
Masa dua minggu ini seolah-olah menjadi dua minggu penantian atau Two Weeks Waiting. Namun, dalam istilah medis sendiri ada Two Weeks Waiting yang kadang disebut juga dengan periode tunggu. Pada masa ini, calon ibu diharapkan untuk memakan makanan yang penuh nutrisi, mengonsumsi asam folat, dan menghindari aktivitas suami istri.
"Papa Bram siaga banget, Honey ... aku baca di artikel memang kamu harus mengonsumsi asam folat. Ini, Papa beliin kamu susu sampai berapa kardus ini," kata Elkan.
Elkan memang usai membaca-baca tentang kehamilan. Barulah dia ngeh, kalau Papanya justru sudah satu langkah di depannya. Elkan sampai geleng kepala karena susu yang dibelikan Papa Abraham begitu banyak dengan begitu banyak rasa yaitu Vanilla, Cokelat, dan Stroberi.
Asam folat sendiri memang dibutuhkan ibu hamil untuk menghindari risiko terkena cacat pada tabung saraf dan membantu bayi berkembang dengan baik. Mencegah terjadi keguguran, mencukupi asam folat harian selama hamil juga diyakini mampu mencegah terjadinya keguguran.
"Kan Papa sudah pengalaman, Kak. Anaknya sudah dua. Aku yakin, dulu waktu Mamaku positif hamil, pasti Papa borong susu kehamilan untuk Mama," balas Mira sembari membayangkan bagaimana Papanya dulu.
"Iya-ya, bisa saja sih, Honey. Luar biasa yah. Papa kamu memang top sih," balas Elkan.
"Kita sama-sama memiliki Papa yang top sih, Kak. Papa Belva dan Papa Abraham sama-sama topnya. Mama Sara dan Mama Marsha juga luar biasa. Tinggal nanti kita belajar supaya bisa seperti para Mama dan Papa kita," balas Mira.
"Iya, aku buatin istriku ini susu dulu yang mengandung asam folat, biar calon babynya juga sehat. Mau yang rasa apa, Honey?" tawar Elkan.
"Cokelat Belgian ini kayaknya enak sih, Kak ... dingin yah Kak, kan ini bisa disajikan dingin," balas Mira.
"Oke, siap Tuan Putri. Tunggu dulu yah," balas Elkan.
Lucunya pasangan muda itu. Tidak semuanya dibawa serius. Sama seperti Elkan yang selalu saja bisa mencairkan suasana. Mira yang sebenarnya juga kepikiran pun, bisa tertawa dan sedikit lebih rileks.
Hanya beberapa menit berlalu, dan Elkan sudah masuk ke kamar dengan membawa segelas susu cokelat untuk Mira. "Silakan Nyonya Elkan," katanya.
"Makasih, Hubby," balas Mira.
Mira pun meminum sedikit demi sedikit susu cokelat yang dibuat suaminya itu. Hingga kemudian Mira pun berbicara. "Bener yang Papa bilang, kalau susu yang dibuatkan suami sendiri itu rasanya lebih enak. Hmm, enak," kata Mira.
"Kalau enak, diminum sampai tetes terakhir, Honey," balas Elkan.
__ADS_1
Lagi-lagi keduanya tertawa. Benar-benar menghilangkan stress. Tidak perlu berpikiran terlalu berat, yang penting selalu bersama. Dalam masa tunggu pun, Elkan juga berjanji dalam hatinya untuk selalu menemani Mira. Walau memang Elkan sambil bekerja, tapi di sela-sela waktunya, Elkan akan selalu memprioritaskan Mira.
***
Sepekan Kemudian ....
Hari ini sudah menjadi hari ketujuh sejak transfer embrio. Mira sendiri belum merasakan perubahan pada dirinya. Walau begitu, wanita itu menjadi lebih mengantuk daripada biasanya. Sehingga, ketika Elkan lembur bekerja kala malam hari, Mira justru tertidur terlebih dahulu.
Sama seperti malam ini, baru pukul 19.00 malam Mira sudah tertidur. Bukan di ranjang, Mira justru tertidur di sofa dengan televisi yang menyala dan remote TV yang masih berada di tangan. Elkan yang melihat istrinya tertidur pun, merasa kasihan dengan Mira. Mungkinkah tanda-tanda kehamilan itu sudah datang, hanya saja Mira belum menyadarinya.
