
Dengan begitu jujur Elkan mengatakan bahwa bolehkah dia melanjutkan tadi siang yang sempat tertunda. Gugup? tentu saja. Terlebih sekarang, keduanya sama-sama berada di dalam kamar. Jantung Mira tentu saja lebih berpacu sekarang. Berdebar-debar tak karuan.
Bahkan Elkan juga mengatakan bahwa tujuannya menginap salah satunya adalah untuk merampungkan hal yang tadi sempat tertunda. Hingga, akhirnya Elkan menyusul Mira yang masih berdiri di dekat meja belajar. Pemuda itu memberanikan diri untuk menggenggam tangan Mira. Menautkan jari-jarinya di sana, mengisi sela-sela ruas jari Mira. Bisa Elkan rasakan bahwa tangan Mira yang sekarang dia genggam terasa begitu dingin.
"Harusnya kamu seneng memiliki suami limited edition kayak aku, Ra. Cakep iya, pinter iya, tanggung jawab iya, yang pastinya aku juga akan memberikan nafkah lahir dan bat ...."
Ucapan Elkan tertahan begitu saja. Pemuda itu, hampir lupa karena memang Elkan hanya memberikan nafkah lahir saja, tapi belum pernah memberikan nafkah batin. Jika Mira tertunduk malu, Elkan terlihat gelagapan karena salah berbicara. Namun, di dalam hati Elkan memastikan bahwa dia akan mewujudkan semua untuk Mira.
"Salah bicara ya Kak?" tanya Mira.
Pemuda itu tersenyum tipis dengan menatap wajah Mira yang bersemu merah. Namun, beberapa detik kemudian arah pandangan Elkan jatuh pada bibir Mira yang merah, tanpa pemulas bibir saja, sudah terasa begitu menggoda untuk Elkan.
"Ra, akhir pekan nginep ke rumahku dong," pinta Elkan.
Akhirnya Mira sedikit berani mengangkat wajahnya dan menatap wajah Elkan di sana. Gadis itu tersenyum. "Malu lah Kak ... masak aku bilang mau nginep. Cowok dan cewek kan beda, Kak," balasnya.
__ADS_1
"Aku yang ajak kamu aja kali yah. Pasti Mama dan Papa juga ngebolehin. Buktinya sekarang Papa dan Mama ngebolehin aku nginep di sini," balas Elkan.
"Terserah kamu saja Kak," balas Mira.
Hingga akhirnya, Elkan memberikan remasan di tangan Mira yang sekarang dia genggam, kemudian satu tangannya yang lain terangkat perlahan dan menyentuh sisi wajah Mira. Dengan ibu jarinya yang mendarat di sisi leher Mira, memberikan sentuhan di leher yang jenjang dan halus itu.
Terkesiap, Mira menunduk. Sentuhan dari ibu jari Elkan di lehernya, membuatnya kian berdebar. Badannya terasa tegang, dan juga ada rasa aneh yang Mira rasakan dari sentuhan Elkan itu.
"Ra, aku sayang kamu."
Kian Elkan menunduk, Mira tiba-tiba memejamkan matanya. Sebab, dia tidak berani menatap Elkan dengan wajah yang saling berhadap-hadapan. Muka bertemu dengan muka. Terpaan nafas Elkan yang hangat pun seolah membelai-belai sisi wajah Mira.
"May I Kiss you, Mira?"
Suara pemuda itu terasa serak dan dalam. Suara yang terasa aneh di telinga Mira. Namun, Mira tak memberikan jawaban. Matanya sudah terpejam dengan rapat.
__ADS_1
Sejurus kemudian belaian tangan Elkan di wajah Mira bergerak hingga menyentuh sisi belakang telinga Mira. Elkan merasakan remasan tangan Mira di tangannya. Tak dipungkiri keduanya sama-sama gugup.
Hingga, akhirnya ... Elkan kini tak akan mundur lagi. Dia memejamkan mata, dan akhirnya bibirnya berhasil mendarat sempurna di bibir Mira. Ya, dua bibir akhirnya saling bertemu. Permukaan kulit yang lembut dan kenyal itu bisa Elkan rasakan.
Hanya sekadar menempel, karena Elkan memang ingin menyapanya terlebih dahulu. Tidak ingin terkesan terburu-buru. Sekadar bersentuhan dan merasa kelembutannya saja, dada Elkan sudah kempis. Sementara, bisa Elkan rasakan remasan tangan Mira yang lebih kuat.
Ketika Elkan hendak, membuka sedikit bibirnya dan mengecup bibir Mira. Menekan bibirnya di bibir Mira, tiba-tiba terdengat ketukan dari arah pintu.
Tok ... tok ... tok ...
Keduanya terkesiap. Terlonjak kaget dengan suara ketukan dari pintu. Baru saja merasakan bibir Mira dan kian merasakan sentuhan yang lain, kini debaran yang dia rasakan justru menjadi. Seolah ada saja hal yang membuat Elkan harus lebih sabar.
Tangan Mira terlepas dan kemudian gadis itu berlari ke arah pintu, sementara Elkan memilih duduk di meja belajar. Setidaknya dia sudah merasakan kelembutan bibir Mira. Semoga ada kesempatan lain untuk merasakan manis dan hangatnya bibir Mira.
Sabar ya El😋
__ADS_1