Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Pernikahan Evan


__ADS_3

Kepulangan Elkan ke Jakarta ini memiliki tujuan utama yaitu menghadiri pernikahan Evander Agastya, atau kakak kandungnya. Surprise juga untuk Elkan. Sebab, kakaknya itu memutuskan untuk menikah. Setahu Elkan dulu, kakaknya saja menolak untuk berpacaran. Keinginan Evan sejak dulu kala adalah begitu sudah menemukan orang yang tepat, ingin langsung menikah. Tidak perlu berlama-lama pacaran.


Sekarang, hari bahagia untuk sang kakak pun tiba. Elkan tentu datang bukan hanya sebagai adik, tapi mewakili Mira yang tidak bisa datang. Pria muda itu tampak hadir mengenakan setelan Jas berwarna cokelat yang sudah disiapkan oleh Mama Sara.


"Pas enggak, Ma?" tanya Elkan kepada Mamanya.


Itu adalah pertanyaan sengaja. Sebab, sekarang Mamanya terlihat tegang. Situasinya benar-benar berbeda dengan dulu kala dia dan Mira menikah. Dulu, wajah Mama Sara tampak bahagia. Namun, sekarang ada kesedihan di wajah cantik Mamanya.


"Pas kok, El ... Mama sesuaikan dengan jas pernikahan kamu yang ada di rumah," balas Mama Sara.


Usai itu, Elkan tiba-tiba merangkul Mamanya itu. "Kenapa Mamaku ini terlihat sedih?" tanya Elkan.


"Ya, tidak menyangka hari ini tiba. Beberapa bulan ini adalah masa yang berat untuk Kakakmu, El. Kisah cintanya pun pelik, tapi akhirnya dia bisa memenangkan cintanya. Mama berharap tidak ada kepahitan dan konflik berkepanjangan untuk kakakmu dan istrinya," balas Mama Sara.


Sedikit latar belakang mengenai Evan. Pemuda tampan itu menikahi sekretarisnya sendiri. Seorang mahasiswa yang magang di Agastya Properti. Evan pun terlihat impulsif, pria yang tidak pernah jatuh cinta itu akhirnya mengutarakan niatnya menikah dengan gadis bernama Andini. Padahal Andini sendiri sekarang mungkin seumuran dengan Elkan dan Mira.


Tanpa pacaran, tapi Evan mengajak menikah gadis bernama Andini itu. Sampai pada akhirnya, orang tua Andini memberikan syarat bahwa Evan harus menikahi kontrak kakaknya Andini yang adalah seorang aktris, yang hamil dengan pasangannya. Kesepakatan yang ditekan akan menikah sampai satu tahun. Untung saja, cinta menemukan jalannya. Hanya beberapa bulan, pernikahan itu berakhir dan Evan dengan mantap meminang Andini. Tidak akan membuang-buang waktu lagi.


"Jalan cinta memang berliku, Ma. Setiap pasangan memiliki jalannya sendiri-sendiri," balas Elkan.


Setelah mendengarkan perkataan Elkan, Mama Sara menganggukkan kepalanya. Wanita cantik itu segera memeluk putranya itu. Tangannya terulur membelai sisi wajah Elkan.


"Kamu justru dewasa, El. Bisa menyingkapi segala sesuatu. Makasih, El," balas Mama Sara.


Sampai pada akhirnya, ada Papa Belva yang datang. Pria tampan itu melihat istrinya dan putra bungsunya.


"Kenapa?" tanya Papa Belva perlahan.

__ADS_1


"Mama baru emosional setelah menceritakan kisahnya Kak Evan, Pa. Tidak apa-apa. Setiap orang memiliki kisah cintanya sendiri-sendiri. Jalannya sendiri. Namun, Tuhan yang memandu kisah cinta itu untuk tetap berjalan," kata Elkan lagi.


Ah, begitu bangganya Papa Belva. Benar bahwa putranya sudah dewasa. Pernikahan rupanya mendewasakan Elkan. Cara dia menyingkapi masalah pun luar biasa.


