Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Transfer Embrio


__ADS_3

Selang beberapa hari, Mira sebenarnya menunggu dengan harap-harap cemas. Sebab, hari ini sudah menjadi hari keenam sejak pengambilan ovarium. Namun, belum ada kabar dari Rumah Sakit. Kala itu, Dokter Indri berjanji akan menghubungi Mira secara langsung. Akan tetapi, di hari keenam ini belum ada kabar sama sekali.


Malam itu, Mira pun berbicara dengan suaminya. Kebiasaan Mira, ketika ada keresahan yang memenuhi kepalanya, Mira akan mulai berbicara dengan suaminya. Didengar oleh suaminya, membuat Mira menjadi lebih tenang.


"Kak, ganggu sebentar boleh?"


Mira bertanya demikian karena memang Elkan masih terlihat sibuk bekerja dengan Macbook miliknya. Oleh karena itu, Mira bertanya apakah bisa mengganggu sebentar.


Elkan menganggukkan kepalanya. Dia meminta waktu untuk mengatur mode sleep macbook miliknya terlebih dahulu. Usai itu, Elkan duduk di samping Mira. Sesibuk apa pun Elkan, jika Mira ingin berbicara dan sharing, Elkan akan siap mendengarkan istrinya. Sebab, dalam berumahtangga sangat penting untuk mendengar dan berbicara. Ketika satu sosok berbicara, maka yang lain akan mendengarkan, begitu juga sebaliknya.


"Kenapa, Honey?" tanya Elkan.


"Kak, ini kan sudah hari keenam sejak sel ovarium dan sel milikmu diambil. Kenapa belum ada kabar yah, Kak? Aku cemas," kata Mira.


Elkan sekarang tahu keresahan istrinya itu. Bukannya tidak peduli, tetapi Elkan sebenarnya juga kepikiran hanya saja Elkan tidak menunjukkannya. Elkan sebenarnya juga menunggu khawatir kabar dari Rumah Sakit.


"Dulu kan Dokter Indri bilangnya menunggu tiga hingga lima hari yah, Kak? Kok ini belum diberi kabar yah," cerita Mira lagi.


"Ya sudah, sabar ... ditunggu dulu saja. Aku juga menunggu sebenarnya. Jangan cemas yah," kata Elkan.


Mira menganggukkan kepalanya. Aneh, tapi ketika bisa berbicara dengan Elkan rasanya semua kecemasan dan kekhawatiran itu sirna begitu saja. Bahkan Mira bisa tersenyum sekarang.


"Ya sudah, udah lega bisa cerita sama Kakak. Kalau mau kerja lagi boleh, Kak," kata Mira sekarang.


"Sini, peluk dulu."


Walau sibuk, tapi Elkan meminta Mira memeluknya terlebih dahulu. Elkan mendekap tubuh Mira dengan begitu erat. Jujur, Elkan kangen banget dengan Mira. Ingin menuntaskan hasrat yang tertahan. Akan tetapi, Elkan memilih menahan dan menunda sampai semuanya bisa berjalan dengan baik. Cukuplah sekarang, dia memeluk istrinya saja.


Memang tidak dilarang. Akan tetapi, Dokter Indri mengatakan bahwa ketika ingin berhubungan lebih baik menggunakan pengaman. Namun, Elkan memilih untuk menunda saja. Melatih diri sendiri. Sekarang, cukup memeluk Mira terlebih dahulu.

__ADS_1


Mira turut melingkarkan tangannya melingkari pinggang suaminya. Sesekali tangan itu merayap dan memberikan usapan hingga ke punggung suaminya. Wajahnya terbenam di dada bidang suaminya, wanita itu sembari menghirupi aroma parfum suaminya yang khas dan maskulin itu. Sekadar memeluk suaminya saja rasanya begitu lega.


"Sudah, ah, Kak. Nanti Kakak gak jadi bekerja," balas Mira.


Elkan mengurai pelukannya. Pria itu menganggukkan kepalanya. "Baik aku kerja dulu yah. Nanti sampai jam 21.00 yah. Kalau mau bobok yah bobok saja. Tidak perlu menunggu aku," kata Elkan.


"Aku tungguin aja, Kak," balas Mira.


Akhirnya Mira memilih menaiki ranjang terlebih dahulu. Dia berbaring dengan sembari memainkan handphone di tangannya. Sesekali dia menatap Elkan yang memang sangat serius bekerja. Untuk urusan keseriusan dan kesungguhan bekerja, di mata Mira tidak ada yang seperti Elkan. Pria itu benar-benar setipe dengan Papa Abraham.


...🍀🍀🍀...


Dua Hari Kemudian ....


