Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Pertanyaan yang Terlewat


__ADS_3

Menjelang malam, barulah Mira mengingat sesuatu. Oleh karena itu, dia sekarang bertanya kepada suaminya. Terkait apa yang suaminya itu lakukan siang hingga sore tadi.


"Sampai lupa bertanya, Kak. Tadi kamu ngapain aja sih, Kak?" tanya Mira sekarang. Tadi memang benar-benar lupa, bisa bertemu Elkan setelah sekian jam saja rasanya sudah begitu rindu.


"Oh, dari kampus, Sayang. Aku melaporkan peristiwa kemarin ke Dosen. Setelahnya, aku ke kantor kepolisian menemui Rosaline sebentar," jawab Elkan dengan jujur.


Mendengar apa yang baru diceritakan oleh Elkan, Mira kemudian mengerutkan keningnya. Jujur, dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya dilakukan suaminya di kantor kepolisian dan menemui Rosaline? Untuk apa melakukan semua itu.


"Dengarkan dulu, jangan berpikiran macam-macam. Tadi, aku itu menegaskan kepada Rosaline kalau aku tidak akan memberi maaf untuk dia. Bagaimana proses hukum akan berlanjut," ucap Elkan.


Dari kerutan di kening Mira, Elkan juga sudah tahu bahwa istrinya itu berpikir yang macam-macam. Sehingga, Elkan segera memberikan penjelasan kepada Mira.


"Lalu, kenapa harus menemuinya?" tanya Mira sekarang.


"Ya, hanya untuk itu saja, Honey. Serius, aku juga gak bakalan macam-macam," jawab Elkan.


Mira menghela napas panjang, kemudian dia menatap wajah suaminya. "Bukannya begitu, Kak. Cuma, aku merasa tidak rela dan ikhlas kala dia mengatakan bahwa kamu adalah fantasinya. Fantasi begitu kan Kak? Kamu itu suamiku. Tidak seharusnya menjadi objek yang diinginkan wanita lain," kata Mira sekarang.


Jujur, kemarin Mira tidak mengerti, gadis seperti Rosaline sampai berteriak dan mengatakan bahwa Elkan adalah fantasinya. Di tengah sakit karena pisau yang melukai perutnya, Mira merasakan tidak terima ketika suaminya dijadikan objek fantasi oleh wanita lain. Harusnya, Elkan hanya menjadi miliknya.


"Jangan dipikirkan, Honey," kata Elkan sekarang.

__ADS_1


"Ya, aku kepikiran, Kak," sahut Mira dengan cepat.


Wanita itu sudah menghela napas panjang. Kesal dengan apa yang dia dengar kemarin. Bagaimanapun ada rasa tidak rela di dalam hati Mira.


"Dia melakukan itu karena dia tidak sepenuhnya sehat, Honey."


Sekarang barulah Elkan berbicara yang sebenarnya kepada Mira. Tentu juga supaya istrinya itu tidak berpikiran aneh-aneh. Sebab, bagaimana pun yang salah di sini adalah kelainan mental yang dialami Rosaline.


"Tidak sehat bagaimana?" tanya Mira yang seakan mendesak Elkan untuk bisa menjelaskan semuanya.


"Dia mengalami kepribadian ganda, Honey. Mungkin kamu tidak percaya. Tunggu dulu," pinta Elkan.


Akhirnya Elkan mengambil handphonenya dan menunjukan sebuah file Pdf kepada Mira. Laporan kesehatan dari Rumah Sakit di Singapura. Lantas, Elkan memberikannya kepada Mira.


Mira yang mendengarkan cerita dari suaminya sekarang hanya bisa menyadarkan punggungnya ke sofa. Berpikir juga bagaimana seseorang dengan gangguan pada kesehatan mental sampai bisa kuliah ke luar negeri. Tidak hanya itu, Rosaline pun bisa diterima di Sydney University.


