
Dengan semakin bertambahnya usia kehamilan, Mira sudah merasakan kondisi tubuhnya yang tidak nyaman. Bumil itu sering kali gerah, bolak-balik ke kamar mandi, dan juga merasa engap. Ada kalanya, ketika berbaring untuk tidur hingga rebahan dengan punggung mengenai kasur yang empuk, begitu engap dan perut sudah begitu membesar. Dokter Indri menyarankan untuk miring ke kiri, tapi jika miring ke kiri terus, badan rasanya juga capek. Terlebih kalau tidur telentang, sudah benar-benar tidak nyaman, bisa membuat sesak napas rasanya.
Ketika usia kehamilan Mira kian membesar, siang hari juga Mama Sara dan Mama Marsha hampir setiap hari datang ke rumah Mira. Keduanya khawatir saja jika terjadi gejala kehamilan yang datang tiba-tiba. Sama seperti siang ini, di mana Mama Sara dan Mama Marsha datang bersamaan ke rumah Mira.
"Istirahat, Ra ... banyakin istirahat dan minum air putih," kata Mama Marsha.
"Di rumah setiap hari juga istirahat kok, Ma," balas Mira.
"Benar, Ra ... banyakin minum air putih. Kebutuhan minum ibu hamil harus tercukupi," kata Mama Sara sekarang.
"Mama-Mama dulu melahirkannya normal atau Caesar?" tanya Mira.
Sekarang Mama Marsha yang memberikan jawaban terlebih dahulu. "Kalau Mama melahirkan kamu dan Marvel keduanya normal. Untungnya Papa kamu selalu siaga. Mama cakar dan sebagainya, Papa kamu tidak marah. Sabar banget waktu mendampingi Mama," kenang Mama Marsha.
"Kalau Mama, waktu melahirkan itu pernah Normal dan Caesar. Sama sakitnya, Ra ... kalau normal di pembukaan demi pembukaan itu yang sakit. Kalau Caesar rasa sakitnya setelah melahirkan. Ya, istilahnya before dan after lah yah ...."
Mama Sara yang pernah melahirkan normal dan Caesar pun juga membagikan pengalamannya. Bukan menakut-nakuti. Namun, memang sekadar sharing pengalaman dengan Mira.
"Kalau hamil kembar, bisa melahirkan normal enggak Ma?" tanya Mira.
__ADS_1
"Bisa, tapi memang menunggu advice dari Dokter," jawab Mama Sara.
"Oh, begitu yah, Ma ... kalau bisa normal, kayaknya Mira gak keberatan deh melalui pembukaan demi pembukaan sampai lahiran nanti, tapi kalau advicenya harus caesar yah mau tidak mau ... tidak bisa mengelak karena Dokter punya pertimbangan sendiri," balas Mira.
"Normal atau caesar tidak masalah, Ra ... Mama percaya, apa pun jalannya nanti Elkan yang pasti akan selalu mendampingi kamu," balas Mama Marsha.
Sebagai seorang mama memang Mama Marsha sangat yakin dengan menantunya. Begitu juga dalam persalinan nanti entah itu normal atau caesar, Elkan akan mendampingi Mira. Keyakinan itu hadir tidak dengan sendirinya, melainkan karena Elkan selama ini sudah memberikan bukti bisa mendampingi Mira dan selalu ada untuk Mira.
"Makasih yah ... sudah selalu mempercayai El," kata Mama Sara.
"Pasti. Elkan juga walau masih muda, justru sangat dewasa. Selalu menjaga Mira, dulu dia menyayangi Mira sebagai adik, sekarang sebagi istri, sebagai pendamping hidup." balas Mama Marsha.
"Kak Elkan sih selalu juara, Ma ... kombinasi Papa Belva dan Papa Bram yang Mira dapatkan di diri Kak El. Mira sih bahagia banget menjalani kehidupan pernikahan dengan Kak Elkan," aku Mira.
***
Keesokan Harinya ....
Sore hari ini, Elkan kembali mengantarkan Mira ke Rumah Sakit. Sebelumnya Dokter Indri sudah mengatakan bahwa ketika persalinan kian dekat, maka pasien harus melakukan pemeriksaan dua minggu sekali. Oleh karena itu, Mira dan Elkan kembali ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kehamilan.
__ADS_1
"Kok sekarang, aku jadi takut dan deg-degan yah, Kak," kata Mira dengan lirih.
Selama hamil dan bolak-balik ke Rumah Sakit baru kali ini Mira mengakui takut. Jantungnya pun terasa lebih berdebar-debar. Saking takutnya, kening Mira sampai berkeringat. Mendengar pengakuan istrinya, Elkan pun segera menggenggam tangan Mira. Kala Elkan menggenggam tangan itu, memang terasa tangan Mira yang dingin.
"Beneran takut?" tanya Elkan.
"Iya, deg-degan aja," jawab Mira.
Elkan berusaha menenangkan istrinya dengan mengusapi punggung tangan Mira yang sekarang ada di dalam genggamannya itu. Berharap Mira bisa lebih tenang sekarang. Hingga akhirnya, nama Mira pun dipanggil oleh perawat dan dipersilakan memasuki ruangan Dokter Indri.
"Selamat malam, Dokter," sapa Mira.
"Malam ... mari silakan," balas Dokter Indri.
Mengamati buku pemeriksaan Mira dari bulan ke bulan sampai sekarang, barulah Dokter Indri berbicara. "Lonjakan berat badannya sampai 20 kilogram yah? Terus ini tekanan darahnya juga tinggi," kata Dokter Indri.
Mendengarkan ucapan Mira semakin takut rasanya. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak. Akan tetapi, Elkan berusaha tenang. Walau takut juga, tapi Elkan berusaha tenang. Kalau dia panik, yang ada istrinya itu bisa-bisa semakin panik nantinya.
"Kalau memang berat badan tambah banyak Dokter, beberapa minggu ini suka makan di malam hari," jawab Mira.
__ADS_1
"Yah, untuk baby Twins sih 20 kilogram masih bisa ditolerir yah Nak Mira ... tapi sudah mulai dikurangi makanan yang tinggi karbohidrat dan gula yah ... semoga tidak bertambah lagi berat badannya," kata Dokter Indri.
Mira menganggukkan kepalanya. Semoga saja, hasil pemeriksaan nanti juga baik adanya. Advice atau Saran yang diberikan oleh Dokter Indri juga bagus sehingga Mira bisa lebih tenang. Apa pun yang terjadi, Mira akan berusaha menjalani semuanya satu per satu, dan berharap bisa melahirkan Twins dengan sehat dan selamat.