Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Menjadi Buronan


__ADS_3

Sementara itu, di tempat berbeda ada pemuda yang memilih menjadi buronan sekarang. Ya, dia adalah Bagas. Alih-alih menunjukkan batang hidungnya dan bertanggung jawab, Bagas memilih lari.


Ada satu hal yang Bagas lupakan yaitu bahwa Bagas lupa dengan siapa dia berusaha sekarang. Dendamnya memang kepada orang tua Mira, terkait dengan asal-usul dirinya yang adalah anak di luar nikah dari mendiang Melvin Andrian. Dia berniat menghancurkan Mira melalui Elkan. Sebab, Bagas tahu ketika menghancurkan Elkan, maka Mira lah yang hancur.


Namun, Bagas melupakan latar belakang keluarga Elkan yang bukan hanya kaya raya dan terpandang. Akan tetapi, Keluarga Agastya terbilang mudah untuk menemukan seseorang. Penyusup pun bisa ditangkap oleh keluarga Agastya. Sekarang, Bagas tengah dalam penyebrangan dari Merak menuju Bakauheni. Kota yang hendak dituju Bagas adalah Palembang.


Di atas kapal feri penyebrangan yang melintasi Selat Sunda itu, Bagas merutuki dirinya dan Elkan tentunya.


"Sialan loe, Elkan. Mati kagak, tapi justru menyulitkanku. Sialan!"


Sebenarnya target utamanya adalah Elkan, bukan pegawai Coffee Bay. Akan tetapi, yang mengalami luka berat justru adalah Setyo yang hingga mengalami retak tulang. Sementara Elkan hanya mengalami luka-luka biasa.


"Gara-gara loe sekarang, gue jadi buronan. Sialan!"


Bagas masih berusaha untuk menyalahkan Elkan. Memang Bagas terlihat seperti seorang pecundang sekarang. Berani berbuat kejahatan, tapi enggan bertanggung jawab. Sementara proses hukum akan terus berjalan. Tidak hanya itu, orang-orang layaknya intelejen kepercayaan Papa Belva pun turut bekerja dan mencari keberadaan Bagas.


Bahkan Bagas sengaja tidak menggunakan transportasi udara. Melainkan dia memilih jalur laut, kemudian dari Bakauheni menuju Palembang akan Bagas tujuan via tol Trans Sumatera. Dengan membawa mobil memungkinkan Bagas untuk lebih mudah berpindah-pindah tempat. Terlebih seluruh pulau Sumatera sudah tersambung dengan akses tol, jadi memudahkan pelariannya.


"Bagaimana caranya aku bisa lolos dari hukuman ini?"

__ADS_1


Bagas seketika merasa pusing bagaimana caranya lepas dari dakwaan dan juga hukuman ini. Rasanya teramat sulit. Terlebih harus berapa lama juga Bagas harus menjadi buronan.


...🍀🍀🍀...


Sementara itu di Rumah Sakit ....


Papa Belva dan Papa Abraham yang sekarang berjaga-jaga di Rumah Sakit. Walau Mira khawatir dengan suaminya, tapi meninggalkan kedua bayinya juga adalah hal yang sulit. Sebagai gantinya Papa Belva dan Papa Abraham yang menemani Elkan sekarang.


"Segera pulih yah, El," kata Papa Abraham.


"Iya, Pa ... Elkan sudah baikan kok. Semoga besok bisa boleh pulang," balas Elkan.


"Mungkin, Pa. Elkan lebih memilih untuk menganggap ini sebagai musibah. Tidak apa-apa," balas Elkan.


"Siapa Bagas sebenarnya itu, Besan?" tanya Papa Belva.


"Kalau tidak salah, dia anak mendiang adikku Melvin Andrian. Apakah kamu masih mengingatnya?" tanya Papa Abraham.


Papa Belva terdiam dan mengingat-ingat lagi siapa mendiang Melvin Andrian itu. Sebab, di masa lalu Papa Belva seperti pernah mendengar nama itu. Beberapa saat mengingat, akhirnya Papa Belva menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oh, aku mengingatnya. Aku hadir kala itu saat aktor besar itu dimakamkan," balas Papa Belva.


"Benar. Raja sinetron stripping dua dekade yang lalu," balas Papa Abraham.


Kebanyakan orang akan mengingat sosok mendiang Melvin Andrian sebagai Raja Stripping sinetron dua dekade yang lalu. Walau kisah hidupnya penuh skandal dan sempat ditimpa gosip miring, tapi kiprah mendiang Melvin Andrian di dunia layar kaca tak perlu diragukan lagi.


"Jadi, Bagas itu adalah keponakanmu, Besan?" tanya Papa Belva.


"Benar. Namun, tolong tegakkan hukum untuk mereka yang memang bersalah. Supaya memberi pelajaran dan efek jera," balas Papa Abraham.


Sepenuhnya Papa Abraham tidak akan menghalangi. Walau Bagas adalah keponakannya. Akan tetapi, Papa Abraham mengizinkan untuk menegakkan hukum. Sebab, memang Bagas bersalah dalam hal ini.


"Yakin?" tanya Papa Belva.


"Ya, yakin. Menyakiti Elkan sama saja Bagas menyakiti Mira," balas Papa Abraham.


Itu adalah pandangan dari Papa Abraham bahwa ketika seseorang menyakiti Elkan, itu artinya mereka sedang menyakiti Mira. Oleh karena itu, Papa Abraham juga menyayangkan tindakan Bagas itu.


"Baiklah, aku akan mengejarnya sampai ketemu. Dia berusaha menyakiti anak-anakku."

__ADS_1


Memang begitulah seorang Papa yang tak mengizinkan anak-anak disakiti orang lain. Oleh karena itu, Papa Belva akan mengejar dan memastikan bahwa Bagas akan diadili secara hukum, bukan main hakim sendiri. Orang-orang kepercayaannya akan mengejar Bagas dan juga memastikan Bagas mendapatkan hukumannya.


__ADS_2