Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Tepi Darling Harbour


__ADS_3

Berada di Sydney, Australia sangat sayang sekali jika hanya dihabiskan di dalam apartemen. Oleh karena itu, sekarang Elkan mengajak Mira untuk mengunjungi Sydney Opera House yang merupakan tempat ikonik dan harus dikunjungi kala mengunjungi Sydney. Berjalan-jalan sore dan menikmati suasana baru untuk pengantin muda itu.


"Kawasan ini adalah kawasan The Rocks, Honey," ucap Elkan yang seakan memberitahu Mira mengenai kawasan di sekeliling Sydney Opera House itu.


"The Rocks, kak?" tanya Mira dengan menatap sang suami yang sekarang berjalan di sisinya itu.


"Iya, ini adalah kawasan strategis dan bersejarah di Australia. Dulu orang-orang Eropa imigran itu pertama kali bermukin di Benua Baru ya di kawasan ini. Terus, itu ikonnya kota Sydney, tahu kan?" tanya Elkan lagi.


"Tahu, Sydney Opera House," balas Mira.


Elkan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Benar sekali. Itu adalah Sydney Opera House, selain itu di sini juga dengan Museum of Contemporary Art biasanya disingkat dengan MCA."


Mendengarkan penjelasan dari Elkan, seakan Mira mendengarkan tour guide yang menjelaskan tempat-tempat penting kepadanya. Hingga Mira kembali merespons. "Kok kamu tahu sih, Kak? Aku serasa pergi ke luar negeri bersama tour guide loh," balas Mira.


Elkan terkekeh perlahan. Bisa-bisanya istrinya itu menyamakan dirinya dengan seorang tour guide. Namun, bagaimana pun mengisi waktu jalan-jalan bersama Mira seperti ini rasanya menyenangkan. Elkan tahu benar, bahwa tidak mungkin berada di apartemen sepanjang waktu. Ada waktunya untuk relaksasi dan jala n-jalan untuk membuang jenuh.


Sore itu di Australia, matahari masih bersinar, walau tidak terlalu terik. Namun, angin bertiup dan cukup basah. Bisa dikatakan ini adalah waktu yang tepat untuk berjalan-jalan bersama. Menyisiri sisi pelabuhan yang dinamakan Darling Harbour yang begitu indah sore itu.


"Kalau bisa jalan-jalan dan eksplore tempat baru gini, rasanya aku pengen jadi Youtuber loh," balas Mira.


Mendengarkan apa yang baru saja diucapkan Mira, Elkan tertawa. "Bikin aja kalau mau. Kita nanti bisa atur waktu untuk membuat konten. Konten eksplor Australia. Lumayan kan penghasilan dari addsense."


Rupanya Elkan justru mendukung Mira untuk menjadi Youtuber. Bisa merencanakan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang indah dan menarik untuk dikunjungi di Australia. Toh, sekarang menjadi Youtuber saja jika memang memiliki jumlah subsiber yang banyak dan view dari setiap video yang diunggah juga bisa mendapatkan addsense yang lumayan.


"Ntar aja, Kak ... takut ganggu kuliah," balas Mira.

__ADS_1


Sebenarnya Mira walau introvert, tapi dia senang dengan videografis dan editing. Dulu, kala masih SMP, dia pernah membuat Daily Vlog dan lumayan juga untuk jumlah subscribernya. Hanya saja, dengan pertimbangan memfokuskan ke sekolah, Mira lebih memilih untuk fokus ke sekolah dulu.


"Kita bisa jadi Couple Gemoy di Youtube, Honey," balas Elkan dengan terkekeh.


Kadang pria itu membayangkan dan mungkin rasanya akan menyenangkan saja melakukan kegiatan di depan kamera. Mira yang berjalan di sisi Elkan pun juga tertawa. Seolah juga membayangkan bagaimana couple gemoy menurut suaminya itu.


"Kita brainstroming dulu ya, Kak ... yang penting pesannya Papa Belva kan fokus kuliah dan berumahtangga. Jadi, mending sekarang fokus untuk dua hal itu. Kamu juga ada pekerjaan dari Papa, jadi waktunya kan dibagi-bagi," balas Mira.


