Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Harus Pulang ke Jakarta ....


__ADS_3

Selang beberapa pekan berlalu, Elkan mendapatkan telepon dari Papanya. Telepon itu terbilang penting dan keluarga Agastya mengharapkan Elkan dan Mira, atau salah satu di antaranya harus pulang ke Jakarta terlebih dahulu. Elkan sendiri juga bingung karena apa Papa dan Mamanya meminta untuk pulang ke Jakarta.


"Honey," panggil Elkan kepada istrinya yang kala itu sedang serius berada di depan laptop untuk mengerjakan paper yang merupakan tugas kuliahnya.


"Ya, Kak ... ada apa?" tanya Mira yang melepaskan kacamata anti radiasi yang bertengger di hidungnya. Lantas, dia menoleh dan menatap ke suaminya itu.


Sebenarnya, tidak enak juga bagi Elkan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Mira. Namun, bukankah antara suami dan istri harus jujur. Daripada, tidak jujur dan justru memicu masalah.


"Hm, begini, Honey ... ada kabar kurang baik, dan aku harus berbicara kepadamu," balas Elkan.


Mendengar kabar yang kurang baik. Sontak saja, Mira menjadi kepikiran. Namun, dia ingin melihat cerita versi lengkapnya dulu. Toh, kabar itu bisa baik atau buruk, tergantung dari sudut pandang dan cara kita menyingkapinya.


"Ceritakan dulu saja, Kak ... aku akan mendengarkannya," balas Mira.


"Begini, kayaknya kita harus pulang ke Jakarta dulu. Sepekan sampai sepuluh hari. Toh, ada tanggal merah juga kan dua hari? Jadi, kalau izin tidak kuliah hanya lima hari," balas Elkan.


"Untuk apa pulang ke Jakarta, Kak?" tanya Mira lagi.


"Hm, sebenarnya ... Kak Evan mau nikah, Honey. Jadi, Papa dan Mama meminta kita berdua pulang. Namun, kalau memang tidak bisa, Papa sih menyarankan salah satu dari kita saja yang pulang," ucap Elkan sekarang.

__ADS_1


Oh, rupanya itu karena Kakak Evan akan menikah. Pantas saja, sampai Papa Belva dan Mama Sara menyuruh mereka untuk pulang ke Jakarta. Akan tetapi, Mira agaknya tidak bisa ikutan pulang semua itu karena dia harus presentasi di kelas. Jadwalnya dengan Elkan berbeda. Elkan sudah presentasi terlebih dahulu, sementara dia belum. Sehingga, Mira harus menyiapkan materi presentasi dan berlatih untuk bisa memberikan yang terbaik.


"Kak, maaf ... bukannya aku tidak mau pulang ke Jakarta. Namun, waktu itu berbenturan dengan jadwalku presentasi ada dua kali presentasi," balas Mira.


Bukan alibi, tapi Mira mengatakan dengan jujur bahwa jadwal presentasi sampai dua kali. Untuk itu, Mira pun meminta maaf kepada Elkan untuk tidak pulang ke Jakarta. Lebih baik Elkan saja yang pulang. Lagipula, tidak akan lama hanya seminggu hingga sepuluh hari saja.


"Baiklah, begitu resepsi sudah selesai, aku akan kembali ke Sydney. Kamu yakin, tidak apa-apa sendirian di Sydney?" tanya Elkan.


Sejujurnya, Elkan juga merasa khawatir. Selama ini, dia selalu ada untuk menjaga Mira. Tidak akan membiarkan istrinya tercinta itu seorang diri dan kesepian. Elkan membayangkan pastilah Mira akan sangat kesepian jika, Mira sendirian di Sydney.


"Tidak apa-apa. Jangan lama-lama ya, Kak ... kan aku kangen," balas Mira.


Masih duduk di kursi yang ada di depan meja belajar, Mira pun memeluk suaminya itu. Tangannya melingkari pinggang suaminya, dengan kepalanya berada di perut suaminya itu. Sudah kangen. Ada kekhawatiran, karena ini kali pertama mereka berpisah sejak tinggal bersama di Sydney. Namun, keduanya sama-sama menyematkan doa dalam hati bahwa ketika bertemu, cinta di antara keduanya akan semakin besar.


***


Lusa kemudian ....


Sekarang, Elkan diantar Mira untuk ke Bandara Internasional Sydney. Pria itu hanya membawa satu koper berukuran kabin saja. Pikir Elkan juga masih banyak pakaiannya yang ada di rumah. Oleh karena itu, lebih baik membawa sedikit baju. Selain itu, Mama Sara juga memaklumi kalau Elkan pulang sendiri.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku berangkat, Honey," ucap Elkan.


"Iya, Kak ... sampaikan salam sayang dan maafku untuk Mama dan Papa semua yah Kak," balas Mira.


Elkan menganggukkan kepalanya. Sebelum cek in dan masuk ke ruang tunggu, Elkan memeluk istrinya itu terlebih dahulu. Adalah hal yang lazim di luar negeri untuk berpelukan seperti itu. Jadi, sekarang Elkan pun memeluk Mira terlebih dahulu.


"Tunggu aku kembali ya, Sayang," ucap Elkan.


"Pasti ... aku akan menunggumu kembali. Jangan terlalu lama yah," balas Mira.


Mira memeluk suaminya. Wajahnya benar-benar mendekat ke dada suaminya. Walau hanya sebentar, pastilah Mira akan kangen dengan Elkan. Terlebih, belum pernah sebelumnya keduanya berpisah.


Sedikit menengadahkan wajahnya, Elkan mengecup kening Mira. Sungguh, akan sangat rindu rasanya ketika harus berpisah sementara dengan Mira. Namun, Elkan memastikan juga bahwa dia akan kembali.


"Saatnya, aku masuk yah ... aku berangkat dulu, Honey. Baik-baik selama di Sydney yah. Tunggu aku kembali hanya untukmu," ucap Elkan.


"Iya, hati-hati. Safe flight dan safe landed, Kak. I Love U," balas Mira.


"I Love U too, Honey."

__ADS_1


Elkan kemudian mengurai pelukannya, dan kemudian masuk ke tempat cek in. Dengan berat hati, dia harus pulang seorang diri ke Jakarta. Namun, tidak akan lama, karena dia pastikan akan segera pulang dan kembali ke pelukan Mira.


__ADS_2