Hari ini adalah hari yang ditunggu Mira dan Elkan. Sebab, semalam dia sudah mendapatkan kabar dari Dokter Indri bahwa hasil dari inseminasi di luar sudah menghasilkan embrio aktif. Oleh karena itu, akan dilakukan transfer embrio ke rahim Mira.


"Akhirnya, ada jawaban dari Tuhan ... lega banget rasanya," kata Mira.


Sekarang, mereka sudah menghadap menemui Dokter Indri. Elkan dan Mira pun mendengarkan penjelasan dari Dokter Indri.


"Waktu kultur embrio atau kala ovarium dibuahi rupanya membutuhkan waktu enam hari, ini terbilang sedikit lambat dibandingkan yang lain. Jadi, semalam saya baru bisa mengabarkan kepada Nak Mira dan suami," kata Dokter Indri.


"Hasilnya bagaimana Dokter?" tanya Mira.


"Dalam waktu kultur embrio ada staf yang mengecek secara berkala. Hasilnya terdapat empat embrio aktif," jelas Dokter Indri.


Wah, sangat senang mendengar bahwa ada empat embrio aktif yang dihasilkan dari inseminasi. Dengan begitu, keinginan Mira dan Elkan untuk memiliki baby twins mungkin saja akan segera terwujud.


"Jadi, nanti ingin ditransfer berapa?" tanya Dokter Indri.

__ADS_1


"Dua embrio bisa, Dokter?" tanya Mira.


"Bisa, nanti kita akan transferkan dua embrio sekaligus. Nah, usai transfer diharapkan kalian berdua tidak berhubungan suami istri terlebih dahulu. Menunggu sampai embrio sudah lebih kuat dan stabil di dalam rahim."


Mira dan Elkan sama-sama menganggukkan kepalanya. Walau Elkan meringis di dalam hati karena harus lebih lama lagi berpuasa. Namun, Elkan menenangkan dirinya sendiri bahwa nanti ketika babynya bertumbuh dan dilahirkan, dia yang akan sangat bahagia.


"Baik, Dokter," balas Mira.


"Untuk dua embrio aktif yang tersisa?" tanya Dokter Indri lagi.


"Apakah bisa embrionya dibekukan, Dokter? Hanya sekadar berjaga-jaga kalau nanti, kami ingin memiliki baby lagi," balas Mira.


"Sangat bisa yah, Nak Mira. Baiklah. Saya akan menansfer embrio sekarang, dan sisanya akan dibekukan."


Usai itu Mira dipersiapkan untuk memulai transfer embrio. Dokter Indritabung tipis (kateter) yang berisi embrio ke dalam v*gina wanita, melalui leher rahim, dan naik ke dalam rahim. Jika embrio menempel (implan) di lapisan rahim dan tumbuh, hasil kehamilan.


"Bismillahirrahmanirrahim, sudah saya tempel dua embrio sekaligus. Insyaallah, kalau jadi dua embrio ini berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Jadi, bisa menjadi kembar fraternal. Kita menunggu lagi yah, dua minggu lagi kita akan melakukan pemeriksaan dengan USG."


Walau sudah dilakukan transfer embrio, keduanya masih harus menunggu untuk dua minggu ke depan dan dilakukan pemeriksaan dengan USG. Di dalam hati Mira berbicara dengan embrionya itu.


"Nak, tumbuhlah di dalam rahim Mommy yah. Lengkapi kebahagiaan Mommy dan Daddy yah. Mommy sayang kalian berdua."


Pulang dari Rumah Sakit, Elkan meminta Mira untuk lebih berhati-hati. Sebab, sudah ada janin di dalam rahimnya sekarang. Selain itu, Elkan juga mengharapkan Mira tidak banyak kepikiran yang aneh-aneh.


"Istirahat, Honey ... jangan capek-capek dulu. Masa dua minggu ini biar berjalan normal dulu," kata Elkan.


"Banyak berdoa, kiranya Allah yang menjaga dan menumbuhkembangkan yah, Kak," balas Mira.


"Kalau itu sudah pasti, Honey. Kita banyak berdoa semoga dilancarkan semuanya oleh Allah," balas Elkan.

__ADS_1


"Amin. Dua pekan ini, harus hati-hati intinya yah, Kak. Aku akan menunggu, semoga sampai pemeriksaan nanti semuanya Allah lancarkan," balas Mira.


Memang begitulah proses bayi tabung. Prosedurnya step by step dan meminta pasangan untuk sebar menunggu. Tidak ada yang instans. Namun, dalam semuanya Mira dan Elkan akan menjalaninya dengan sabar dan tentunya banyak berdoa.


__ADS_2