Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Kehamilan Tujuh Bulan


__ADS_3

Semakin bertambahnya hari, ketika minggu berganti dengan minggu, artinya kehamilan Mira pun juga semakin bertambah. Tidak terasa, sekarang usia kehamilan Mira sudah tujuh bulan. Lantaran tengah mengandung bayi kembar, lonjakan berat badan pun juga dialami Mira. Tak jarang Bumil itu merasa insecure dengan berat badannya.


"Kak, hamil baru tujuh bulan, tapi berat badanku sudah naik lima belas kilogram," kata Mira.


Sekilas memang sekarang pipi, lengan, dada, paha, dan perut tentunya terlihat lebih besar. Kadang itu membuat Mira merasa insecure. Bahkan Mira merasa tidak yakin, apakah nanti usai melahirkan bisa kembali ke berat badan idealnya.


"Ya, enggak apa-apa, Honey. Kamu kan hamil baby twins. Jadi, sudah pasti lonjakan berat badannya lebih banyak. Ingat katanya Dokter Indri itu, lonjakan selera makan berpengaruh ke lonjakan berat badan. Tidak apa-apa, Honey," kata Elkan.


"Kalau aku gemuk kayak gini masih cantik enggak, Kak?" tanya Mira.


"Selalu cantik, Honey. Kamu mah selalu cantik. Gak pernah memakai make up aneh-aneh, apa adanya. Cantik banget malahan. Hamil ini juga cantik banget kok," balas Elkan.


Mendengarkan ucapan Elkan, Mira tersenyum. Intinya Mira selalu percaya saja dengan ucapan suaminya. Sebab, Mira tahu bahwa Elkan tidak akan sekadar membual.


"Kalau aku tidak kembali ke berat badan idealku usai melahirkan gimana, Kak?" tanya Mira.


"Gak apa-apa, penting sih kamu sehat. Serius, yang penting kamu sehat aja," balas Elkan.


Mira tersenyum, walau sebenarnya ada rasa takut juga ketika berat badan menjadi tidak ideal. Terlebih dia dan suaminya masih muda. Penampilan mungkin menjadi pertimbangan tersendiri.


"Makan dulu yuk, tadi katanya mau Nasi Padang. Itu sudah datang," kata Elkan.


Tadi memang Mira menginginkan untuk memakan Nasi Padang dengan lauk Rendang, Perkedel, dan Telor Padang. Memang akhir-akhir ini selera makan Mira sedang naik. Sehingga, Mira menginginkan Nasi Padang.


"Nasi Padang, kalori dan lemaknya banyak. Kalau tambah ndut lagi gimana coba?" tanya Mira.


"Gak apa-apa. Aku selalu cinta kamu," balas Elkan.

__ADS_1


Elkan turun ke bawah dan membayar ojek online yang sudah membantunya membeli Nasi Padang itu. Tidak lupa, Elkan memberikan tips untuk abang ojek tersebut. Setelah itu, dia kembali masuk ke dalam rumah, mengajak Istrinya untuk makan.


Dengan duduk di meja makan, Mira agaknya sudah tergoda dengan Nasi Padang yang memang dari aromanya saja sudah tercium sangat enak. Saking asyiknya, Mira memilih makan dengan menggunakan tangan saja. Sebab, Nasi Padang terasa lebih enak kala dimakan dengan tangan.


"Enak banget, Kak. Terakhir makan Nasi Padang waktu diajak Kak Evan dan kita pulang dari Sydney dulu. Kenapa yah, Nasi Padang itu bisa banget menggugah selera makan," kata Mira.


"Kamu baru ngidam, Honey. Jadinya yah begitu. Dimakan, yang banyak. Kalau bisa dihabiskan," kata Elkan.


Elkan tersenyum melihat istrinya yang memang makan dengan begitu lahapnya itu. Mungkin karena kepedesan Sambal Hijau, sampai kening Mira berkeringat. Namun, Mira sendiri masih terlihat begitu lahap.


"Hm, enak banget, Kak. Makasih banyak yah. Maunya Bumil sudah diturutin," kata Mira.


"Sama-sama Bumilku yang selalu cantik di mataku," balas Elkan.


Alhasil, satu bungkus Nasi Padang habis sendiri dimakan Mira. Selain itu, Elkan juga mengambilkan air putih untuk istrinya. Supaya Mira bisa minum air putih setelah makan.


Usai itu, sekarang Mira dan Elkan berada di ruang keluarga dan menonton televisi. Hari ini, Mira akan menemani Elkan melihat film Superhero kesukaan suaminya itu. Akan tetapi, Mira menghela napas panjang kala mendengarkan gerakan Twins di perutnya.


