
Bagi Rosaline, Elkan adalah orang yang istimewa baginya. Mengenal Elkan sejak jenjang SMP hingga akhirnya Elkan memutuskan kembali ke Jakarta. Pertemuan demi pertemuan, pendekatan persahabatan yang indah selama di Singapura sangat berarti untuk Rosaline.
Hingga dengan sendirinya, keberadaan Elkan semakin lama membuat Rosaline terobsesi kepada Elkan. Bahkan ingin memiliki Elkan. Sayangnya, pria yang dia puja-puja justru menikah muda dengan wanita lain.
"Aku bisa apa, El. Kamu segalanya untukku. Bahkan aku perlahan-lahan menjadi gadis gila yang terobsesi kepadamu, Elkan."
Ucapan itu meluncur juga dari bibir Rosaline sekarang. Dengan menangis dan menjambaki rambutnya sendiri, Rosaline merasa gila dengan perasaannya. Cinta tak terbalas, dan sekarang dengan ancaman yang Elkan berikan benar-benar membuat Rosaline semakin gila.
"Datang ke Jakarta, aku tidak memiliki motivasi apa pun, Elkan. Aku hanya ingin bekerja. Sayangnya, aku kembali bertemu denganmu setelah sekian lama. Lagi-lagi, aku melihat Mira yang sama sekali tak aku sukai. Aku ingin melenyapkannya."
Rosaline berkata jujur. Dia sudah berada pada tahap begitu benci kepada Mira. Rasanya sampai Rosaline ingin melenyapkan Mira supaya bisa memiliki Elkan.
Ketika cinta tak terbalas rasanya seseorang bisa melakukan apa pun. Termasuk melakukan hal-hal yang gila. Sama seperti Rosaline yang kesakitan ketika ada orang yang memiliki Elkan. Benci setiap kali melihat Mira. Dulu, kala masih kuliah di Australia, dengan tangannya sendiri Rosaline pernah menusukkan sebilah pisau tajam di perut Mira. Sekarang, rasa bencinya untuk Mira semakin menjadi-jadi. Dia tidak suka ketika Mira menjadi wanita yang sangat beruntung karena begitu dicintai oleh Elkan.
__ADS_1
...🍀🍀🍀...
Di tempat berbeda ....
Sudah berada di kamarnya, nyatanya Mira masih terlihat cemas. Elkan pun menyadari kecemasan istrinya itu. Pelan-pelan, Elkan memeluk Mira.
"Kenapa, kamu terlihat sangat cemas," kata Elkan.
Sudah Elkan duga sebelumnya pastilah kecemasan Mira itu beralasan. Alasan itu karena Rosaline. Elkan memaknai mungkin saja ada trauma di masa lalu, ketika Mira mengalami luka tusukan di perutnya karena Rosaline. Dulu, sebenarnya sasaran utama Rosaline adalah Elkan, tapi gerakan Mira membuat Elkan selamat dan Mira justru yang menjadi korbannya.
"Ada aku, Honey. Aku akan melindungimu dan menjagamu," kata Elkan dengan sungguh-sungguh.
"Kalau terjadi apa-apa denganku, bagaimana Kak?"
__ADS_1
"Ssshhhsss, jangan berbicara seperti itu, Honey. Kamu akan aman. Kita akan baik-baik saja," balas Elkan.
Di pelukan Elkan, dengan sendirinya air mata Mira mengalir begitu saja. Kali ini hatinya benar-benar merasa tak tenang. Begitu takut ketika musibah seolah sudah berada di depan mata. Berusaha menenangkan diri dan berpikir positif pun tidak bisa Mira lakukan karena sudah begitu takut dan terbayang hal yang tidak-tidak.
"Sekali saja Rosaline berani menyentuhmu, aku akan bertindak, Honeyku. Aku tidak akan tinggal diam. Aku sebagai suamimu akan selalu menjagamu."
Elkan mengatakan itu dengan sungguh-sungguh. Dia tak akan membiarkan Mira kesakitan lagi. Dulu, Mira menerima tusukan pisau hanya demi menyelamatkan dirinya. Akan tetapi, Elkan tak ingin hal itu kembali lagi.
"Kalau aku harus berkorban sekali lagi, aku akan melakukannya, Kak. Yang penting kamu dan anak-anak selamat," kata Mira dengan terisak.
"Tidak perlu ada yang berkorban, Honey. Kita semua akan selalu bersama."
Elkan menegaskan dan menegaskan hal itu. Dia harus lebih hati-hati sekarang. Baru saja usai permasalahan dengan Bagas dan sekarang sudah ada Rosaline. Keduanya sama-sama adalah ancaman untuk keluarga Elkan dan Mira.
__ADS_1