Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Pertanyaan Andin


__ADS_3

Andin sebenarnya heran, kenapa hubungan per iparan antara suaminya dan Mira terasa dekat dan akrab. Walau begitu, Andin masih berusaha menanggapi dengan baik. Di satu sisi Elkan dan Mira memang terlihat lebih santai. Sebab, memang dengan Kak Evan sendiri, dulu mereka adalah teman bermain waktu kecil. Sudah sama-sama tahu dari mereka masih kecil.


"Kuliah di Sydney ambil jurusan apa, Mira?" tanya Andin.


"Ambil Bisnis Manajemen, Kak ... katanya Kak Evan, Kak Andin masih skripsi yah? Ambil jurusan apa Kak?" tanya Mira.


Andin tersenyum perlahan. Rupanya, Evan memang sudah bercerita kepada adik iparnya itu bahwa dia masih kuliah. Mendengar saja, Andin merasa tidak nyaman. Apakah memang hubungan suaminya dan adik iparnya sedekat itu. Namun, sekali lagi Andin berusaha ramah.


"Ambil Teknik Arsitektur sih ... tinggal skripsi saja," balasnya.


"Oh, semangat yah Kak ... tinggal satu langkah lagi menuju wisuda," kata Mira yang memberikan semangat untuk kakak iparnya.


"Iya, makasih yah," balas Andin.


Usai itu, Evan kemudian bertanya kepada Elkan dan Mira. "Kalian sudah makan belum? Mau makan bersama?" tanya Evan.


"Belum makan sih, Kak ... sejak di Rumah Makan Padang tadi belum makan. Tenang saja, dari sini ... kami mau ke rumah Mama Marsha kok, mau makan di sana," balas Elkan.


"Kalian bercanda, dari Rumah Makan Padang itu hampir jam sepuluh pagi dan sampai sekarang kalian gak makan?" tanya Evan dengan khawatir.

__ADS_1


Baik Elkan dan Mira sama-sama tertawa dan menganggukkan kepalanya. "Iya, belum, Kak ... Mira jetlag tuh, jadinya kami tidur dulu. Biasa Kak, terbiasa tinggal di Sydney," balas Elkan.


"Iya, Kak ... istirahat dulu tadi begitu sampai," balas Mira.


"Ya sudah, Kak ... kami ke rumah Mama Marsha yah. Selamat istirahat," pamit Elkan kepada Kak Evan dan Kak Andin.


Akhirnya, pasangan Evan dan Andin mengantarkan keduanya sampai ke depan rumah. Tampak Andin juga heran melihat Elkan dan Mira yang datang dengan mengendarai sepeda motor. Andin juga terkejut, pasangan muda itu terlihat begitu santai, sangat santai malahan.


"Yuk, masuk," ajak Evan kepada istrinya.


Akhirnya Andin mengikuti istrinya itu untuk masuk ke dalam rumah. Terlihat bagaimana Andin yang tak tahan untuk bertanya kepada suaminya.


"Iya, ya itu ... cintanya Elkan sejak kecil," balas Evan.


Sebagai seorang kakak, Evan sangat tahu bagaimana perasaan adiknya kepada Mira. Lebih dari itu, Evan juga tahu bahwa sejak kecil Elkan sudah begitu sayang dengan Mira. Sehingga, Elkan ketika diminta menikahi Mira, Elkan langsung mengiyakan.


"Kok kamu dan Mira akrab banget Kak?" tanya Andin sekarang.


"Ya, akrab, Sayang. Kan aku sudah kenal Mira itu sejak bayi. Kami tetanggaan, Mama itu dan orang tuanya Mira bestie-an. Kamu curiga sama aku dan Mira?" tanya Evan.

__ADS_1


Wanita itu segera menggelengkan kepalanya. "Yah, enggak ... cuma aku baru tahu, ada hubungan antar ipar yang begitu akrab," balas Andin.


Evan menatap istrinya itu. Mungkin untuk orang yang belum tahu, rasanya aneh mungkin. Terlebih Evan sendiri adalah sosok yang cool, banyak diem, dan terlihat tidak mudah akrab. Akan tetapi, suaminya itu justru terlihat sangat akrab dengan adik iparnya.


"Selain Mama Sara, aku juga akrab dengan Mira. Bayinya saja aku lihat, Sayang. Aku adalah orang yang bahagia ketika Elkan berhasil menikahi cinta masa kecilnya," balas Elkan.


"Yakin?"


"Ya ampun, Yang ... kamu mencurigaiku dengan Mira?" tanya Evan.


Andin terdiam, tidak bisa memberikan jawaban. Namun, rasanya keakraban berlebih itu menurut Andin terlalu berbahaya. Sebab, suaminya sendiri sebenarnya adalah sosok yang pendiam dan cool.


Evan menghela napas panjang dan menatap Andin. "Apa tidak bisa mempercayaiku? Kan aku tidak pernah aneh-aneh dan macam-macam selama ini. Yang aku cintai hanya kamu," kata Evan.


"Ya, aku tahu. Sudah, lupakan saja, Mas," balas Andin dengan menaiki anak tangga ke kamarnya.


Evan masih berada di bawah, tidak biasanya istrinya mencurigainya. Namun, kenapa sekarang Andin menjadi curiga kepadanya. Lebih mengherankan karena Andin tidak menyukai hubungan Evan dan Mira yang dinilainya terlalu akrab.


Padahal tidak ada apa-apa antara Evan dan Mira. Mereka bertiga sudah tumbuh bersama sejak kecil. Wajar, karena keakraban dan sikap yang karib itu sudah terbentuk untuk waktu yang lama. Tidak ada dusta bagi Evan, sejak dulu Mira sudah Evan anggap seperti adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2