Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Dulu di Singapura


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang dari University menuju unit mereka, tidak banyak kata-kata yang Mira ucapkan. Itu juga karena dia merasa bingung. Ada beberapa hal yang Mira bingungkan, pertama bagaimana Rosaline bisa berada di Sydney, kedua bagaimana masa lalu Rosaline dan Elkan dulu di Singapura.


Jika mengingat pengakuan Elkan yang hanya menyukainya saja, lantas bagaimana Rosaline bisa menyukai Elkan? Waktu selama lima tahun di Singapura bagaimana hubungan keduanya? Rasanya Mira benar-benar terusik dengan semua itu dan ingin mendengarkan cerita versinya Elkan.


Begitu sudah memasuki unitnya, Mira memilih ke kitchen island dan meminum segelas air putih. Bukan hanya haus, tapi juga ada rasa ingin menenangkan diri sejenak. Sampai akhirnya Elkan memeluk Mira dari belakang. Pria muda itu membawa tangannya melingkari pinggang Mira yang ramping dan juga membawa dagunya berada di bahu Mira.


"Kenapa diam aja?" tanya Elkan.


Mira menggelengkan kepalanya, semua itu juga karena dirinya masih bingung dengan situasi yang baru saja terjadi. Namun, Elkan selalu saja bisa mendesak supaya Mira bisa berbicara dengannya.


"Cerita saja ngapa sih Honey? Sejak tadi kamu diem aja. Mau diem, tapi aku akan minta bercinta di sini atau cerita?" tanya Elkan.


Pilihan yang diberikan Elkan, tak ubahnya seperti ancaman. Mira mendengus kesal. Hingga akhirnya, dia mengurai tangan Elkan di pinggangnya kemudian mengambil tempat duduk di sofa yang berada di sudut kamar itu.


"Cerita enggak?"


Memang begitulah Elkan. Baginya, ketika Mira hanya diam, justru Elkan yang merasa serba salah. Sama seperti dulu ketika mereka masih kecil, pastilah Elkan yang mendesak Mira untuk bercerita, sampai Elkan pernah tidak mau pulang ke rumahnya sendiri sebelum pertengkarannya dengan Mira sewaktu kecil dulu selesai.


Sekarang pun sama, sebelum Mira bisa memberitahukan isi hatinya. Berbagi perasaannya, Elkan merasa tidak tenang. Pria itu duduk di samping Mira dengan perasaan risau dan menunggu supaya Mira mau untuk bercerita.


"Kak," ucap Mira setelahnya. Suaranya lirih, Mira pun menghela panjangnya. Deru nafasnya sampai bisa Elkan dengar.


"Hmm, ya, Honey." Elkan menjawab. Selanjutnya dia menunggu apa yang hendak dikatakan Mira kepadanya.


"Kamu dan Rosaline sebenarnya bagaimana?" tanya Mira kemudian. Mira hanya butuh penjelasan, karena selama di Singapura dulu yang pasti dia tidak tahu situasi Elkan. Selain itu, tidak ada komunikasi juga selama lima tahun.


"Aku hanya berteman dengan dia. Kami dulu satu kelas selama di kelas SMP lah kalau di Indonesia sampai ke Junior College atau SMA. Temen biasa aja, cuma memang beberapa kali kami satu kelompok grup tugas gitu," balas Elkan.

__ADS_1


Mira mencoba mendengarkan. Mendengarkan terlebih dahulu, cerita Elkan sampai lengkap. Lebih baik untuk bisa mendengarkan semuanya terlebih dahulu. Sebelum berprasangka yang tidak-tidak.


"Dia suka kamu sejak lama?" tanya Mira.


Sekarang, Elkan tampak menghela nafas dan hendak menceritakan dulu kisahnya kala berada di Singapura. Namun, sebelumnya Elkan berharap bahwa Mira bisa mendengarkannya terlebih dahulu. Bagi Elkan, juga dia akan selalu jujur dan terbuka dengan Mira.


***


Beberapa Tahun Lalu di Singapura ...


Sebagai pelajar yang baru saja pindah ke Singapura, nyatanya Elkan sama sekali tidak menghadapi kendala. Kemampuan sosial, disokong dengan prestasi akademik, dan kemampuan berbahasa Inggris yang cukup fasih membuat Elkan bisa melewati sekolah dengan baik. Selain itu, nilai Elkan di Matematika dan beberapa mata pelajaran lain juga bagus, sehingga tidak butuh waktu lama Elkan sudah memiliki banyak teman.


