Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
In Vitro Feltilization


__ADS_3

Lebih dari sepekan ini Mira sudah pulih. Sebelumnya, jika tangan Mira sedikit bengkak saat lepas implan, hanya sehari tangannya sudah pulih. Semua itu tak lepas dari tangan dingin Elkan yang merawat Mira dan juga menghibur Mira. Selalu memberikan aspirasi positif supaya Mira tidak menerus bersedih dan juga kepikiran dengan hal-hal yang membebani diri sendiri. Elkan juga sudah kembali bekerja, dan juga Mira sendiri mulai diajak Mama Sara untuk melihat kantor SaVa Beauty Care atau SBC.


Memang Mama Sara ingin menyerahkan SBC nanti kepada Mira dan Eiffel, berharap menantu dan putrinya bisa bekerja sama dan terus membawa SBC mengudara. Walau begitu, Mama Sara tidak mengekang Mira, karena ketika Mira sudah hamil nanti Mama Sara meminta Mira fokus dengan kehamilannya terlebih dahulu. Toh, ini bisnis keluarga, sehingga bisa dibicarakan bersama.


Namun, kali ini Mira berpamitan dengan Mama Sara bahwa akhir pekan nanti, dia dan Elkan akan kembali ke Rumah Sakit.


"Ma, akhir pekan nanti Mira dan Kak El akan kembali ke Rumah Sakit. Doakan yah, Ma," kata Mira.


"Jadi, yang bayi tabung kan?" tanya Mama Sara.


"Iya, Ma ... Mira juga tidak tahu kalau bentuk rahimnya Mira menukik ke belakang. Seolah memang sudah diberi tanda terlebih dahulu dengan munculnya keinginan kami ini," balas Mira.


Mama Sara kemudian menggenggam tangan menantunya itu. "Tidak apa-apa. Rahim menukik kan kata Dokter belum tentu tidak bisa hamil. Hanya saja susah. Toh, kalian akan bayi tabung. Pesannya Mama, beberapa hari jangan berhubungan dulu ya, Ra. Biar mendapatkan benih terbaik dari Elkan," balas Mama Sara.


Mira menganggukkan kepalanya. Dia sedikit banyak sudah membaca mengenai prosedur bayi tabung. Dia juga memberikan pengertian untuk Elkan, karena bisa jadi terjadi embrio yang menempel di dinding rahim. Jadi, memang Mira sudah membekali diri dan juga dia tahu supaya mendapatkan benih berkualitas, yang terbaik.


"Mira juga baca sampai transfer embrio itu tidak boleh berhubungan, Ma. Kalau pun mau yang cowok harus memakai pengaman untuk mencegah kehamilan alami," balas Mira.


"Iya, sekarang informasi seperti itu bisa kamu dapatkan dengan mudah, Ra. Bahkan bisa kamu dapatkan di ujung jarimu," balas Mama Sara.


Ya, tidak perlu bertanya kepada seorang pakar obgyn untuk mengetahui informasi seperti itu. Sebab, di internet saja banyak informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan isinya. Semua informasi yang seakan-akan hanya berada di ujung jari.


"Benar, Ma ... makanya Mira dan Kak Elkan baca-baca dulu. Doakan yah, Ma ... akhir pekan nanti mau mengambil sel ovum dan sel jantan kami berdua, dibuahkan diluar," kata Mira lagi.


Begitu bersyukurnya Mira, untuk pembahasan serius dan sebenarnya sensitif seperti ini Mira bisa terbuka dengan Mama mertuanya. Semua itu, karena hubungan baik yang sudah terjadi. Selain itu, Mira juga menganggap Mama Sara seperti Mamanya sendiri. Tidak perlu sungkan-sungkan.


"Pasti, Mama dan Papa akan mendoakan kalian berdua. Beri pengertian ke Elkan untuk menahan dulu yah. Gak mudah berpuasa lama," kata Mama Sara.

__ADS_1


"Bersyukurnya Kak El sangat baik dan pengertian kok, Ma. Itu yang membuat Mira senang," aku Mira.


Syukurlah, Mama Sara merasa lega karena Mira dan Elkan bisa saling pengertian. Walau anak-anaknya masih muda, tapi keduanya justru terlihat dewasa. Untuk urusan pemenuhi ladang batin saja, Elkan juga pengertian. Artinya, memang putranya sendiri juga sudah dewasa.


"Mama ikut senang mendengarnya. Jangan banyak pikiran yah, Ra ... selain itu banyak berdoa, semoga Allah perlancar semuanya," pesan Mama Sara.


Mira mengangguk perlahan, benar yang suaminya katakan. Di Jakarta, mereka memiliki keluarga yang baik dan siap menjadi support system, karena itu Mira bersyukur dan senang. Bahkan dia dianugerahi mertua sudah seperti orang tua kandung. Sehingga, bisa terbuka dan juga berbagi cerita dengan mertua sendiri.