"Kenapa diem, Honey? Sudah gak usah mikir yang berat. Kamu fokus dengan kesembuhan kamu dulu saja," balas Elkan.


Ya, Elkan mengatakan demikian setelah melihat raut wajah Mira yang sekarang seperti tengah memikirkan sesuatu. Oleh karena itu, Elkan meminta Mira fokus untuk sembuh saja. Tidak usah memikirkan yang aneh-aneh.


"Kalau sampai memiliki kepribadian ganda, bagaimana sampai diterima di Sydney?" tanya Mira.

__ADS_1


"Kan tes hanya kecerdasan akademik, Honey. Selain itu, kemampuan berbahasa Inggris seperti TOEFL saja. Bagian mental seseorang gak terlalu diperhatikan. Makanya, aku ke kampus tadi dan memberikan laporan kesehatannya itu. Bagaimana pun, seseorang dengan gangguan mental akan sukar dijerat dengan hukuman pidana, Honey. Menitikberatkan pada kesehatan mentalnya. Jadi, ya aku pikir sebaiknya aku ambil langkah cepat dan nanti mungkin saja kampus memiliki pertimbangan lain. Selain itu, tentu aku ingin kamu selalu aman. Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi," balas Elkan.


Mendengar semua penjelasan Elkan, Mira menganggukkan kepalanya. Dia tahu bahwa memang ada hukum tersendiri yang tidak bisa menjerat seseorang dengan gangguan mental. Oleh karena itu, masalah yang mereka hadapi sekarang pun adalah sebuah masalah yang pelik.


Elkan sekarang sedikit beringsut dan mengusapi sisi wajah Mira. "Tuh, kamu kepikiran kan? Kan aku sudah bilang, gak usah dipikirkan. Kamu pokoknya sembuh. Tiga hari lagi ke Rumah Sakit untuk kontrol jahitan."


Alih-alih membuat Mira kepikiran dan sakitnya justru tidak sembuh, Elkan mengalihkan pembicaraan. Sebab, pada kenyataannya pertanyaan dari Mira yang semula sempat terlewatkan sudah dia jawab semua. Elkan juga jujur, tidak menutupi apa pun dari istrinya itu. Sebab, Elkan tahu bahwa dalam berumahtangga kejujuran adalah yang utama. Itu juga yang diajarkan Mama Sara dan Papa Belva. Walau kondisinya tidak baik, tetap harus jujur kepada pasangan sendiri. Jangan sampai membuat alibi dan membuat masalah baru dalam rumah tangga.


"Baiklah, Kak," balas Mira.


Sekarang Elkan lega karena Mira sudah mendengar semuanya. Elkan juga memberikan penjelasan terkait kondisi Rosaline kepadanya.


"Dua atau tiga hari keputusan dari kampus untuk Rosaline akan keluar juga. Aku hanya berharap, sanksi yang sesuai dengan tindakan dia. Bagaimana pun Rosaline sudah menjadi pelaku tindak kekerasan di kampus," kata Elkan sekarang.


Setelah itu, Mira menganggukkan kepalanya."Kita tunggu pengumuman resmi dari kampus, Kak," responsnya.


"Ya sudah, gak ada yang ditanyakan lagi kan? Sudah selesai kan konferensi persnya."


Elkan berkata demikian kemudian tertawa sendiri. Sebab, seolah-olah terjadi konferensi pers dan Elkan harus menjelaskan semuanya kepada Mira. Sekarang, semua sudah tersingkap, Mira juga sudah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


"Udah, Kak. Sudah jelas semuanya. Iya, sekarang aku akan fokus untuk sembuh. Untung saja masih liburan, jadi bisa sembuh dulu dan enggak ketinggalan perkuliahan semester dua," balas Mira.

__ADS_1


Memang untung masih liburan sehingga dimanfaatkan untuk sembuh dan pulih dulu. Smoga saja nanti Mira bisa segera sembuh. Jahitan di perutnya juga segera mengering.


__ADS_2