Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Mendadak Datang


__ADS_3

Belasan jam menempuh perjalanan udara dari Jakarta menuju ke Sydney. Sekarang, Elkan sudah kembali tiba di Sydney. Hal pertama yang dia pikirkan adalah istrinya. Sepekan berlalu, dan Elkan sudah sangat rindu dengan Mira.


Ketika di Jakarta saja, ketika malam Elkan selalu melakukan videocall. Begitu rindu dan sudah ingin bertemu dengan Mira. Oleh karena itu, Elkan berpikir tidak perlu menunggu terlalu lama di Jakarta. Asal sudah menghadiri akad dan resepsi pernikahan Kak Evan dan istrinya saja sudah cukup.


Dari bandara, Elkan segera bertolak ke unitnya. Jika berdasarkan jam sekarang, pasti Mira masih di kampus. Namun, Elkan tidak risau, karena dia juga membawa kunci unitnya. Setengah jam berlalu, Elkan sudah tiba di unitnya. Begitu sampai, Elkan memilih mandi terlebih dahulu. Tidak merasa jetlag, tapi justru sudah menunggu kapan saat istrinya itu pulang dari kampusnya.


Hanya kurang lebih dari lima belas menit, Elkan memperhatikan CCTV di unit, dan sudah tahu bahwa Mira sudah akan tiba di unit. Oleh karena itu, Elkan sengaja sembunyi di belakang pintu unit. Lampu di dalam unit pun sengaja dia padamkan supaya Mira tidak menyadari kedatangannya.


Begitu terdengar suara pintu terbuka, dan kaki Mira melangkah masuk ke dalam unit. Tiba-tiba, tangan Elkan mendekap dari belakang tubuh Mira. Memeluk istrinya itu. Tidak hanya itu, Elkan mengecupi bahu istrinya. Semua itu dia lakukan karena benar-benar rindu.


"Astaga. Ya ampun, jantungku!"


Mira berteriak. Dia sangat kaget. Namun, ketika menoleh ke belakang dan melihat wajah suaminya. Ah, rasanya sangat lega. Ternyata itu adalah Elkan, suaminya.

__ADS_1


Maka, Mira membalik arahnya, dia justru menangis sekarang. Tidak menyangka akhirnya dia bertemu dengan suaminya. Mira pun memeluk Elkan dengan sangat erat.


"Kak El," suara Mira dengan terisak.


Tadi dia kaget dan merasa jantungnya mencelos ketika ada sosok yang tiba-tiba mendekapnya dari belakang. Sekarang, ketika sudah bertemu Elkan dan memeluknya, Mira menjadi sangat rindu rasanya.


"Aku pulang ... kenapa menangis?" tanya Elkan.


Bukan marah, Elkan justru terkekeh. Selain itu, Elkan pun mengeratkan pelukannya. Tangannya mengusapi perlahan punggung Mira dengan rambutnya yang terurai panjang di sana.


"Pukul saja. Kalau yang memukul kamu, aku ikhlas kok. Aku sengaja pulang cepat demi kamu, Honey. I Miss U So Much," balas Elkan.


"Mendadak pulang sih, Kak," balas Mira.

__ADS_1


"Sudah begitu rindu, My Honey," balas Elkan.


Perlahan tangisan Mira pun reda. Dia tersenyum, walau begitu matanya masih berkaca-kaca. Sebab, tidak menyangka suaminya sudah kembali tiba di Sydney secepat ini.


"Sama, aku juga sudah begitu rindu, Kak," balas Mira.


Elkan menganggukkan kepalanya. "Ya sudah, kamu mandi dulu yah. Aku buatkan Mie instan selera kamu tuh. Aku bawa banyak banget dari Jakarta," balas Elkan.


"Kakak enggak capek?" tanya Mira.


"Demi kebahagiaan istriku tercinta, aku enggak capek kok, Honey. Sana mandi dulu."


Akhirnya Mira segera berlarian kecil menuju ke dalam kamar mandi. Sementara, Elkan berkutat di dapur membuat Mie instant dengan selera Indonesia itu untuk Mira. Membahagiakan istri tercinta walau capek dan jetlag tidak menjadi masalah. Berkah yang dia dapatkan sebagai suami pun akan begitu banyak. Lagipula, tujuannya segera pulang karena rindu dan ingin selalu membahagiakan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2