Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Sama-Sama Flu


__ADS_3

Hujan terus berderai, dari semula yang hanya rintik-rintik, sekarang menjadi lebih deras. Langit Ibukota yang berselimut mendung, seolah membuat sore itu sudah berjalan dan menuju ke senja. Pun dengan Mira yang masih melingkarkan kedua tangannya di pinggang Elkan. Memang, jika berdua begini, keduanya justru terlihat seperti siswa yang tengah pacaran.


"Kak, hujannya makin deras loh," balas Mira dengan sedikit mengeratkan dekapannya di tubuh Elkan.


"Mungkin ini adalah cara dari semesta supaya kita semakin dekat, Ra," balas Elkan.


Sebelumnya, memang Elkan tidak mengira bahwa ketika dia berencana sekolah dengan menaiki sepeda motor, sekarang justru mereka harus berhujan-hujanan. Salah prediksi. Seharusnya, sebelum menaiki motor, Elkan bisa mengecek cuaca hari ini terlebih dahulu.


"Atau mau berteduh dulu?" tanya Elkan kepada Mira.


"Sudah terlanjur basah, Kak," balasnya.


Ya, air hujan benar-benar membasahinya. Perlahan-lahan air itu pun meresap masuk ke dalam jaket yang kini digunakan oleh Mira. Bagian paha, hingga sepatunya saja juga terasa basah. Sudah terlanjur basah, sehingga untuk berteduh pun tiada guna.


"Lanjut pulang?" tanya Elkan perlahan.


"Iya, lanjut pulang aja," balas Mira.


"Baiklah, pegangan yang erat ya, Ra. Tidak masalah, kan kita juga sudah halal untuk satu sama lain," tegas Elkan.


"Hmm, iya," balas Mira.


Kali ini Mira tidak menolak. Hanya sekadar berpegangan. Anggap saja, ini seperti bergandengan tangan saja. Yang dia peluk sekarang adalah suaminya sendiri. Mira hanya menghargai ucapan Elkan, biarkan saja mereka berdua terlihat seperti siswa SMA yang tengah pacaran.


Ketika menerobos derasnya hujan dengan kedua tangan Mira yang melingkar di pinggangnya rasanya begitu syahdu. Justru sekarang, rasanya Elkan ingin berhujan-hujan ria seperti ini. Jika hujan bisa mendekatkannya dengan Mira, maka Elkan mau jika harus berhujan-hujan setiap hari.

__ADS_1


Hingga akhirnya kini mereka sudah memasuki kawasan perumahan, maka Mama Marsha sudah menunggu di luar. Agaknya langit mendung dan hujan deras membuat Mama Marsha khawatir dengan Mira. Namun, ketika mendengar ada sepeda motor yang berhenti di depan pintu gerbang, Mama Marsha segera berjalan dan membawa payung.


"Kalian naik motor?" tanya Mama Marsha.


"Iya, Ma," balas Mira yang baru saja turun dari sepeda motor.


"Masuk dulu yuk. El, masuk dulu. Pulang ke rumah kalau hujannya reda aja," ajak Mama Marsha kepada Elkan.


Akhirnya Elkan pun menganggukkan kepalanya, dan mengikuti Mira serta Mamanya untuk masuk ke dalam rumah Mira. "Elkan, basah ini Ma," ucapnya dengan melepaskan helm di kepalanya.


"Tidak apa-apa. Bilas di sini yah. Mama ada baju yang kebesaran buat Marvel, bisa kamu pakai dulu," ucap Mama Marsha.


Akhirnya, Elkan pun mengikuti Mama mertuanya, membilas tubuhnya di sana, dan berganti pakaian dengan mengenakan baju milik Marvel. Sementara Mira juga membilas tubuhnya, keramas, karena mengantisipasi kepala pusing usai hujan-hujan.


Mira pun segera menuju ke dapur dan membuatkan Lemon Tea panas kesukaan Elkan. Dia memberikan Lemon Tea itu kepada Elkan. "Kak, minum dulu," ucap Mira.


"Makasih, Ra," balas Elkan.


Akhirnya mereka makan bersama, kali ini Mira melayani Elkan, mengambilkan nasi untuk Elkan, dan juga mengambilkan Soto Lamongan di mangkok secara terpisah. Sekarang, Mama Marsha tersenyum kepada putrinya karena baru pertama diajari, Mira sudah bisa mengambilkan makan untuk suaminya. Mungkin nanti Mira bisa belajar untuk melakukan hal yang lain untuk melayani suaminya kelak.


"Enak banget, Ma," ucap Elkan dengan menikmati Soto Lamongan itu.


"Makasih, El. Nambah yah nanti. Makan sampai kenyang," balas Mama Marsha.


Kemudian Mama Marsha membiarkan Mira dan Elkan makan bersama. Tampak Elkan terbatuk di sana.

__ADS_1


"Uhuk."


Rupanya Mira pun responsif karena dia segera mengambilkan air putih untuk suaminya. "Minum dulu Kak," ucap Mira.


"Makasih, Ra," balas Elkan.


Hingga sampai petang Elkan berada di rumah mertuanya. Begitu hujan telah reda, Elkan berpamitan kepada Mama Marsha dan Mira untuk pulang.


***


Keesokan harinya..


Sekarang di kelas, mungkin karena efek kehujanan kemarin. Mira merasakan flu sekarang. Sehingga beberapa kali, Mira bersin di sana. Setiap kali Mira bersih rupanya ada Elkan yang turut bersin.


"Kalian bersinnya kompakan yah?" tanya Bu Rahayu kepada Mira dan Elkan.


Atensi siswa di kelas pun bersorak seolah menertawai Elkan dan Mira yang kompakan bersin. Namun, Sonya tampak melirik tajam kepada Mira dan Elkan.


"Kalian nanti ke UKS saja yah, minta obat influenza di sana," ucap Bu Rahayu.


Akhirnya Mira dan Elkan pun sama-sama menganggukkan kepalanya. Namun, Elkan tersenyum tipis di sana. "Kamu flu?" tanya Elkan.


"Iya, kehujanan kemarin," balas Mira.


Lagi Elkan bersuara lirih. "Nanti pulang mampir ke rumahku yah, diminta Mama ke rumah," ucap Elkan.

__ADS_1


Mira memilih tenang dan melanjutkan mata pelajaran Matematika. Lebih baik, nanti menjawab Elkan setelah mata pelajaran usai. Hujan-hujan sekali, dan sekarang keduanya bisa kompakan bersama-sama.


__ADS_2