"Oke, deh ... aku nurut aja sama kamu, Honey. Kamu kan untuk merencanakan begitu lebih matang. Benar, kita fokus ke kuliah dan rumah tangga kita," balas Elkan.


Sekarang Mira dan Elkan sudah sampai di Opera House. Keduanya melihat kapal yang lewat dari Darling Harbour membuat pemandangan di sore hari ini menjadi semakin indah. Angin yang bertiup sepoi-sepoi dan birunya air lautan di Darling Harbour seolah memberikan daya tarik tersendiri untuk keduanya.


"Foto berdua yuk?" ajak Elkan kepada Mira.


Elkan mendekat, sedikit mendekatkan wajah mereka agar bisa masuk sepenuhnya dalam layar kamera, kemudian keduanya berfoto. Bahkan Elkan juga beberapa kali memotret Mira kala itu. Di mata Elkan, justru Mira itu kala di foto bisa begitu fotogenik, tidak seperti dirinya yang malu-malu.


"Lihat nih, Honey ... bagus deh. Kamu itu fotogenik loh," ucap Elkan.


"Keturunan dari Mama kali, Kak ... Mama kan dulunya model," balas Mira dengan tertawa.


"Oh, iya yah ... Mama mertuaku kan dulu model. Sekarang pun masih menjadi Brand Ambassador SaVa Beauty Care," balas Elkan.


Ya, SaVa Beauty Care adalah merek kosmetik dimiliki oleh Mama Sara, karena dulu Mama Sara juga merambah ke bisnis kosmetik. Brand Ambasadornya sejak dulu adalah Mama Marsha. Kerja sama dua keluarga yang justru saling menguntungkan.


"Makanya, kan mirip Mama," balas Mira.

__ADS_1


"Bener, Honey ... fotogenik habis. Ya ampun, kamu cantik dan muda begini, mana ada yang tahu kalau kamu sudah menikah coba," balas Elkan dengan mengamati foto-foto Mira.


"Apa aku perlu buat pengumuman kalau udah menikah Kak?" tanya Mira kemudian.


"Kalau kamu mau sih, gak apa-apa. Kalau mulai masuk kampus nanti dan ada yang naksir kamu, jawab jujur ya Honey. Jangan beri celah ke siapa pun," pinta Elkan kali ini.


Mira hanya senyam-senyum saja melihat suaminya itu. Kadang jika sudah begini, Elkan terlihat begitu posesif. Namun, posesif juga adalah tanda cinta. Jadi, tidak masalah untuk Mira.


"Kamu juga ya Kak ... jangan beri celah ke siapa pun, termasuk untuk Rosaline," ucap Mira.


"Pasti, Honey ... kan kemarin aku juga menegaskan kalau aku adalah milikmu saja, suamimu. Pria muda biasanya gak mengakui pernikahannya loh, Honey ..., tapi aku beda. Aku akan selalu jujur mengenai status kita berdua," balas Elkan.


Mira tertawa. Kadang suaminya itu jika sudah mode ngeles itu terlalu pintar. Hingga akhirnya dia tertawa menatap wajah Elkan.


"Iya, Hubby. Pernikahan kita juga sah di mata Tuhan dan negara. Gak ada kepentingan khusus juga untuk menyembunyikannya, Beda dengan dulu waktu kita SMA. Jadi, diakui saja. Buku nikah aja tercatat secara negara kok," balas Mira.


"Bener, yuk ... kita pacaran. Ada kafe di sana. Menikmati makan bersama. Sesekali di luar unit kita. Kalau di unit, bawaannya maunya nempelin kamu terus, Honey. Mumpung aku baru baik ini," balas Elkan.


"Kalau kamu gak baik, aku laporin ke Mama dan Papa," balas Mira.


"Tuh, langsung punya senjata kan," balas Elkan.


Mira tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, dong ... kan Mama dan Papa sudah menganggap aku anaknya sendiri. Jadi kan ya aku punya perlindungan dari Mama dan Papa."


Pasangan muda itu terkekeh bersama. Beratapkan birunya langit Australia, di sisi Darling Harbour, keduanya menikmati sore yang indah yang bersama. Menikmati waktu sebelum nanti akan disibukkan dengan kuliah dan tugas-tugas yang begitu banyak.

__ADS_1


__ADS_2