Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Rasanya Campur Aduk


__ADS_3

Sungguh, Elkan benar-benar tidak menyangka bahwa tindakan yang dia lakukan sampai membuat cairan ASI milik istrinya keluar dengan begitu derasanya. Sebab, sebelumnya memang Elkan tak berpengalaman sama sekali. Pria itu masih panik dengan mengambil tissue.


Sama halnya dengan Mira benar-benar tidak menyangka. Kenapa bisa terjadi banjir ASI seperti ini dengan sendirinya. Akhirnya, Mira memilih pamit kepada suaminya dan berlari ke kamar mandi.


"Kak, aku ke kamar mandi dulu boleh?" tanyanya.


"Terasa lengket dan tidak nyaman yah, Honey?" tanya Elkan.


"Iya, Kak. Banjir ASI loh, malahan."


Akhirnya Mira dan Elkan malahan bersama-sama memasuki kamar mandi. Setelah itu, keduanya membersihkan dirinya. Kini ASI milik Mira sudah tidak begitu keluar. Namun, Mira masih bingung. Jujur, keduanya masih awam, dan ini adalah hubungan mereka berdua setelah Mira melahirkannya. Sehingga tidak tahu kalau mengeksplorasi area dada ketika masih memberikan ASI bisa membuat ASI-nya keluar dengan sendirinya.


"Kok jadi bengong?" tanya Elkan memperhatikan istrinya.


"Bingung. Rasanya campur-campur deh, Kak. Hangat di bawah ... eh, di atas banjir juga. Ya ampun, aku jadi shock," aku Mira mendefinisikan perasaannya sekarang ini.


Elkan yang mendengarkan pengakuan istrinya pun turut menganggukkan kepalanya. "Benar, Sayang. Mana kena lagi ke wajahku. Baru kali ini. Panik banget aku," balas Elkan.


"Hm, apa penuh yah Kak? Aku sambil pumping dulu aja deh," balas Mira.


Akhirnya Elkanlah yang berinisiatif mengambilkan pumping milik Mira. Setelah itu, Elkan juga berinisiatif membuatkan Stroberi Smoothie kesukaan Mira. Sembari menemani Mira pumping, Elkan berselancar dengan handphone di tangannya.


"Honey, dengerin aku baca sesuatu," kata Elkan.

__ADS_1


Puncak bercinta bisa, membuat ASI merembes atau keluar dengan sendirinya. Hormon Oksitosin akan terproduksi dengan baik, ketika Ibu menyusui melepaskan hormon pemicu stress. Dampaknya ketika bercinta ASI bisa keluar dengan sendirinya. Oleh karena itu, tekan bagian payu-dara selama beberapa detik untuk menghentikan ASI.


Elkan membacakan satu paragraf itu dengan hati-hati. Mira yang mendengarkannya juga mengangguk perlahan. Rupanya memang bisa terjadi dan itu adalah hal yang sangat normal.


"Jadi, normal yah Kak?" tanyanya.


"Iya, di artikel ini sih normal, karena kamu melepaskan hormon Oksitosin. Katanya sih Bumil dan Busui mengalami gejolak hormonal, dan ini berpengaruh banyak terutama di produksi ASI juga. Hal yang normal dan wajar kok, Honey."


Elkan mencerna setiap artikel yang dia baca dengan hati-hati. Setelahnya, dia menjelaskannya kepada Mira. Terlihat jelas memang Elkan dan Mira adalah pasangan milenial, yang dekat dengan teknologi terkini. Bahkan informasi apa pun yang ingin mereka dapatkan ada di ujung jari mereka. Ya, cukup berselancar di mesin pencarian dan semua informasi bisa mereka dapatkan.


"Kalau normal sih jadi lega, Kak. Kamu juga sih, tadi gigit punyaku. Kan enggak boleh mengeksplorasi bagian dada, Kak," balas Mira dengan memanyunkan bibirnya.


"Gemas, Honey. Kangen juga, sudah lama kan enggak main-main di sana. Tadi sih, aku ya kaget juga. Panik banget."


"Lain kali jangan, Kak. Nanti rembes loh. Basah dan lengket, enggak nyaman banget," aku Mira sekarang.


Mendengarkan apa yang dikatakan Mira, Elkan nyatanya justru terkekeh geli. Akan tetapi, sejenak kemudian Elkan menganggukkan kepalanya. "Iya, aku akan lebih berhati-hati, Honey. Maaf yah."


