Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Mampir Dulu ke Rumah Mertua


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Elkan dan Mira untuk berada di kafe. Setelah minuman mereka hampir habis, Elkan kemudian mengajak Mira untuk pulang. Sebab, hujan juga semakin deras, Elkan hanya berjaga-jaga saja jika terjadi banjir di beberapa ruas jalan dan mereka justru sukar untuk mencapai rumah.


"Pulang sekarang saja, gimana, Ra?" tanya Elkan.


"Iya, Kak," balasnya.


Sekarang, keduanya sudah berada di dalam mobil dan hampir tiba di rumah. Elkan kemudian bertanya lagi kepada Mira. "Kamu turun di mana, Ra?" tanya Elkan.


Pikir Elkan, jika memang turunnya di rumah Mira, tentu Elkan akan mengantarkan Mira sampai ke rumahnya. Setelahnya, Mira memberikan jawaban kepada Elkan. "Aku pulang ke rumah kamu, Kak. Tadi disuruh untuk mampir ke rumah dulu. Dari rumahmu nanti aku bisa pulang sendiri," balas Mira.


"Ya, jangan pulang sendiri dong. Aku akan mengantar kamu pulang kok, Ra," balas Elkan.


"Makasih banyak, Kak," balas Mira.


Akhirnya, sekarang mereka sudah sampai di kediaman keluarga Agastya. Mama Sara pun tampak sudah menunggu anak-anaknya pulang. Sebab, hujan juga begitu deras. Sehingga Mama Sara merasa khawatir. Untunglah kedua anaknya sudah tiba di rumah, sehingga Mama Sara merasa lega.


"Syukurlah kalian sudah pulang. Hujannya deras banget," ucap Mama Sara.

__ADS_1


"Iya, Ma ... Elkan juga ngajak Mira untuk pulang kok," jawab Elkan.


"Tadi Mama Marsha telepon, nyariin Mira. Terus Mama jawab baru keluar sama Elkan dan Jerome. Ya sudah, kalian duduk dulu, Mama mau memberi kabar kepada besan dulu, takut Besannya Mama khawatir," ucap Mama Sara.


Mama Sara kemudian menelpon ke rumah Mira dan mengatakan bahwa Mira sudah pulang dan tiba di rumah mereka. Sementara di Mama Marsha dan Papa Abraham yang ada di rumahnya juga merasa lega karena Mira sudah di rumah mertuanya.


"Sudah, Mira ... Mama sudah mengabarkan kepada Mama dan Papa kamu. Sudah sama-sama lega. Soalnya anak gadis Mama kan dibawa Elkan, jadi khawatir. Apalagi hujan. Kok Jerome enggak ikutan ke sini?" tanya Mama Sara.


Sebab, mereka pergi bertiga, dan setelah pulang hanya berdua saja. Oleh karena itulah, Mama Sara bertanya kepada Mira dan Elkan.


"Oh, ya sudah ... Mira, kamu keburu-buru pulang atau masih agak nanti?" tanya Mama Sara.


"Langsung saja deh, Ma ... soalnya hujan deras. Takutnya Mama dan Papa juga semakin panik nanti," balas Mira.


Mama Sara menganggukkan kepalanya. Kemudian dia memberikan papper bag kepada Mira. "Ini kue kering untuk menantu dan Besannya Mama. Yang Lidah Mertua, Mama kasih lebih banyak katanya kamu suka," ucap Mama Sara.


"Wah, makasih banyak, Ma," balas Mira.

__ADS_1


"Sama-sama, nanti kapan-kapan kita baking bersama yah. Buat aneka cookies," ucap Mama Sara.


Mira tentu sangat senang. Mira sendiri memang senang membuat kue, karena dulu biasanya juga membuat kue dengan Mamanya. Setelahnya Mira berpamitan dengan Mama Sara.


"Mira pamit ya, Ma," pamitnya.


"Iya, makasih Sayang ... gak sabar, kamu lulus dan tinggal di sini," ucap Mama Sara.


"Kan kami nanti lulus terus ke Australia, Ma," balas Elkan.


Mama Sara kemudian tersenyum. "Benar juga ... diantar ya, El ... jangan macam-macam sama anaknya Mama," ucap Mama Sara.


Elkan kemudian menggelengkan kepalanya. "Tukeran anak ya Ma ... anaknya sekarang Mira, berarti Elkan anaknya Papa Bram dan Mama Marsha yah," balasnya dengan cengengesan.


"Kan memang begitu, tukeran anak. Kalian sama-sama anaknya Mama," balas Mama Sara dengan tertawa.


Selama hubungan Mira dan Elkan positif dan saling menjaga, Mama Sara sangat senang. Tentu sekarang Mama tahu jika ada sikap malu-malu dari Mira yang diketahui, Mama Sara yakin bahwa mungkin kuncup bunga sudah bermekaran sekarang dan menunjukkan bentuk terindahnya.

__ADS_1


__ADS_2