Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Daddy Juga Bisa Mellow


__ADS_3

Lebih dari satu minggu sejak Mira melahirkan, akhirnya Elkan dengan berat hati harus kembali masuk bekerja. Walau perusahaan adalah perusahaan Papanya. Akan tetapi, Elkan tetap harus bertanggung jawab. Tidak ingin makan gaji buta begitu saja. Namun, Daddy muda itu tampak cemas sebelum dia berangkat bekerja.


"Enggak jadi berangkat kerja, Kak?" tanya Mira kepada suaminya yang justru menatap lekat-lekat Baby Aryan dan Aaliya.


"Sebentar, Honey ... duh, berat rasanya harus kembali bekerja."


Ada helaan napas yang begitu berat. Setelah itu, Elkan mengusap-usap wajahnya. Dalam beberapa hari ini sepanjang hari dia habiskan bersama istri dan anaknya, lalu sekarang harus kembali bekerja. Jangan disangka yang merasa berat kembali bekerja usai memiliki baby hanya kaum ibu-ibu. Para bapak pun merasakan yang sama. Mungkin memang ada para bapak yang hanya diam dan membatin semua dalam hatinya. Akan tetapi, ada bisa terang-terangan mengakui betapa beratnya kembali bekerja dan meninggalkan dua bayi yang begitu lucu di rumah.


Mira menyadari perasaan suaminya itu. Oleh karena itu, Mira segera memegang tangan suaminya. Ada usapan yang Mira berikan di lengan suaminya itu.


"Kan Daddy cuma bekerja pagi sampai sore. Nanti kalau sudah pulang, bisa main lagi sama Twins A ... kami tunggu di rumah. Kalau Daddy gak kerja, gimana beli diapersnya Twins A," kata Mira dengan menampilkan senyuman di wajahnya.


"Iya, aku tahu ... cuma berat aja. Biasanya kan keruntelan berempat dengan kalian. Kaum Bapak bisa mellow juga," kata Elkan dengan membuang napas.


"Fighting Daddy El ... temen anak dan istri. Semangat yah bekerjanya," kata Mira.


Elkan kemudian menganggukkan kepalanya. "Kamu juga jangan terlalu capek, Mommy. Nanti sore Daddy temenin ngasuh Twins A lagi yah. I Love U More," kata Elkan.


"Siap, Daddy. We Love U," balas Mira.

__ADS_1


Usai itu, Elkan mencium kening dan pipi kedua bayinya terlebih dahulu. Kemudian Daddy El berpesan kepada kedua babynya.


"Aryan dan Aaliya baik-baik di rumah yah ... Daddy bekerja dulu yah. Nanti sore main sama Daddy lagi yah," kata Elkan.


Usai itu, Mira memeluk suaminya sesaat. Dia akan mendukung suaminya. Memahami emosi dan perasaan suaminya itu. Walau memang berat. Akan tetapi, Elkan tetap harus bekerja. Akhirnya Elkan benar-benar berangkat bekerja.


Akan tetapi, baru saja tiba di kantornya. Dia sudah merasa rindu dengan wajah anak-anaknya. Teringat senyuman Aryan dan Aaliya, atau ekspresi lucu di wajah mereka kalau menangis. Elkan menghela napas beberapa kali dan menenangkan diri. Hingga, dia terkaget ketika Kakaknya datang ke ruangannya.


"El," sapa Kak Evan.


"Eh, ya Kak ... ada apa?" tanya Elkan dengan menyimpan kembali handphonenya.


"Kangen Aryan dan Aaliya, Kak ... biasa," balas Elkan dengan berusaha untuk tersenyum.


Evan kemudian tertawa. Sebagai kakak, dia akan berusaha memahami perasaan adiknya itu. Mungkinkah memang orang tua baru seperti itu. Baru sampai di kantor, tapi sudah kangen dengan anaknya.


"Sudah jadi Daddy ... jadi kangen babynya yah," kata Evan dengan tertawa.


"Yah, begitu ... kenapa Kak?" tanya Elkan lagi kepada Kakaknya.

__ADS_1


"Aku dan Andin mau ke Sydney, El ... kakaknya Andin menikah di Sydney. Biasa, publik figur jadi pernikahannya harus disembunyikan dulu," cerita Evan sekarang.


"Yang dulu, dipaksa untuk dinikahi Kakak?" tanya Elkan.


"Iya, Arline. Akhirnya pria yang menghamilinya mau bertanggung jawab. Ya, aku menganggapnya bagus sih. Kamu mau nitip sesuatu enggak?" tanya Evan kepada adiknya.


Mungkin saja ada makanan atau sesuatu khusus yang ingin Elkan titip kala dia dan Andin akan ke Sydney nanti. Evan tidak segan untuk mencarikan apa yang disukai adiknya, jika memang Elkan dan Mira menitipkan sesuatu.


"Nitip Mie Instan aja, Kak ... ada mie enak dengan daging sapi Australia gitu. Nanti aku berikan gambarnya deh," kata Elkan.


"Kesukaanmu?"


"Kesukaan Honey ... biar dia seneng," balas Elkan.


Evan menggelengkan kepalanya. Di mata Evan, adiknya itu terlihat bucin kepada istrinya. Selalu berusaha menyenangkan Mira terlebih dahulu. Namun, Evan akui bahwa sikap Elkan ini tidak pernah berubah. Sejak dulu memang begitulah Elkan.


"Ya sudah ... yuk, kerja ... kamu udah keren. Masih muda banget, udah punya baby dua. Kerjanya harus lebih keras," kata Evan memberikan semangat kepada adiknya itu.


"Iya, beli diapers gak ditanggung BPJS Kak," balas Elkan dengan tertawa.

__ADS_1


Kedua kakak beradik itu pun sama-sama tertawa. Elkan merasa lebih baik setelah kedatangan kakaknya dan bisa bercanda sebentar dengan Kak Evan. Sekarang baru Elkan yang merasakannya, tapi nanti sudah pasti Evan juga akan merasakan bagaimana rasa sedih kala meninggalkan babynya di rumah untuk bekerja.


__ADS_2