Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Couvade Syndrome


__ADS_3

Selang beberapa pekan kemudian, Elkan merasakan badannya lebih lelah. Bahkan sepulang kerja, Elkan meminta waktu kepada Mira untuk istirahat sebentar. Tak biasanya, Elkan seperti ini. Akan tetapi, badannya benar-benar lelah.


"Mandi dulu, Kak. Nanti kalau sudah mandi, boleh bobok," kata Mira.


Mengangguk. Akhirnya, Elkan menuju ke dalam kamar mandi terlebih dahulu. Dia menikmati mandi dengan air hangat. Tidak perlu berendam di bath up, cukup berdiri di bawah guyuran shower saja.


Hanya beberapa menit Elkan mandi, pria itu sudah keluar dengan badan yang lebih segar. Hanya mengenakan kaos dan celana pendek saja. Setelah itu, Elkan berbicara kepada istrinya.


"Honey, aku bobok dulu sebentar yah. Peluk dong."


Mengikuti keinginan suaminya, Mira menaiki ranjang dengan hati-hati. Setelah itu dia berbaring dengan posisi sedikit bersandar di head board dan Elkan segera memposisikan diri di pelukannya. Dengan kepala Elkan berada di dekat dada istrinya itu.


Gayung pun bersambut, Mira segera mengusapi perlahan kepala suaminya itu. Mira sampai heran, ada apa gerangan dengan suaminya itu. Sebab, tidak biasanya Elkan sepulang kerja dan mengeluh capek dan ingin tidur seperti ini.


"Kerjaannya banyak banget yah, Kak?" tanya Mira.


"Enggak begitu juga, cuma aku yang memang kecapekan aja, Honey. Kangen kamu. Hangat banget kamu peluk seperti ini."


Wajah Elkan kian mendekat dengan bergerak perlahan di area dada Mira. Sesekali pria itu menghirup parfum Mira yang segar dan begitu harum itu. Ini adalah kehangatan untuk Elkan. Capek usai bekerja seolah hilang dengan memeluk Mira seperti ini.


"Ya sudah, aku peluk ... bobok dulu aja, Kak," kata Mira.


Sedikit mengurai wajahnya, Elkan pun berbicara dengan menunjukkan raut wajah yang nakal. "Mau minum susu sebenarnya."


Bukan susu segar tapi susu yang dimaksud Elkan adalah jenis yang lain. Maklum, sudah lama berpuasa juga. Sejak program hamil sampai sekarang, keduanya memilih menunda. Elkan sendiri juga merasa takut kalau membuat dua buah hatinya menjadi pusing karena ulahnya.


"Istirahat dulu, Kak. Katanya capek," kata Mira.


"Ya sudah deh, nurut sama Bumil," balas Elkan.


Merasakan belaian tangan istrinya yang lembut, dipadu dengan ruangan ber-AC yang dingin, akhirnya Elkan perlahan-lahan terlelap. Dia merasakan tenang dan nyaman berada di dalam pelukan Mira.

__ADS_1


Entah berapa lama Elkan tertidur. Yang pasti Elkan merasakan tidurnya sangat lelap. Semula dia hanya ingin tidur satu jam, rupanya Elkan tidak terjaga sama sekali. Mira juga tidak membangunkan Elkan karena pikirnya biarkan saja suaminya itu tidur. Mira juga tahu suaminya juga pasti kecapekan.


Akhirnya Elkan benar-benar terbangun sampai pagi. Pria itu terbangun karena merasakan tekanan di perutnya dan rasa yang sangat menyeruak. Buru-buru Elkan terbangun dan berlari menuju ke dalam kamar mandi.


Rupanya pria itu karena muntah. Suara bising dan gemericik air membangunkan Mira. Sampai akhirnya, Mira terbangun juga dan mulai mencari keberadaan suaminya. Dia sangat yakin kalau yang berada di dalam kamar mandi pastilah Elkan.


"Kak, Kakak ... di dalam?" tanya Mira dengan mengetuk pintu kamar mandi.


"Hm, ya Honey. Jangan masuk," suara Elkan.