...🍀🍀🍀...


Akhir Pekan kemudian ....


Mira dan Elkan sudah mengantri di Rumah Sakit. Beberapa kali tangan Mira menjadi dingin karena gugup. Lebih tepatnya, dia tidak terbayangkan bagaimana caranya pengambilan sel ovum itu sendiri. Biasa, jika belum pernah rasanya memang berdebar-debar.


"Tangan kamu dingin banget, Honey," kata Elkan.


"Santuy saja, Honey. Ada aku ... Hubbymu ini akan selalu menemanimu," balas Elkan.


"Iya-iya, Kak ... tahu. Pastilah kamu selalu menemani aku," balas Mira.


Kali ini mereka menunggu cukup lama, hingga akhirnya nama Mira dipanggil untuk memasuki ruangan Dokter Indri. Seperti biasanya, Mira disapa dengan ramah dan ditanyai apakah obat kesuburannya sudah diminum.


"Kita lihat dengan USG itu banyaknya sel ovumnya dulu yah Nak Mira," kata Dokter Indri yang memang sudah mulai sepuh.


"Iya, Dokter," balas Mira.


"Nah, ini sel ovumnya banyak di sebelah kiri daripada yang di sebelah kanan yah. Nanti, saya akan ambil dan milik suaminya juga diambil, nanti suaminya silakan ke ruangan tertutup itu yah, Sel nya silakan ditampung di tabung kecil ini," jelas Dokter Indri.

__ADS_1


Jujur, Elkan sekarang juga bingung. Bagaimana bisa mengeluarkan sel miliknya tanpa ada stimulasi sebelumnya. Pria itu lantas melihat ke tabung kecil seperti gelas takar urin itu. Dalam hati Elkan sudah bergidik ngeri jadinya. Haruskah dia membayangkan istrinya sedang bercinta dengannya? Atau bagaimana caranya untuk bisa keluar. Jujur, serba membingungkan untuk Elkan.


Sementara, Elkan diantar memasuki ruangan khusus itu, Mira dibawa untuk melakukan operasi kecil yang disebut aspirasi folikular, untuk mengeluarkan sel telur dari tubuh wanita. Dengan menggunakan gambar USG sebagai panduan, maka Dokter Indri memasukkan jarum tipis melalui jalan lahir milik Mira dan masuk hingga ke ovarium, sampai ke kantung folikel yang berisi telir. Jarum tersebut terhubung ke alat penghisap yang menarik telur dan cairan keluar dari setiap folikel satu per satu. Prosedur itu diulang untuk menarik ovarium yang lain.


...🍀🍀🍀...


Beberapa saat kemudian ....


Sel ovarium dan sel jantan milik Elkan sudah diambil. Setelah itu akan dilakukan Inseminasi atau Fertilisasi di mana sel pria akan ditempatkan bersama dengan sel ovarium dengan kualitas terbaik. Prosedur pencampuran sel pria dan ovum ini disebut dengan inseminasi. Telur dan sel pria ini kemudian disimpan dalam ruangan yang lingkungannya dikontrol. Sel pria biasanya akan membuahi sel telur beberapa jam setelah inseminasi.


"Sel ovum dan sel pria sudah kami simpan yah, Nak Mira ... dalam waktu lima hari akan dilihat dan diobservasi untuk melihat berapa banyak sel aktif yang membelah," kata Dokter Indri.


"Baik Dokter," balas Mira.


"Nanti jika ada embrio yang tumbuh baik, dalam tiga hingga lima hari setelah hari ini bisa melakukan transfer embrio," jelas Dokter Indri lagi.


Lantaran sel ovum dan sel pria harus diobservasi kurang lebih tiga hingga lima hari, Mira dan Elkan dipersilakan untuk pulang. Nanti Dokter Indri yang secara langsung akan menghubungi Mira. Walau begitu, tetap saja ada rasa deg-degan untuk Mira dan Elkan.


"Sakit tadi, enggak Honey?" tanya Elkan.


"Enggak sakit ... cuma tadi dikasih tunjuk sel ovarium wanita itu mirip telur ayam," balas Mira.


Elkan terkekeh perlahan. Bisa-bisanya istrinya itu menilai bahwa sel ovarium mirip dengan telur ayam. Bentuknya memang bulat-bulat, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil dan transparan.


"Semoga dalam tiga hingga lima hari ini ada kabar baik yah, Kak ...."


"Iya, Honey. Benih kualitas terbaik dari kita berdua, semoga bisa membelah dan menjadi embrio aktif yang terbaik," balas Elkan.

__ADS_1


Banyak doa yang mereka panjatkan dalam hati. Berharap memang ada kabar baik dan ada embrio aktif yang bisa ditransferkan ke rahim Mira. Memang dibutuhkan kesabaran, dan kuasa Allah untuk memberhasilkan inseminasi itu.💖


__ADS_2