Salah satu temannya adalah Rosaline. Dulu, Rosaline selalu meminta tolong Elkan untuk mengajarinya Matematika atau Fisika. Sampai pada suatu hari Rosaline dengan jujur memberitahukan isi hatinya kepada Elkan.


"El, do you have a girlfriend?" tanya Rosaline kala itu yang menanyai apakah Elkan sudah memiliki pacar.


Sebenarnya Elkan juga jujur. Dari dulu sudah mengakui bahwa dia menyukai temannya sendiri. Sebab, walaupun dirinya jauh di Singapura, hatinya selalu terisi oleh Mira. Selalu memikirkan Mira, walau tak pernah berjumpa.


"Tak bisakah kamu menyukaiku saja?" tanya Rosaline.


"Tidak bisa, karena aku selalu menyukai dia. Temanku dari kecil," balas Elkan.


Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Rosaline berusaha terus dekat dengan Elkan. Menjaga jarak pun sebisanya saja. Namun, Elkan juga berkali-kali bilang kepada Rosaline atau teman-temannya yang lain bahwa dia sudah memiliki gadis impiannya. Terkesan lucu untuk anak SMP, baru remaja kala itu. Namun, Elkan merasa sudah sayang dengan Mira sejak mereka masih sama-sama kecil.


***


Sekarang ....

__ADS_1


"Oh, jadi dia sudah lama sukanya? Kalian gak ngapa-ngapain kan? Hmm, maksudku kontak fisik. Aku pernah ke sana, dan melihat pasangan muda berciuman di station," balas Mira.


Elkan pun menggelengkan kepalanya. "Enggak. Kan paling ketemu di sekolah. Ya, di Singapura begitu. Di Indonesia saja yang semua dianggap tabu. Namun, apa yang dilakukan anak remaja seusia kita secara tersembunyi itu lebih menyeramkan," balas Elkan.


"Kamu pernah melakukan kayak gitu?" tanya Mira lagi.


"Ya, melakukan sama kamu. Setelah nikah. Usai akad aja, mau cium bibir kamu kepergok Papa Abraham kok. Mana berani, Honey," balas Elkan.


Mira menatap Elkan sejenak dan bertanya lagi kepadanya. "Terus ketika Rosaline di sini bagaimana?" tanya Mira.


"Biarkan saja. Kan kita punya kehidupan sendiri. Kehidupan rumah tangga sendiri. Fokus ke kehidupan kita berdua saja. Aku dan kamu," balas Elkan.


Mira setuju dengan apa yang diucapkan Elkan. Fokus dengan kehidupan sendiri-sendiri. Namun, bagaimana pun ada rasa was-was karena Rosaline memang terlihat menyukai Elkan.


"Kamu bisa menjaga hatimu untukku, Kak?" tanyanya.


"Bisa. Selama lima tahun di Singapura, aku selalu melakukannya. Lima tahun di sana hatiku juga selalu untukmu," balas Elkan.


"Namun, nanti ketika ada kabar yang belum jelas kebenarannya kamu ninggalin aku lima tahun kayak dulu," balas Mira.


Ya, dulu Elkan pergi ke Singapura karena mengira Mira sudah bersama dengan Jerome. Pemuda itu dulu memilih ke negeri Singa dan lost contact dengan Mira. Semua akses komunikasi pun tertutup.


"Dulu masih anak-anak, Honey. Bisanya emosi. Jadi ya begitu," balas Elkan.


"Sekarang?" tanya Mira dengan cepat.


"Sekarang kan aku sudah jadi pria dewasa. Lebih bisa menyingkapi masalah. Terlebih sudah memiliki kamu sepenuhnya, ya aku udah lega. Namun, perjalanan kita gak hanya sampai di sini kan? Jalan kita masih panjang. Apa yang terjadi di depan juga kita tidak tahu. Jadi, ya kita belajar bersama. Masalah yang datang seperti apa, penyelesaiannya gimana," balas Elkan.

__ADS_1


Mira akhirnya menganggukkan kepalanya. Dia juga mendengar cerita dari Mama dan Papanya bahwa setiap rumah tangga memiliki problemnya sendiri-sendiri. Yang pasti kedua pasangan selalu bergandengan tangan ketika masalah datang. Sebab, masalah pun datang juga untuk mendewasakan pasangan suami dan istri.


__ADS_2