
Jerome benar-benar tidak menyangka bahwa tidak membutuhkan waktu lama untuk Mira menolak pernyataan sayangnya. Lebih mengagetkan untuk Jerome karena rupanya pemuda yang Mira suka adalah sepupunya sendiri yaitu Elkan. Sepeninggal dari kafe, Jerome masih berada di dalam mobilnya untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.
"Aku benar-benar tidak menyangka Mira ... ternyata kamu sudah jadian terlebih dahulu dengan Elkan. Kupikir kalian hanya teman sedari kecil saja, ternyata sekarang teman dari kecil sudah berubah menjadi cinta," gumam Jerome dengan menghela nafas panjang.
Ya, semula memang Jerome mengira bahwa Elkan dan Mira hanya sahabatan dari kecil saja, teman bermain sejak bermain. Ternyata lebih dari itu karena Mira sendiri mengakui bahwa dia menjadi pacarnya Elkan. Jerome sangka setelah dewasa, hubungan keduanya menjauh, itu juga terlihat dari Elkan dan Mira yang sama sekali tidak akrab. Ternyata di balik ketidak akraban itu justru keduanya sama-sama menyayangi satu sama lain.
"Ku kira, kamu dan Elkan setelah dewasa menjadi jauh. Itu juga karena kalian berdua yang terlihat sama sekali tidak akrab."
Ketidak akraban Elkan dan Mira yang membuat Jerome mengambil mengambil inisiatif untuk mengungkapkan perasaannya kepada Mira. Jerome lebih menyesal, karena Elkan pun mendengar ungkapan perasaannya dan bagaimana Mira menolaknya. Bahkan sekarang, di dalam cintanya tertolak langit justru berduka dengan hujan yang turun dengan begitu derasnya. Seakan suasana ini sangat cocok untuk pemuda yang tengah patah hati.
"Oh, lihatlah ... air hujan pun turun, di kala cintaku tak terbalas. Aku tidak mengira bersaing dengan sepupuku sendiri, dan kali ini aku lah yang kalah. Kamu selama ini hanya diam dan cuek, Elkan. Kupikir hubunganmu dengan Mira memang sudah berlalu," ucap Jerome seorang diri.
Akan tetapi sekarang Jerome sepenuhnya ikhlas. Cinta dan perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Lagipula, rivalnya adalah sepupunya sendiri, Elkan. Jerome selalu ingat dengan nasihat Mama dan Papanya bahwa jangan bersaing dengan sepupu dan keluarga sendiri. Sebab, sejauh kita pergi, ketika kita kembali yang kita miliki adalah keluarga. Maka dari itu, sekarang Jerome akan benar-benar berusaha untuk mengobati sendiri lukanya.
__ADS_1
"Bagaimana pun, aku akan mendoakan kalian berdua bisa langgeng."
Itu adalah keyakinan Jerome, bahwa dia akan mendoakan yang terbaik untuk Elkan dan Mira. Jerome sama sekali tidak ingin menjadi tokoh antagonis untuk sepupunya dan Mira. Lebih baik dia mengikhlas dan berharap patah hatinya bisa sembuh seiring dengan berjalannya waktu.
Sementara itu di dalam kafe, Elkan kembali bergeser dan kini pemuda itu duduk di hadapan Mira. Tampak Elkan bersikap biasa saja. Pun dengan Mira yang masih menundukkan wajahnya. Sebenarnya, tanpa Mira berbicara banyak, Elkan pasti sudah mendengar semuanya.
"Kak, tadi itu ...."
"Aku sudah dengar semuanya, Mira," balas Elkan.
Mira terdiam. Seakan memang dia tidak perlu memberikan penjelasan lagi kepada Elkan. Sebab, semua yang Jerome sampaikan dan bagaimana jawabannya, Elkan pasti sudah mendengar semuanya.
"Kak Elkan apa tanggapannya?" tanya Mira kemudian.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Toh, sama seperti yang aku sampaikan tadi, kalau semuanya sudah clear. Tidak ada yang diperdebatkan. Bagiku cukup kamu mengungkapkan perasaanmu kalau kamu sayang aku," balas Elkan.
Elkan kini memberanikan diri untuk menggenggam tangan Mira, ada gerakan samar dari ibu jarinya yang mengusap perlahan punggung tangan Mira.
"Ra, selalu akui perasaanmu untukku yah," pinta Elkan sekarang.
Ketika Elkan menggenggam tangannya dan mengusap perlahan punggung tangannya, bisa Mira rasakan dirinya yang semakin salah tingkah dan juga malu. Akan tetapi, Mira membiarkan saja Elkan tetap menggenggam tangannya itu.
"Kak Elkan akan melakukan hal yang sama?" tanya Mira perlahan.
Pemuda itu menganggukkan kepalanya. "Always, aku akan selalu melakukan hal yang sama," balas Elkan.
Ada senyuman tipis di sudut bibir Mira, dan juga Elkan. Debaran cinta SMA memang aneh, bisa membuat hatinya berbunga-bunga. Namun, memang berani mengakui perasaan akan menangkal niat jahat dari orang-orang di luar sana yang berusaha mendekat.
__ADS_1