"Tidak apa-apa, Kak. Kan kita berdua sama-sama tidak tahu. Pengalaman pertama kita. Belajar dari pengalaman," balas Mira.


Bagi Elkan selalu saja istrinya itu bisa berpikir positif. Tidak serta-merta menyalahkan Elkan yang sudah meremas dan menggigit puncak miliknya yang membuat ASI merembes dan keluar begitu banyak. Namun, Mira mengingatkan Elkan untuk bisa belajar dari pengalaman. Sekarang penjelasan dari Dokter sudah terbukti bahwa memang tidak diperkenankan mengeksplorasi area dada, jika melanggarnya yang terjadi seperti ini.


"Sudah puasa tiga bulan, Honey. Jadi, aku tadi agak hilang kendali dan gemas banget. Maaf yah."

__ADS_1


Elkan juga kembali mengakui bahwa dia sudah berpuasa lama hingga tiga bulan, sehingga Elkan menggila karenanya. Sensasinya begitu luar biasa, sampai Elkan lupa untuk nekad mengeksplorasi area dada.


"Dalam tiga bulan ini banyak yang terjadi, Kak. Seakan semua Allah berikan bertubi-tubi. Masalah pun seakan tidak ada habisnya. Maaf yah," kata Mira.


"Enggak, gak perlu meminta maaf, Honey. Yang pasti semuanya sudah bisa selesai satu per satu. Kecelakaanku, hukuman Bagas, dan bisnis Coffee Bay bisa berjalan lancar. Semuanya bisa selesai satu per satu. Terima kasih sudah berkorban selama tiga bulan ini. Sudah mensupport dan menungguku," kata Elkan.


"Tidak perlu meminta maaf, Kak. Sebagai istrimu sudah pasti aku akan melakukan semuanya," balas Mira.


"Ya, aku tahu tiga bulan ini sangat berat juga untukmu. Pasca bersalin, di mana kamu sendiri belum stabil, aku sakit, dan masalah yang datang. Kamu sudah menunjukkan bahwa kamu kuat. Makasih, My Honey."


Mira kemudian tersenyum. Ada kalanya ketika satu masalah datang membuat seseorang menjadi lebih kuat. Ketika masalah datang memicu orang tersebut untuk mencari dan menemukan solusinya. Itu juga yang Mira lakukan.


Keduanya sama-sama tersenyum, bersyukur untuk semua masalah yang pada akhirnya membuat keduanya lebih berpengalaman dan lebih dewasa. "Aku tadi ngeri aja lihat dua luka sayatan di perut kamu, Honey. Benar yang kamu katakan dulu bahwa dulu kamu belum melakukan operasi Caesar, tapi sudah ada sayatan di perut kamu."


Mira kemudian kembali tersenyum. "Dua sayatan ini akan menjadi pengingat seumur hidupku, Kak. Sayatan vertikal ini tanda cintaku untuk suamiku, dan sayatan horizontal ini adalah tanda cintaku untuk kedua anak-anakku. Aku menerima dan melakukan semuanya karena cinta."


Elkan merasa hatinya tersentuh mendengarkan ucapan Mira. Itu adalah bukti nyata dan sangat besar bahwa Mira mencintai dan mau berkorban untuk suami dan anak-anaknya.


"I Love U, Honey. Apa yang kamu lakukan benar-benar luar biasa. Aku sendiri pun rasanya tidak akan bisa melakukannya," balas Elkan.


"I Love U too, Partner Hidupku. Kita masih begitu muda, tapi sudah banyak hal yang kita lalui bersama ya Kak?"


"Benar, Sayang. Masih kepala dua, tapi kita sudah mencicipi pengalaman demi pengalaman bersama. Luar biasa. Usai ini kejutan apa lagi ya, Honey? Kalau bisa sih, aku menginginkan tidak ada lagi badai. Aku ingin menikmati angin yang sepoi-sepoi ini, dan lautan yang teduh ini bersamamu."

__ADS_1


Mengurai rasa melalui cerita. Dimulai dengan rasa panik, hingga ada hal baru yang mereka rasakan dalam hidup. Jika hidup adalah arena untuk belajar, Elkan dan Mira akan memanfaatkan untuk belajar setiap harinya.


__ADS_2