
Menunggu beberapa saat berlalu, barulan Elkan dan Mira menuju ke unit mereka. Setelah tiga minggu di Warrnamboll dan sekarang kembali ke Sydney, suasananya tentu berbeda. Selain itu, juga Elkan masih memiliki pekerjaan rumah yaitu menenangkan Mira. Sebab, pastilah dua hingga lima hari Mira masih sedih. Perlu waktu untuk memperbaiki suasana hatinya.
"Pulang sekarang?" tanya Elkan kemudian kepada Mira.
"Iya, Kak ... pulang sekarang aja," balas Mira.
Setelah Mira merasa lebih baik, barulah Elkan mengajak Mira untuk menuju ke unit apartemen mereka. Walau masih terlihat wajah Mira yang sembab. Juga, Mira lebih banyak diam sekarang. Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, barulah mereka tiba di unit mereka.
"Welcome back di unit kita," ucap Elkan.
"Setelah tiga minggu," balas Mira.
Elkan pun menganggukkan kepalanya. "Iya, tapi paling tidak selama tiga minggu ini kamu sangat bahagia. Liburan bersama keluarga besar kan, Honey? Orang tua dan mertua yang datang menjadi satu tentu luar biasa bukan?" tanya Elkan.
"Benar Kak. Memiliki orang tua yang baik, mertua yang juga baik seperti orang tua sendiri adalah anugerah. Tak banyak orang yang mendapatkannya," balas Mira.
Apa yang disampaikan Mira benar adanya. Sekarang tidak mudah memiliki mertua rasa orang tua yang menyayangi menantunya apa adanya. Selain itu, mertuanya juga mendukungnya untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin. Bahkan, seolah masa depan keduanya sudah dijamin.
"Ya sudah, istirahat dulu. Mandi atau apa dulu, nanti sore aku yang keluar beli makan," balas Elkan.
Akhirnya Mira memilih untuk mandi terlebih dahulu. Menyegarkan dirinya. Walau sebenarnya ketika musim dingin, badannya juga tidak terlalu berkeringat. Akan tetapi, Mira memilih mandi supaya lebih segar. Setelahnya gantian Elkan yang mandi terlebih dahulu.
Tidak tidur, Mira memilih untuk membersihkan debu di kamar dengan menggunakan vacum cleaner. Pakaian kotor juga dia masukkan dulu ke dalam mesin cuci, walau untuk mencuci ya lebih baik esok hari saja. Sebab, sekarang masih capek dan masih kangen dengan sosok Mama dan Papanya.
Usai mandi Elkan juga tidak tinggal diam, dia yang berinisiatif untuk mengganti sprei di ranjang. Sebab, Elkan tahu ditinggal selama tiga pekan, spreinya juga berdebu. Tidak perlu disuruh Elkan sudah berinisiatif sendiri. Setelah itu, membersihkan tempat yang lain, dan mengganti pewangi ruangan di unitnya.
"Sudah bersih ya, Honey?" tanya Elkan kepada istrinya lagi.
__ADS_1
"Sudah, juga harum. Aku suka," balas Mira.
Elkan tersenyum memang tidak butuh harus bertanya. Elkan sudah tahu apa yang disukai Mira. Selain itu, juga kembali ke unit yang bersih juga rasanya lebih nyaman dan membuat betah.
"Padahal tadi aku udah mau ganti spreinya loh, Kak. Malahan kamu yang menggantinya duluan. Makasih yah," ucap Mira.
"Sama-sama, Honey. Kamar sudah bersih. Tinggal apa, Honeyku?" tanya Elkan kepada Mira.
Tidak perlu ditanya, semua itu karena Mira tahu apa yang diminta suaminya. Sebab, selama tiga pekan ini keduanya sama-sama tidak melakukan hubungan suami istri. Selain itu, waktu liburan juga Mira sedang berhalangan sehingga tidak bisa untuk bercinta dengan suaminya.
"Ah, modus deh," balas Mira dengan memanyunkan bibirnya.