"Kamu sudah dewasa, El. Papa yakin, kamu dan Mira sama-sama bertumbuh ke arah yang baik," balas Papa Belva.


"Menua itu pasti, Pa ..., tapi dewasa itu pilihan. Yah, sekarang ... inilah Elkan," balasnya.


Begitu bangga Papa Belva dengan putranya itu. Sepenuhnya Papa Belva setuju dengan apa yang baru saja Elkan sampaikan bahwa menua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Tak jarang banyak orang yang sudah tua, tapi tidak dewasa sama sekali.


"Kita doakan saja Kak Evan dan Kak Andin, Pa," balas Elkan.


"Pasti, El ...."


Usai itu, Mama Sara dan Papa Belva bersama Elkan menuju tempat dilangsungkannya akad dan resepsi sekaligus di salah satu ball room di hotel mewah di Jakarta itu. Pernikahan Evan dan Andini mengusung konsep Minang. Sehingga kakaknya pun mengenakan pakaian adat Minang yang disebut Marapulai, sementara Andin mengenakan Kuruang dan Kodek. Kepalanya pun mengenakan Suntiang dengan berat kurang lebih 3,5 kilogram.


Tentu itu berbeda dengan Elkan dan Mira dulu yang mengusung konsep sangat sederhana hanya di villa orang tuanya saja. Sedangkan resepsi baru diadakan ketika Elkan dan Mira sudah sama-sama lulus dari SMA.


"Penuh haru ya, El?" tanya Papa Abraham kepada Elkan.


"Iya, Pa. Mungkin karena putra sulung yang menikah yah?" tanya Elkan tertawa.


"Semua anak kalau menikah, orang tuanya pasti terharu sih, El," balas Papa Abraham.


Hingga akhirnya, seluruh hadirin terdiam. Sebab di depan pelaminan hendak dilangsungkan akad. Tampak Evan menghela napas beberapa kali, sebelum akhirnya pemuda tampan itu dengan mantap mengikrarkan akad.


Sah!

__ADS_1


Elkan dan beberapa tamu undangan juga lega rasanya. Terlihat Evan sampai menghela napas lagi dan mengusap wajahnya. Tanda pria itu juga merasakan lega usai mengikrarkan akad.


"Sah, akhirnya anak-anak yang dari kecil Papa lihat, sudah menikah semua. Satunya mendapatkan putri tercinta Papa, dan Evan mendapatkan gadis pilihannya," kata Papa Abraham.


Ya, semua itu juga karena Evan dan Elkan adalah anak-anak yang sudah Papa Abraham lihat sejak mereka masih bayi. Sampai akhirnya Elkan menikah dengan Mira, dan Evan sekarang menikahi Andin.


"Makasih, Papa," balas Elkan.


"Sama-sama, El. Kamu dan Evan sudah seperti anak-anak Papa dan Mama sendiri. Kami tahu tumbuh kembang kalian berdua dari kecil," balas Papa Abraham.


"Cuma yang layak jadi menantunya Papa kan cuma Elkan," jawabnya dengan bercanda.


Papa Abraham pun menepuki bahu putranya itu. Begitulah Elkan, tapi justru itu adalah tanda bahwa Elkan berpikiran terbuka. Tidak perlu berpura-pura.


"Kamu yang terbaik untuk Mira, El," balas Papa Abraham.


Mendengar pengakuan itu dari Papa Abraham membuat Elkan sangat senang. Itu berarti memang dia layak untuk Mira. Dengan sepenuh hati Elkan akan selalu mendampingi Mira dan memberikan kebahagiaan untuk istrinya. Hal yang sama Elkan harapkan untuk kehidupan rumah tangga Kakaknya dan Andin.


***


Dear Pembaca Setia,


Mungkin ada yang penasaran dengan kisahnya Evan dan Andin. Boleh mampir ke karya yang berjudul Terjerat Pernikahan Kontrak.



Ada kurang lebih 100 Bab yang bisa teman-teman baca. Belum selesai, tapi kemungkinan bulan depan akan saya selesaikan yah. Semoga waktunya memungkinkan.

__ADS_1


Terima kasih,


Kirana💝


__ADS_2