Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Kesengajaan Bagas


__ADS_3

Hari ini, Elkan sebelum berangkat ke Coffee Bay menyempatkan untuk menggendong Aryan dan Aaliya. Daddy muda itu tampak menikmati waktu menggendong dua bayinya bersamaan. Ada kalanya, Elkan menundukkan wajahnya dan mencium puncak kepala dua bayinya itu.


Di dalam hatinya Elkan sangat bersyukur karena Aryan dan Aaliya tumbuh dengan sangat baik dan sehat. Bayinya yang satu setengah bulan lalu dilahirkan masih memiliki kulit yang merah. Sekarang sudah menjadi baby yang gemoy. Selain itu semerbak parfum bayi dan minyak telon itu menimbulkan aroma yang sedap khas bayi.


"Enggak buruan berangkat, Dad?" tanya Mira.


"Sebentar, Mom. Masih kangen sama Aryan dan Aaliya," balas Elkan.


Mira tersenyum padahal setiap hari juga bertemu dengan Twins A, tapi Elkan selalu saja bilang dengan kedua babynya. Sekarang, Mira diam-diam memfoto Elkan yang tengah menggendong Twins A. Wanita itu tersenyum karena Elkan memang terlihat begitu Daddyable dan sangat menyayangi Aryan dan Aaliya.


Hingga tiba-tiba terbersit perasaan tidak enak di dalam hati Mira. Ada rasa takut yang membuatnya tiba-tiba meneteskan air matanya. Akan tetapi, Mira memilih menyembunyikannya. Dia menghampiri Elkan dan memeluk suaminya itu dari belakang.


"Nanti kerjanya hati-hati yah, Kak. Kenapa hatiku tiba-tiba merasa tidak enak," kata Mira.


Elkan kemudian melirik istrinya itu. Sebelumnya tidak pernah Mira berkata demikian. Sekarang, justru Mira mengatakan bahwa perasaannya sangatlah tidak enak. Elkan harus berhati-hati berarti.


"Pasti, Honeyku. Aku akan lebih berhati-hati kok. Suamimu ini akan pulang nanti sore," balas Elkan.


Usai berusaha menenangkan Mira, kemudian Elkan tersenyum. Jujur, dia merasa sangat rindu dengan Mira. Terlebih sejak Mira usai melahirkan hingga sekarang belum pernah keduanya bercinta. Elkan memilih untuk menunggu sampai istrinya itu benar-benar sudah siap. Terlebih luka pasca operasi caesar juga membutuhkan masa pemulihan.

__ADS_1


"Pokoknya hati-hati ya, Hubby. Kalau ada apa-apa kabarin aku yah," balas Mira.


"So pasti, Honey," balas Elkan kemudian.


Setelah itu, Elkan menyerahkan kedua baby kembarnya kepada Mira. Kemudian Elkan berpesan. "Aryan dan Aaliya baik-baik di rumah. Jangan tantrum yah, kasihan Mommy kalau nanti kalian berdua tantrum bersamaan. Daddy bekerja cari Rupiah dulu yah," pamit Elkan.


Kemudian Elkan mencium pipi kedua bayinya itu. Sementara Mira kembali berkaca-kaca. Elkan kemudian mengecup kening istrinya itu.


"Honey, doakan yah. Aku bekerja hari ini. Nanti pasti aku akan memberikan kabar," kata Elkan.


"Iya, Hubby. Hati-hati yah. I Love U," balas Mira.


Begitu tiba di Coffee Bay, Elkan baru saja turun dari mobil. Akan tetapi, ada mobil bermuatan bahan-bahan dari Say to Coffee mundur secara mendadak. Di sana ada Bagas yang justru sengaja membuat mobil itu mundur dan akhirnya.


Bruuukkk ....


Mobil itu mengenai Elkan dan beberapa staf Coffee Bay. Sontak terdengar teriakan dari beberapa orang yang ada di sana.


"Awas!"

__ADS_1


Akan tetapi, beberapa staf Coffee Bay sudah terlanjur menjadi korban. Elkan pun terkampar di tepat di depan Outlet. Pekerja yang lain pun memanggil ambulance untuk membawa Elkan dan beberapa pekerja ke Rumah Sakit terdengar.


Sementara ada pekerja lain yang langsung mengabarkan ke kediaman Elkan. Di rumah Mira yang mendengar kabar tidak baik dari outlet seketika menangis dan begitu sedih. Di saat seperti ini, Mira segera menelpon Mama Sara.


"Mama, Kak Elkan, Ma," kata Mira dengan menangis terisak-isak.


"Mira, Elkan kenapa, Ra? Sabar, Mama dan Papa akan ke sana yah," balas Mama Sara.


Untung saja jarak rumah Mama Sara dengan Mira tidak jauh. Hanya berbeda cluster saja. Cukup membutuhkan waktu lima menit, Mama Sara dan Papa Belva juga sudah tiba di kediaman Mira. Tak hanya itu, Mama Marsha dan Papa Abraham juga tiba.


"Kenapa, Ra?" tanya Mama Sara yang berusaha menahan tangis.


"Kakak El masuk rumah sakit, Ma. Kecelakaan di depan Coffee Bay," balas Mira dengan bibir yang bergetar.


"Mau ke Rumah Sakit? Aryan dan Aaliya bagaimana?" tanya Mama Sara.


"Besan, ajak Mira ke Rumah Sakit saja. Biar aku yang menjaga Aryan dan Aaliya. Ada ASIP juga jadi aman. Mira, bawa pumping nanti kalau sumber ASImu penuh, langsung dipumping," pesan Mama Marsha.


Mira pun segera mengambil tas berisi pumping. Dia menitipkan Aryan dan Aaliya kepada Mamanya. Mira memilih untuk menuju ke Rumah Sakit. Sebab, Mira sangat tidak tenang jika suaminya terjadi sesuatu.

__ADS_1


Di tengah ketakutan dan kekalutan, Mira terus mendoakan supaya suaminya baik-baik saja. Baru tadi Mira merasa hatinya sangat tidak tenang. Akan tetapi, sekarang semuanya terjawab sudah. Rupanya terjadi kecelakaan yang menimpa suaminya.


__ADS_2