"Duh, kekenyangan malahan Twins goyang-goyang nih, Daddy," kata Mira.


Elkan tertawa. Mira begitu lucu, dia sering kali mengatakan bahwa babynya yang bergerak di dalam rahim menjadi frasa bergoyang. Pilihan kata yang dipakai Mira terbilang lucu.


"Goyang dompret, ngebor, atau apa Honey?" tanya Elkan.


"Goyang duyu," balas Mira.


Sekarang keduanya itu sama-sama tertawa. Sungguh, dari kegiatan harian yang sangat sederhana, hanya dengan obrolan dan candaan seperti ini saja rasanya sudah begitu bahagia. Ketika berbicara nyambung, bercanda juga nyambung, itu sudah menjadi hal yang membahagiakan untuk Elkan dan Mira.

__ADS_1


"Bisa saja sih, Honey."


Elkan kemudian membawa kepalanya dan mendekat ke perut istrinya. Tangannya mengusapi perut Mira perlahan.


"Twins, Mommy baru saja selesai makan loh. Mana kalian malahan goyang-goyang. Kasihan Mommy dong," balas Elkan.


Ketika Elkan melakukan sounding dan mengajak berbicara babynya, begitu terasa gerakan janin mereka. Dokter Indri juga menganjurkan supaya Elkan dan Mira sering melakukan sounding sejak bayi berada di dalam kandungan. Sebab, janin dalam kandungan mulai bisa mendengar suara ibu dan ayahnya setelah berusia 18 minggu. Saat memasuki usia 24 minggu, janin sudah bisa menanggapi setiap suara yang dia dengar dengan bergerak lebih aktif di dalam kandungan seperti menendang dan membuka mulut. Dan, benar ... ketika Elkan mengajak ngobrol Baby Twins nya, sembari mengusapi perut istrinya, begitu terasa gerakan janinnya itu.


"Twins tahu banget kalau diajak ngobrol Daddy yah?" tanya Mira.


Elkan semakin tersenyum, "Twins baru ngapain di dalam sini ... sehat-sehat yah. Mommy kamu sudah berjuang luar biasa sampai di tahap ini. Hanya menunggu dua bulan lagi kalian akan lahir. Nanti ajarin Daddy untuk bisa memeluk dan menggendong kalian berdua yah," ucap Elkan yang kini beringsut dan mengecup perut Mira.


Sounding memang sangat baik untuk bayi. Suara-suara yang didengarkan bayi dapat menstimulasi sistem saraf dan otaknya, agar fungsi pendengarannya menjadi lebih peka. Juga, semakin sering orang tua berbicara atau bernyanyi, si bayi semakin banyak mendengar kata yang bisa dia dengar. Selain itu, mengajak bayi berbicara sejak berada di dalam perut bisa menjalin kedekatan emosi antara bayi dan orang tuanya. Setelah bayi lahir nanti, si bayi yang terbiasa mendengar suara orang tuanya akan merasa lebih tenang dan tidak mudah rewel ketika Mama dan Papanya mengajaknya berkomunikasi.


"Twins baru goyang-goyang, joget-joget di perutnya Mommy ini, Dad," balas Mira dengan tersenyum.


"Kasihan Mommy kamu, Twins. Baru selesai makan Nasi Padang dan kalian berdua sudah bergoyang-goyang seperti ini," balas Elkan.


"Mommy gak apa-apa kok, Dad. Malahan senang kalau Twins aktif kayak gini. Merasakan gerakannya Twins, bikin jadi gak sabar ingin bertemu dengan mereka nanti," kata Mira sekarang.


"Iya My Honey ... tinggal beberapa minggu lagi kan sudah ada Twins. Nanti aku siapkan kamar untuk mereka berdua dulu. Atau di dalam kamar kita ini saja dulu?" tanya Elkan kepada istrinya.


"Bobok satu kamar dengan kita dulu saja yah, Dad," balas Mira.


"Oke deh, siap. Nanti Daddy siapkan untuk Twins."


Mira dan Elkan memang sengaja belum menyiapkan apa pun. Keduanya memilih untuk menunggu usia kehamilan tujuh bulan. Beberapa orang mengatakan sebaiknya tidak menyiapkan apa pun sebelum kehamilan berusia tujuh bulan, bisa pamali katanya. Sementara, sekarang kehamilan Mira sudah tujuh bulan, sehingga dia dan Elkan juga akan bersiap untuk mempersiapkan berbagai barang dan kebutuhan Baby Twins mereka.

__ADS_1


__ADS_2