Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Ambil Tindakan Tepat


__ADS_3

Elkan membawa Mira untuk pulang ke unitnya. Di unit, Mira ingin membersihkan dirinya, itu juga karena sejak semalam dia belum mandi. Namun, Elkan menahan supaya Mira menunda terlebih dahulu.


"Tahan dulu aja, Honey. Lukanya biar kering dulu," ucap Elkan.


"Aku lap pakai handuk kecil aja kok, Kak," balas Mira.


Merasa Mira bersikeras, Elkan untuk membiarkan Mira untuk menyeka badannya dengan catatan tidak boleh membasahi luka di perutnya. Mira juga berhati-hati. Bagaimana pun ada aroma tak sedap dari badannya, keringat, sisa parfum, dan mungkin darah. Sehingga lebih baik untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Hampir dua puluh menit berlalu barulah Mira selesai. Wanita itu pun berjalan pelan-pelan keluar dari kamar mandi, rambutnya juga sudah dia cuci di wastafel saja. Asalkan tidak mengenai jahitan lukanya.


"Keramas juga?" tanya Elkan.


"Iya, aku cuci di wastafel kok," balas Mira.


"Padahal gak perlu. Kamu penting sehat dulu," balas Elkan.


"Tidak apa-apa, Kak. Beneran enggak basah kok," balasnya.


Elkan kemudian membantu mengeringkan rambut Mira yang panjang. Dengan hair dryer dan sisir, Elkan berusaha untuk mengering, menata, dan mengeringkan rambut Mira. Selain itu Elkan juga bertanya kepada Mira.


"Sakit banget enggak rasanya?" tanya Elkan.


"Sakit, ngilu gitu, Kak. Ya ampun, aku belum hamil dan melahirkan, tapi mungkin jahitan di perut ini seakan-akan membuatku kayak usai menerima operasi Caesar deh, Kak," balas Mira.


Elkan tersenyum mendengar apa yang baru saja Mira katakan. Namun, juga sebenarnya juga kasihan karena memang luka di perut dekat ke arah pinggang itu akan terlihat seperti operasi Caesar. Benar, yang Mira ucapkan belum hamil dan melahirkan saja sudah ada jahitan di perutnya.


"Maaf yah, aku benar-benar gak tahu pisau itu mengarah ke kamu," balas Elkan.


Mira pun menganggukkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Kak. Aku hanya bercanda kok," balasnya.


Memang Mira hanya sekadar bercanda saja dengan Elkan. Tidak serius. Dia hanya memperhatikan arah jahitan di perutnya itu saja. Dia membayangkan seperti usai mendapatkan operasi Caesar.

__ADS_1


"Usai ini, aku akan ke kampus dulu ya, Honey. Aku tinggal sebentar, kamu keberatan enggak?" tanya Elkan kemudian.


Giliran Mira yang menggelengkan kepalanya. "Enggak keberatan, kunci dari luar saja ya, Kak. Palingan aku mau tidur saja. Istirahat," balas Mira.


"Baiklah, tapi kalau butuh apa-apa dan terjadi apa-apa harus segera menghubungi aku," balas Elkan.


"Siap, Hubby. Aku pasti akan segera menghubungi kamu. Kakak mau ke kampus ngapain?" tanya Mira kemudian.


"Mengurus untuk melaporkan Rosaline ke dosen, Honey. Seperti Komisi Disiplin gitu. Sekalian ke kantor kepolisian. Aku juga harus berterima kasih kepada Tim, pemuda berambut pirang kemarin, dia turut ke kantor kepolisian dan memberi kesaksian di sana," jelas Elkan.


Mira menganggukkan kepalanya. Dia mencoba mengingat lagi peristiwa kemarin malam. Memang ada pemuda berambut pirang di sana. Mira juga berharap bahwa Tim itu akan memberikan kesaksian yang objektif.


"Baiklah, Kak. Pergilah, aku akan menunggu di sini," balas Mira.


Sebenarnya, Elkan ragu ketika harus membiarkan Mira menunggunya seorang diri di unit. Terlebih dengan kondisi Mira yang baru sakit, Elkan yakin bahwa Mira juga membutuhkan dirinya. Namun, semua harus diselesaikan sekarang juga. Semakin cepat menyelesaikan masalah, semakin tahu hukuman apa untuk Rosaline.


Elkan akhirnya memilih mandi dan berganti pakaian. Dia kembali berpamitan dengan Mira.


Mira kemudian menganggukkan kepalanya. Dia akan beristirahat di unit dan menunggu Elkan sampai kembali. Setidaknya, Mira akan menunggu dan juga akan bertanya bagaimana kelanjutan kasus Rosaline.


