
Sepulang dari klinik Dokter Bisma, Mira menjadi deg-degan dengan kondisi buah hatinya. Dia baru tahu bahwa dampak pemberian imunisasi pada bayi bisa membuat bayi demam dan bengkak di bekas suntikan. Walau Dokter sudah meresepkan penurun demam, Mira kalau bisa meminta inginnya kedua buah hatinya tidak akan demam.
"Sejak pulang, kenapa kamu banyak diamnya, Honey?" tanya Elkan.
"Sedikit panik aja kalau-kalau nanti Twins A demam. Kasihan," balas Mira.
Jujur Mira memang sedikit panik. Bagaimana pun ketika suatu virus dimasukkan ke dalam tubuh, pastilah akan menimbulkan reaksi. Oleh karena itu, tergolong Ibu yang masih baru, Mira juga was-was kalau nanti Aryan dan Aaliya akan demam.
"Ya, nanti malam kita menunggu bersama-sama, Honey."
Sementara Elkan juga menunjukkan sikap yang baik sebagai Ayah dan suami. Dia akan turut menunggu dan berjaga, sembari berharap bahwa kedua buah hatinya tidak akan demam. Elkan akan terus membersamai buah hatinya.
Jelang tengah malam, Mira terbangun karena mendengar suara tangisan bayinya. Oleh karena itu, Mira yang tertidur pun mulai terbangun. Wanita itu hanya menguncir rambutnya asal dan berjalan ke box bayi yang letaknya tidak jauh dari ranjangnya.
Mira menyentuh kening Aryan dan Aaliya yang sama-sama bangun dan menangis. Meraba kening itu, rupanya memang kedua bayinya demam. Mira memilih untuk mengambil termometer dan mengukur suhu badan Twins A terlebih dahulu. Rupanya kala diukur, keduanya memiliki suhu 38,5°C. Terbilang panas, karena itu Mira membangunkan suaminya.
"Kak, bangun dulu yuk. Twins demam nih," kata Mira.
__ADS_1
Elkan pun menyahut dengan suara. Pria itu kemudian mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya, setelahnya Elkan terbangun dan bertanya kepada istrinya.
"Berapa suhunya, Honey?"
"38,5, Kak. Kita gantiin pakaian Twins jadi yang bisa nyerap keringat yah. Sekalian ganti diapersnya pasti penuh," balas Mira.
Untuk penurun demam, Dokter Bisma tadi meresepkan untuk obat yang dimasukkan melalui a-nus. Ini pun pengalaman pertama untuk Mira dan Elkan harus memberikan obat dengan cara demikian. Obat jenis ini disebut Suppositoria. Obat ini biasanya berbentuk tabung dengan salah satu bagian mengerucut. Bagian luar obat ini biasanya terbuat dari gelatin. Dokter Bisma memberikan obat Suppositoria karena banyaknya obat penurun demam yang perlu dicek lagi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan.
"Duh, sakit enggak yah? Aku kok kasihan lihatnya," kata Elkan.
Cara kerja Obat Suppositoria ini adalah ketika dimasukkan ke dalam du-bur, suhu tubuh yang hangat akan membuat obat mencair. Selanjutnya, obat akan diserap oleh aliran darah dan mulai bekerja menurunkan panas. Efektivitasnya sama dengan obat penurun panas yang diminumkan kepada anak.
"Sambil aku beri ASI aja, Kak. Semoga saja turun demamnya," balas Mira.
Sekarang, Mira memberikan ASI untuk kedua bayinya. Elkan pun mendampingi. Dia tidak meninggalkan Mira tidur. Bagaimana pun tugas pengasuhan adalah tugas bersama pasangan suami dan istri. Oleh karena itu, Elkan turut berjaga.
"Mulai diam, Honey. Tidak lagi menangis," kata Elkan.
__ADS_1
"Iya, Kak. Kasihan, apalagi wajahnya Aaliya sampai merah," balas Mira.
"Iya, putrinya Daddy yang demam sampai merah. Sehat-sehat yah," balas Elkan.
Lebih dari setengah jam kemudian, demam Aryan dan Aaliya mulai turun. Bahkan keduanya bisa tertidur. Mira berniat untuk menidurkan keduanya. Namun, baru hendak dipindah, Aryan dan Aaliya lagi-lagi menangis. Padahal Mira sendiri sudah beberapa kali menguap. Maklum sekarang tengah malam, dan dia juga mengantuk. Namun, kedua Twins A malahan menangis saat hendak dipindahkan.
"Nangis malahan, kamu capek yahh?" tanya Elkan.
"Hm, sedikit ngantuk, Kak. Ini jam berapa sih?" tanya Mira.
Elkan melihat analog digital di dalam kamarnya kemudian menjawab Mira. "Jam 01.45, Honey. Sudah hampir jam 02.00 dini hari," balas Elkan.
"Kakak bobok duluan aja, aku ngurus Twins dulu," balas Mira.
Elkan menggelengkan kepalanya. "Aku temenin kamu dulu, Honey. Kita rawat bersama-sama yah. Pengalaman pertama juga merawat bayi yang demam," balas Elkan.
Walau tidak berpengalaman, tapi dari hal inilah keduanya sama-sama belajar. Bagaimana harus merawat bayi yang demam. Bisa saja mereka tidak nyaman dan lebih ingin skin to skin dengan Mommynya. Dibutuhkan kesabaran juga, karena bayi juga seolah-olah bisa membaca hati orang tuanya.
__ADS_1