bertemu dan beradu, hingga Elkan menarik sesaat wajahnya. Pria itu lantas mengecup beberapa kali bibir istrinya.


Cup. Cup. Cup.


Tidak memberikan jawaban, Mira tersenyum dan mencerukan wajahnya di dada suaminya. Malu, tapi sangat bahagia.


"Makasih, Kak. I Love U," kata Mira.


"I Love U too, Honey. Yuk, makan dulu," ajak Elkan.


Akhirnya, sekarang keduanya duduk berhadap-hadapan di meja makan minimalis itu dengan Mie goreng cita rasa khas Indonesia yang menjadi kesukaan Mira. Untuk apa yang disukai sang istri, Elkan pun mau membuatkan Mie itu untuk istrinya.


"Selamat makan," kata Mira.

__ADS_1


"Mie instant seleramu, kamu seleraku," balas Elkan dengan tiba-tiba.


Ah, jika sudah seperti ini rasanya Mira sangat malu. Namun, seperti biasa, dia bahagia. Dalam sepekan sendiri, tidak ada yang diajak mengobrol dan bercanda. Sekarang, suaminya sudah kembali. Unit ini menjadi lebih hidup jadinya.


"Makasih Kak ... capek-capek, kamu mau buatin Mie kesukaan aku," kata Mira.


"Untuk kamu, aku tidak pernah capek kok Honey. Malahan semangat terus. Suami itu begitu, Honey ... untuk istrinya, Suami akan melakukan apa pun. Mau capek, hujan, atau panas kalau cinta ya dilakuin," balas Elkan.


"Alah, gombal," balas Mira.


"Serius. Kalau suami mulai banyak alasan itu yang gak benar. Dulu, waktu pacaran belum memiliki saja semangat 45. Harusnya ketika sudah menikah, bisa memiliki dan menikmati harusnya lebih semangat dong. Kayak aku ini, dulu memendam cinta ya biasa saja. Setelah memiliki kamu, wah, gak akan mundur, Honey. Jadi tambah luar biasa," kata Elkan.


Mendengar apa yang dikatakan Elkan, Mira tersenyum. Kepalanya mengangguk-angguk mendengar perkataan suaminya itu.


"Hm, kabar Mama dan Papa gimana, Kak?" tanya Mira.


"Baik dan sehat. Aku kemarin kan tidur di kamar kamu sewaktu gadis. Jadi ingat mau nginep di sana, dibawain tempat tidur yang lain sama Papa Abraham. Gak boleh sentuh putrinya. Sekarang, putrinya jadi hak milikku selamanya," balas Elkan dengan tertawa.


Ya, dulu sewaktu masa SMA, Elkan pernah menginap di kamar Mira ketika Mira demam. Kala itu, Papa mertuanya menaruh ranjang dengan ukuran single bed untuk Elkan. Rasanya geli, tapi semua itu jadi cerita. Sekarang, Elkan sangat senang karena dia bisa memiliki Mira, putrinya Papa Abraham itu seutuhnya dan sepenuhnya.


"Kan menjaga, biar tidak hamil di putih Abu-Abu kali, Kak," balas Mira.


"Ya, iya sih. Aku tahu maksud orang tua kita baik kok. Gejolak anak muda kan bahaya, Honey. Baru pacaran saja, minta gesek, nanti gak cuma digesek, akhirnya dimasukkan. Aku sih, big no dengan begituan," balas Elkan.


"Serem juga, Kak. Fenomenanya seperti itu. Makanya dulu, aku gak mau pacaran. Kalau bisa menikah saja. Menikah muda gak apa-apa. Ternyata, aku justru menikah di SMA," balas Mira.


"Terlalu muda yah? Kecil-kecil jadi manten," sahut Elkan.

__ADS_1


"Iya, soalnya takut begituan. Ketika dalam bingkai pernikahan kan gak dapat dosa, gak melakukan zinah, dan dapat pahala malahan," balas Mira.


Akhirnya usai perpisahan sepekan, kini keduanya kembali bersua. Ditemani sepiring Mie instan banyak obrolan yang mereka urai bersama. 🥰


__ADS_2