"Sudah puasa lama, Honey. Tiga pekan itu lama loh. Daripada kamu sedih, mending ke nirwana bersamaku," balas Elkan.
Berbicara tentang sedih, tentu saja Mira masih sedih. Masih rindu dengan keluarganya. Akan tetapi, sekarang sudah harus berpisah. Mungkin baru tujuh bulan nanti baru bisa bertemu ketika liburan musim panas.
"Hangat mana sama pelukanku, Honey?" tanya Elkan lagi.
Mira menggelengkan kepalanya perlahan. "Sama kamu bukan lagi hangat, Kak. Yang ada malahan panas kok," jawabnya.
Elkan tertawa terbahak-bahak mendengarkan jawaban dari Mira. Namun, dia malahan suka karena untuk apa yang dia rasakan, Mira bisa jujur sekarang. Akan tetapi, rasanya juga lucu ketika Mira mengatakan panas.
"Sepanas apa, Honey?" tanya Elkan lagi.
"Bara api, mungkin."
Bisa bercanda seperti ini membuat Elkan sangat bahagia. Kalau di depan orang tua dan mertua kadang kala juga tidak bisa bercanda seenaknya. Akan menjadi malu rasanya. Sementara jika sudah berdua seperti ini, bisa bercanda apa pun.
__ADS_1
"Kak, boleh minta peluk?" tanya Mira kemudian kepada suaminya.
Tentu Elkan menganggukkan kepalanya. Dia sama sekali tidak keberatan untuk memeluk Mira. Pria muda itu segera membuka kedua tangannya, mengisyaratkan kepada Mira untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Sini, aku peluk. Pasti masih kangen Papa yah?" tanya Elkan kepada Mira.
Di pelukan Elkan, Mira menganggukkan kepalanya. "Iya, masih kangen Papa," balasnya.
Elkan kemudian mengusap puncak kepala Mira, hingga sampai ke punggungnya. Sesekali Elkan menundukkan wajahnya dan mencium puncak kepala Mira. Elkan sangat tahu bahwa istrinya itu masih kangen dengan Papanya.
"Bagaimana pun, anak perempuan adalah cinta pertama Papanya. Terlihat kedekatan secara hati antara kamu dan Papa Abraham. Jangan sedih yah, nanti lama-lama juga akan terbiasa, Honey," ucap Elkan.
Mendengarkan apa yang Elkan sampaikan, Mira kembali menganggukkan kepalanya." Iya, Kak. Paling semingguan masih sedih. Seperti biasanya," balas Mira.
"Gak apa-apa, Honey. Kita akan melewati semua bersama-sama. Tidak usah khawatir," balas Elkan lagi.
"Makasih Kak, kamu ngertiin aku banget," kata Mira dengan membenamkan wajahnya di dada Elkan.
Pria itu kemudian tersenyum. "Sama-sama, Honey. Aku akan selalu ngertiin kamu. Honey, nanti malam yah? Atau kamu tega, kamu menderita seperti ini?"
Mira kemudian menggigit dada Elkan, walau Elkan sudah mengenakan kaos. Namun, digigit rasanya tetap saja sakit.
"Ah, sakit, Honey," keluh Mira dengan menghela napas panjang. "Digigit yang lain aja boleh," balas Elkan.
Mira kemudian tertawa, kadang jengkel-jengkel gimana gitu kepada suaminya itu. "Kamu pinter banget. Malam aja ya, Kak. Istirahat dulu, kan kita juga baru saja penerbang dari negara bagian Victoria, terus ke unit dan bersih-bersih. Agak malam aja yah?"
"Yes, malam hari jangan ditahan, Honey. Tiga pekan tanpa bercinta, hidupku bagai di gurun pasir. Gersang, tandus, aku bisa dehidrasi, Honey," balas Elkan.
__ADS_1
Tentu saja Elkan menjadi senang dan bersemangat. Setelah liburan selama tiga pekan dan benar-benar tidak bercinta, sekarang bisa lagi mengarungi samudra cinta bersama dengan Mira. Waktu yang akan Elkan tunggu-tunggu.