Tempat yang Elkan kunjungi sekarang adalah kampusnya terlebih dahulu. Dia datang dan membawa beberapa bukti termasuk dengan rekaman CCTV. Setidaknya, Elkan ingin memberikan pelajaran kepada Rosaline, kendati demikian Elkan tetap tidak mau untuk main hakim sendiri.


Lagipula, Elkan tinggal bukan di negaranya. Akan berakibat fatal jika terjadi sesuatu. Oleh karena itu, dia lebih baik mengambil tindakan yang tepat.


"Excuse me," sapa Elkan memasuki ruangan Dosennya.


"Ya silakan masuk. Ada yang bisa dibantu?" tanya Dosen itu.


"Saya melaporkan untuk kejadian yang menimpa mahasiswi dari Indonesia waktu Night Music Festival semalam,"ucap Elkan.


Tidak perlu menunggu lama, Elkan kemudian menyerahkan video rekaman CCTV tepat di depan auditorium. Tidak hanya itu, Elkan juga menyerahkan beberapa dokumen penting lainnya.

__ADS_1


"Saya harap, kampus ini bisa menindak dengan tegas. Bagaimana pun ini tindak kekerasan, mengarah ke kriminalitas," ucap Elkan


Pihak komisi disiplin pun juga mempelajari video serta beberapa dokumen yang Elkan berikan. Selain itu, memang terlihat bagaimana Rosaline mengarahkan pisaunya ke perut Mira. Sehingga, semua bukti fisik pun jelas dan tentunya valid.


"Kami sudah menerima laporan ini dari Tim Cahill. Semalam. Ada pihak kepolisian yang datang juga, sehingga memang kampus akan menindak dengan tegas. Jadi, tolong ditunggu untuk keputusan sanksi yang akan dikenakan kepada Rosaline," balasnya.


Elkan merasa lega. Rupanya pemuda kemarin juga sudah melaporkannya ke kampus. Rasanya, Elkan jika bertemu dengan pemuda bernama Tim Cahill itu, dia harus segera berterima kasih kepadanya.


"Untuk Rosaline sekarang masih berada di kantor kepolisian. Mungkin akan di sana, sampai keputusan dari kampus keluar dalam dua hari ini," jawab Dosennya.


"Baik, saya mengharap kampus bisa menindak tegas mereka yang menjadi pelaku tindak kekerasan di lingkungan sekolah," ucap Elkan.


"Tentu. Semua mahasiswa di kampus ini akan mendapatkan perlindungan dari mereka yang melakukan perundungan dan tindak kekerasan. Nanti kampus akan memanggil Anda lagi."


Sekarang, Elkan tinggal menuju ke kantor kepolisian. Dia perlu untuk melihat Rosaline saja dan menyampaikan sesuatu kepada Rosaline. Di kepolisian Sydney, Elkan pun sudah tiba di sana. Kepolisian juga menerima Elkan dan mempersilakan Elkan untuk bertemu dengan Rosaline.


"Elkan, kamu datang ke sini karena peduli kepadaku?" tanya Rosaline.


Di ruangan bersekat dengan cermin itu, Rosaline kembali menangis. Namun, sejujurnya Rosaline sangat senang bisa bertemu dengan Elkan. Akan tetapi, Elkan dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Jangan terlalu percaya diri, Line. Aku datang bukan karena aku peduli kepadamu. Melainkan karena aku ingin memberitahu kamu bahwa aku tidak akan memaafkan kamu. Kesalahan yang sudah kamu lakukan sangat fatal, Line."


Mendengar semua yang Elkan sampaikan, Rosaline menggeleng-gelengkan kepalanya dan menangis lagi. Dia tak percaya jika Elkan datang bukan karena Elkan peduli kepadanya.


"Tidak, El. Aku tidak percaya," balas Rosaline.


"Kamu harus percaya, Line. Aku sudah menikah. I Was get married with Mira," balas Elkan dengan tegas.


"Kamu hanya boleh untukku," balas Rosaline.


"Sayang sekali, Line. Kegilaanmu semalam sudah membuka sendiri kedokmu yang sebenarnya."

__ADS_1


Elkan sekarang tidak akan memberi maaf untuk Rosaline. Justru ada kedok baru siapa Rosaline sebenarnya yang terucap. Kedok yang dia ketahui tanpa sengaja. Jadi, Elkan akan memberi pelajaran kepada Rosaline. Apa kedok Rosaline yang masih tersembunyi itu?


__ADS_2