Pelan-pelan, Elkan mendatangi Mira. Dia itu berjongkok dan menunduk di hadapan Mira, tangannya merapikan sekilas anak rambut di kening Mira.
"Apa sudah mulai terasa perubahannya ya, Honey? Cuma kamu belum terlalu peka. Tidak biasa, kamu tidur seperti ini. Aku pastikan masa kehamilan ini menjadi masa bahagia untuk kamu. Sehat-sehat yah Istriku ...."
Usai mengatakan itu, Elkan mengambil remote tv yang masih berada di tangan Mira. Setelah itu, Elkan mematikan terlebih dahulu televisi yang menyala, sementara Mira sendiri masih tertidur. Usai itu, Elkan dengan hati-hati menggendong Mira ala bridal style dan hendak memindahkan Mira ke ranjangnya.
"Kakak," suaranya lirih dan terbingung karena sekarang berada di dalam gendongan suaminya.
"Iya, aku ... kamu capek, Honey?" tanya Elkan.
"Cuma ngantuk kok, Kak. Gak tahu juga, kok mataku tiba-tiba berat," balas Mira.
Elkan tersenyum. Dia tidak melepaskan Mira, terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Hingga, dengan pelan-pelan, Elkan menurunkan Mira dan membaringkan istrinya itu di atas ranjang. Jujur saja, Mira merasakan jantungnya berdebar-debar, terlebih sudah lama tidak sedekat ini dengan suaminya. Kontak fisik dalam artinya berhubungan suami istri sudah lama tidak dilakukan mungkin hampir sebulan.
"Kenapa lihatin?" tanya Elkan. Ya, Elkan bertanya demikian karena seakan retina mata Mira hanya dipenuhi dengan sosoknya saja.
Mira tersenyum dan menggelengkan kepalanya perlahan. Dia memeluk Elkan sesaat, dengan posisi Mira sudah rebah di tempat tidur, sementara Elkan berusaha untuk tak menindih istrinya itu.
"Aku kangen kamu, Kak," aku Mira dengan jujur.
__ADS_1
Elkan menghela napas panjang. Dia tahu kangen yang disampaikan Mira sekarang bukan hanya sekadar kangen. Lebih dari sebatas kangen.
"Sama, aku juga kangen ..., tapi kita harus melewati two weeks waiting ini. Sabar yah ... bukan untuk kita, tapi untuk calon baby kita," balas Elkan.
"Iya, Kak," balas Mira.
Pelukan mereka berdua terurai. Elkan masih duduk di sisi ranjang. Sorot matanya hanya tertuju pada Mira. Sungguh, jika tidak harus menunggu dan berpuasa, sudah pasti Elkan akan menuntaskan semuanya. Namun, ada kepentingan khusus sekarang.
"Masih seminggu lagi periode waitingnya. Jadi, kita akan menunggu bersama-sama. Menikmati prosesnya. Nanti kalau sudah terjadi yang kita inginkan, bahagianya kan tidak terkira," kata Elkan.
"Iya, Kak ... aku tahu. Tidak terasa hanya tinggal seminggu lagi dan kita akan ke Rumah Sakit lagi ya, Kak. Anterin yah," pinta Mira.
"Siap, My Honey ... aku anterin selalu. Tidak akan absen pokoknya untuk mengantar kamu," balas Elkan.
"Best Hubby banget," kata Mira.
"For you."
Mira tersenyum. Tidak ada rasanya pria yang sweet, lucu, dan tanggung jawab seperti Elkan. Mira saja seolah-olah selalu aman dan nyaman di sisi suaminya itu.
"Mau jalan-jalan besok?" ajak Elkan.
"Enggak, kayaknya dalam periode tunggu ini, aku di rumah dulu saja, Kak. Takut kenapa-napa sih, dan lebih menjaga," balas Mira.
"Oke, Honey. Besok aku libur, kamu pengen melakukan apa?" tanya Elkan.
"Ditemenin aja. Kamu temenin aja, aku udah bahagia banget kok," balas Indi.
Permintaan yang tergolong sederhana dari Mira. Elkan pun segera menganggukkan kepalanya. Tentu dia akan selalu menemani Mira. Untuk istri tercinta, semuanya akan dia lakukan. Toh, menjaga kestabilan emosi ibu hamil juga dimulai dari suami yang pengertian. Oleh karena itu, Elkan akan menuruti apa yang Mira mau.
__ADS_1