Dia sedang mengeluarkan semua isi perutnya. Benar-benar mual, tapi tidak ada sisa-sisa makanan yang keluar. Yang ada hanya air yang rasanya begitu pahit sampai ke pangkal lidahnya.


Hoek ... Hoek ...


Suara Elkan benar-benar terdengar. Mira yang berdiri di luar kamar mandi pun merasa panik dan khawatir jadinya. Oleh sebab itu, Mira segera membuka paksa pintu kamar mandi dan melihat suaminta berdiri di depan wastafel dengan wajah memerah.


Tidak banyak bicara, Mira segera memijit tengkuk suaminya. Supaya lebih lega. Elkan benar-benar tidak ingin Mira melihatnya seperti ini.


Mira menggelengkan kepalanya. "Kamu suamiku, Kak. Aku tidak jijik sama sekali. Tissue?"


Tangan Mira meraih beberapa lembar tissue dan menyerahkannya kepada Elkan. Akan tetapi, tangan Elkan terasa lemas. Akhirnya, Mira yang menyeka bibir Elkan dengan tissue kering.


"Makasih, Honey," kata Elkan.


"Sama-sama, Kak."


Setelah itu, Mira merangkul suaminya dengan satu tangan melingkar di pinggang suaminya. Membantu suaminya berjalan menuju ke sofa yang berada di kamarnya. Setelah itu, Mira turun ke dapur. Dia mengambilkan air putih hangat untuk suaminya.


"Diminum dulu, Kak," kata Mira.


Elkan pun meminum sedikit saja. Setelah itu, dia menyandarkan punggung dan kepalanya ke sandaran sofa. Dengan memejamkan matanya sejenak.

__ADS_1


"Kamu sakit yah, Kak? Kemarin mengeluh capek dan sekarang justru mual-mual. Kita ke Rumah Sakit yah?"


Mira mengajak suaminya ke Rumah Sakit karena panik dengan keadaan suaminya. Tidak mungkin suaminya juga sakit dengan tiba-tiba. Itu membuat Mira sangat khawatir dengan keadaan suaminya.


"Gak usah, Honey. Cuma masuk angin mungkin," balas Elkan.


"Aku gosokin pake minyak kayu putih yah?"


Elkan menganggukkan kepalanya. Dia manut saja ketika istrinya menawarkan untuk menggosokan minyak kayu putih. Elkan menyingkap kaos yang dikenakannya dan kemudian mulai menggosokan minyak kayu putih di punggung dan dada suaminya. Bahkan di bagian dada, Mira mengusapkan minyak kayu putih lebih banyak.


Rasa hangat pun Elkan rasakan dan juga aroma minyak kayu putih seketika memenuhi seluruh kamar mereka. Tidak hanya itu, Mira juga mengambilkan inhaler untuk suaminya.


"Dihirup Kak," kata Mira.


Setelah itu Elkan bisa bersendawa, seolah buang angin dan setelahnya Elkan merasa lebih enak sekarang. Setelah itu, Elkan menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.


"Kenapa aku mendadak begini yah?" tanya Elkan.


"Medical cek up saja, Kak," kata Mira.


"Enggak, aku yakin. Cuma masuk angin. Atau jangan-jangan, kamu yang hamil, aku yang ngidam, Yang. Namanya apa itu?" tanya Elkan.


"Oh, kehamilan simpatik ya Kak? Couvade Syndrome. Coba, aku baca dulu," kata Mira.


Maka Mira berselancar sebentar dengan handphonenya. Mencari tahu tentang couvade Syndrome itu. Namun, memang banyak yang mengalami hal demikian. Para suami bisa mengalami kehamilan simpatik.


"Masak iya, Kak?" tanya Mira.


"Mungkin saja, Honey. Kalau memang terjadi, aku rela."


Ya, memang begitulah Elkan, dia rela mengalami kehamilan simpatik asalkan Mira baik-baik saja. Yang penting istrinya itu selalu sehat dan bahagia selama hamil kali ini.

__ADS_1


__ADS_2